Apa itu Das Sollen dan Das Sein?

das sein das sollen
Ilustrasi Palu sebagai Lambang Hukum. Sumber : Pixabay

Das Sein Das Sollen merupakan salah satu istilah yang kita kenal dalam dunia hukum. Istilah ini seperti yang dapat dilihat dari kemiripan nama dan pengucapannya, juga memiliki arti yang berkaitan.

Harapan adalah gambaran yang diharapkan menjadi kenyataan, tetapi kenyataan adalah apa yang sebenarnya terjadi. Harapan dan kenyataan seringkali saling bertentangan. Sebagai contoh, gambar di atas menunjukkan seorang wanita yang sedang membayangkan membaca buku, tetapi pada kenyataannya dia hanya bermain di ponselnya.

Namun bukan berarti tidak semua harapan terpenuhi. Jika Anda melakukan yang terbaik, harapan Anda mungkin menjadi kenyataan. Dalam contoh di atas, wanita tersebut dapat memenuhi keinginannya untuk mengembangkan kebiasaan membaca dengan mematikan ponselnya atau menyembunyikan ponselnya.

Bagaimana harapan dan kenyataan atau ekspektasi dan relaita dilihat dari sudut pandang dunia hukum?

Dalam dunia hukum juga ada semacam fenomena ekspektasi vs kenyataan. Fenomena ini lah yang disebut dengan das sollen dan das sein

Lalu, apa itu Das Sollen dan Das Sein?

Das Sollen adalah hukum yang ideal atau yang dicita-citakan sebagai fakta yang harapannya akan terjadi secara teoritik (law in the book). Hal ini sesuai dengan penjelasan Sabian Utsman.

Berbeda dari Das Sollen, Das Sein yaitu fakta (realitas) yang berkembang dan terjadi dalam masyarakat (law in action).

Seperti halnya Sudikno Mertokusumo, dalam bukunya yang menyebutkan das sollen sebagai norma hukum yang umum, sedangkan das sein sebagai peristiwa hukum konkret yang terjadi di kehidupan nyata.

Apa manfaat Das Sollen dan Das Siein dalam hukum?

Das Sollen dan Das Sein sebagai proses pembentukan hukum oleh hakim atau wakil lain yang berwenang yang bertugas menegakkan hukum terhadap apa yang sebenarnya terjadi. Dalam proses menemukan hukum, jika peristiwa yang terjadi mengharuskan, mewujudkan, dan mempersonalisasi peraturan (dan seharusnya). Perlunya pengaturan hukum terhadap suatu peristiwa tertentu menjadi penting karena memerlukan adanya hubungan atau hubungan antara peristiwa tertentu dengan hukum.

Apa contoh penerapan yang seharusnya dan seharusnya ada dalam dunia hukum?

Sabian Utsman menunjukkan penggunaan das sollen dan das sein dalam membuktikan bersalah atau tidak bersalahnya seorang pemerkosa. Meskipun Sabian Utsman mengklaim dalam bukunya bahwa pemerkosaan adalah melawan hukum, ternyata tidak mudah untuk membuktikan  pemerkosaan dan menghukum pelaku pemerkosaan.

Badan Pers dan Penerbitan Balairung UGM (BPPM) melaporkan bahwa itu adalah contoh kasus pemerkosaan Agni yang mengemuka pada tahun 2019. Agni, mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisipol) Universitas Gadjah Mada (UGM), diduga menjadi korban pemerkosaan teman KKN nya dalam kasus tersebut. Rombongan Kuliah Umum (KKN) berinisial HS, mahasiswa Fakultas Teknik UGM, diduga menjadi tersangka. Peristiwa itu terjadi pada 2017 ketika Agni dan HS menjalankan program pengabdian masyarakat di Pulau Seram di Maluku.

Akibat pemerkosaan tersebut, Agni meminta pihak kampus memberikan HS catatan buruk. Permintaan ini dilontarkan salah satu massa demo #kitaAgni di Taman San Siro Fisipol UGM. Tuduhan ini diharapkan dapat memberikan kesaksian kepada masyarakat umum dalam bentuk persetujuan bahwa pelecehan dan kekerasan seksual, khususnya pemerkosaan, adalah pelanggaran hukum yang serius.

Namun, hasil pemrosesan kasus  dilakukan oleh tim di kampus. Dia mengatakan kasus ini akan berakhir damai, berharap pelaku dan korban bisa diadili. Selaku Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Republik Indonesia, Hasto Atmoho memediasi pertemuan dengan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik, meskipun dukungan terhadap penyelesaian hukum kasus tersebut sangat tinggi. Presiden Sains dan UGM itu tidak mempengaruhi keputusan damai dari kasus ini.

Oleh karena itu dengan jelas dinyatakan bahwa apa yang berbeda dan apa yang seharusnya berbeda, haruslah suatu peraturan hukum dan harus merupakan peristiwa yang konkrit. Namun, itu dan keduanya memiliki tujuan yang sama. Artinya, menentukan temuan hukum yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web Anda dengan WordPress.com
Mulai
%d blogger menyukai ini: