MENTERI Luar Negeri Qatar bertemu dengan Menlu Iran di Teheran pada Kamis (9/9) untuk membahas perkembangan di Afghanistan. Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al-Thani mengadakan pembicaraan tentang isu-isu regional dan internasional dengan Hossein Amir-Abdollahian dari Iran.
Laporan kantor berita Iran ISNA menyatakan bahwa Sheikh Mohammed, yang minggu ini bertemu dengan Menlu AS Antony Blinken di Doha, men-tweet bahwa dia dan Menlu Iran bertemu untuk membahas perkembangan di Afghanistan. “Negara Qatar percaya pada efektivitas memiliki visi terpadu untuk memastikan solusi yang komprehensif untuk Afghanistan,” tambahnya.
Qatar dekat dengan AS dan menjadi tuan rumah pangkalan militer terbesar Washington di kawasan itu. Di sisi lain, Qatar juga menikmati hubungan yang kuat dengan Teheran dengan berbagi ladang gas terbesar di dunia.
Iran, yang khawatir tentang kembalinya Taliban ke tampuk kekuasaan, pada Senin dengan keras mengutuk serangannya di Lembah Panjshir Afghanistan. Lembah itu merupakan benteng perlawanan terakhir kelompok anti-Taliban.
Iran, kekuatan muslim syiah yang dominan di kawasan itu, sampai sekarang menahan diri untuk tidak mengkritik Taliban sejak kelompok Sunni itu merebut Kabul pada 15 Agustus. Qatar telah lama bertindak sebagai mediator di Afghanistan dengan menjadi tuan rumah pembicaraan Taliban dengan Amerika Serikat di bawah mantan presiden Donald Trump dan kemudian dengan pemerintahan presiden Afghanistan yang sekarang digulingkan Ashraf Ghani.
Iran, yang berbatasan 900 kilometer (550 mil) dengan Afghanistan, tidak mengakui Taliban selama masa kekuasaan mereka sejak 1996 hingga 2001. Menampung hampir 3,5 juta warga Afghanistan dan mengkhawatirkan masuknya pengungsi baru, Teheran berusaha mencapai pemulihan hubungan dengan Taliban sejak mereka merebut Kabul di tengah penarikan AS bulan lalu. (AFP/OL-14)
Maya Ghazal berharap kisahnya dapat menginspirasi banyak pengungsi lain.
Maya Ghazal adalah satu dari jutaan orang yang harus mengungsi dari Suriah karena perang saudara. Keluarganya mendapatkan suaka di Inggris enam tahun lalu, namun dia sempat mengalami kesulitan untuk mengenyam pendidikan. Kini, dia memiliki ijazah sebagai pilot dan Goodwill Ambassador untuk Badan Pengungsi PBB.
“Setiap kali naik pesawat, saya merasa sangat bersemangat… Saya adalah seorang pilot sekarang. Betapa gila pencapaian ini. Saya adalah orang yang dulu ditolak oleh banyak sekolah.”
Maya Ghazal meninggalkan Damaskus bersama ibu dan saudara-saudaranya saat usianya 16 tahun. Mereka berangkat ke Inggris, di mana ayahnya sudah terlebih dulu berada.
Enam tahun kemudian, Maya adalah pengungsi Suriah pertama yang memenuhi syarat untuk mendapatkan lisensi pilot pesawat pribadi, dan kini menjalani pelatihan untuk lisensi pilot pesawat komersial.
Namun jalan yang harus dilaluinya terjal dan berliku.
Ketika pertama kali tiba di Birmingham, Maya berharap bisa melanjutkan pendidikan. Tapi ia mengaku kesulitan masuk ke sekolah.
“Mungkin karena begitu mereka mengetahui bahwa saya dari Suriah, mereka pikir saya tak berpendidikan atau datang ke Inggris secara ilegal. Padahal tidak begitu,” kata perempuan 22 tahun itu kepada BBC.
Patah hati
Ketika Maya tiba di Inggris, dia tidak diwajibkan untuk menempuh pendidikan lanjut atau mendapatkan pelatihan, karena usianya sudah lebih dari 16 tahun.
Dia juga telah menyelesaikan pendidikan menengah di Suriah, sehingga tak ada kewajiban bagi sekolah-sekolah di Inggris untuk menerimanya.
Sumber gambar, UNHCR/ Andrew McConnell
Keterangan gambar,
Maya mengaku penerbangan pertamanya sangat tidak menyenangkan.
Dia mengaku mendaftarkan diri ke empat lembaga pendidikan dan bersedia melakukan tes fisik dan matematika, namun keempat sekolah itu menolaknya.
Badan pengungsi PBB, UNHCR, berkata Maya ditolak karena ijazah sekolahnya dari Suriah tak diakui di Inggris.
“Tidak ada satu pun yang mau mendengarkan kisah saya dan ini membuat saya sedih. Saya patah hati setiap kali saya ditolak oleh sekolah,” ujar Maya. “Saya merasa tak berguna.”
Lebih dari 6,6 juta warga Suriah hidup di dunia sebagai pengungsi, menurut UNHCR. Sekitar 20.000 di antaranya mendapatkan suaka di Inggris.
Di puncak krisis migran enam tahun lalu, foto-foto para pengungsi yang putus asa dan mendatangi Eropa dalam jumlah besar dipublikasikan oleh berbagai media.
Beberapa menyelipkan pesan-pesan kebencian.
“Karena stereotip yang ada di media, beberapa orang menyangka para pengungsi datang ke negara mereka untuk mencuri,” kata Maya.
“Saya tidak mau berpikir seperti itu tentang diri saya sendiri. Pengungsi bukanlah kata yang baik untuk dikaitkan dengan diri seseorang.”
‘Begitu banyak perubahan’
Sumber gambar, Maya Ghazal
Keterangan gambar,
Cita-cita Maya semasa kecil adalah menjadi seorang diplomat.
Saat Maya masih kecil, dia bermimpi memiliki karir di bidang diplomasi, dan ingin belajar ilmu politik untuk menjadi duta besar.
Namun karena konflik berkepanjangan, dia kehilangan kepercayaan kepada negaranya sendiri dan tak lagi ingin mewakilinya.
Meski begitu, Maya mengaku memiliki banyak kenangan masa kecil yang indah di Suriah, dikelilingi keluarga yang tinggal berdekatan.
Ayahnya menjalankan usaha pabrik kain di pinggiran ibu kota. Ketika area tersebut kemudian dipenuhi oleh tentara, Maya berkata sang ayah tak punya pilihan selain meninggalkan negara dan mencari pekerjaan lain.
Ayah Maya kemudian mencari suaka ke Inggris.
Maya, saat itu berusia belasan tahun, melanjutkan pendidikan di Suriah dan harus pindah sekolah tiga kali untuk menyelesaikan sekolah menengah.
Pada 2015, keluarganya memutuskan melakukan perjalanan ke Inggris. Maya yang berharap ada masa depan baru menantinya, justru menemukan pintu-pintu tertutup di hadapannya.
Sumber gambar, Maya Ghazal
Keterangan gambar,
Maya mengaku kesulitan beradaptasi dengan kehidupan di Inggris.
Kesempatannya untuk meraih kesuksesan sangat rendah. Akses pendidikan adalah penghalang bagi 83 juta pengungsi yang ada di seluruh dunia.
Saat anak-anak pengungsi beranjak dewasa, kesempatan-kesempatan untuk mereka berkurang drastis, menurut UNHCR.
Secara global, hanya 3% pengungsi mendapatkan akses ke pendidikan tinggi, jauh lebih rendah dari populasi non-pengungsi yakni sebanyak 37%.
“Penolakan dan anggapan meremehkan secara terus-menerus inilah yang justru memberi saya kekuatan,” ungkap Maya.
Perubahan mimpi
Maya akhirnya diterima untuk menempuh pendidikan diploma di bidang teknik.
Saat hendak mendaftar kuliah, Maya dan ibunya pergi ke London dan menginap di sebuah hotel yang terletak di sebelah Bandara Heathrow.
Maya melihat dengan takjub bagaimana pesawat-pesawat bergantian lepas landas dan mendarat. Mimpi baru terbentuk dalam benaknya, dia memutuskan ingin menjadi pilot.
Tentu saja, banyak yang meragukan mimpinya itu. Beberapa teman dan keluarga bahkan berkata, “Kamu perempuan, mengapa ingin menjadi pilot? Siapa yang mau mempekerjakan pilot perempuan?”
Sumber gambar, UNHCR/ Andrew McConnell
Keterangan gambar,
Maya berharap bisa bertemu dengan para pengungsi lain dan menginspirasi mereka untuk menempuh pendidikan tinggi.
Industri penerbangan komersial hingga kini masih didominasi kaum pria. Secara global hanya satu dari 20 pilot adalah perempuan, menurut data Air Line Pilots Association.
Meski begitu, tekad Maya sudah bulat. Dia kemudian diterima masuk sebuah universitas di London untuk belajar teknik penerbangan jurusan pendidikan pilot pada 2017.
Dia mencari pekerjaan paruh waktu, menjadi pembicara di berbagai acara, meminjam uang, dan menabung untuk bisa masuk kokpit.
“Penerbangan pertama saya sangat membuat tertekan dan saya tak menyukainya. Saya merasa sangat kewalahan dan tak seperti yang saya bayangkan sebelumnya,” kenang Maya.
“Telinga dan kepala saya sakit. Kami lepas landas dan saya sama sekali tidak bisa memahami apa yang dikatakan oleh radio.”
Namun empat tahun setelah tiba di Inggris, Maya akhirnya berhasil terbang solo. Ketika sedang bersiap lepas landas, namanya disebutkan di radio dari ruang kontrol lalu lintas udara.
Maya merinding mendengarnya.
“Penerbangan pertama saya sangat cepat. Saya memutari bandara lalu mendarat lagi. Itu sangat menyenangkan, dan saya bangga pada diri sendiri.”
‘Kisah yang menjadi panutan’
Mimpi Maya belum berakhir. Dia masih ingin mendapatkan gelar master dan mengambil lisensi pilot untuk pesawat komersial.
Untuk bisa melakukannya, dia harus mengumpulkan 150 jam terbang. Untuk setiap jam terbang, dia harus mengeluarkan uang sebesar £200 (Rp3,9 juta).
Selain melanjutkan kuliah, Maya juga terus mengkampanyekan hak-hak untuk para pengungsi. Dia berbicara di TED talk dan tahun ini ditunjuk menjadi duta persahabatan (goodwill ambassador) untuk UNHCR.
Sumber gambar, UNHCR/Lana Corrine
Keterangan gambar,
Maya berharap bisa mendapat lisensi pilot pesawat komersial dalam waktu tiga tahun.
UNHCR berharap bisa mengajak Maya ke kamp-kamp pengungsian dan bertemu dengan para pengungsi setelah pembatasan perjalanan karena Covid telah diangkat.
Badan PBB ini menargetkan 15% populasi pengungsi bisa melanjutkan pendidikan tinggi hingga 2030.
Maya sendiri meyakini bahwa pendidikan adalah hal yang penting, seperti halnya makanan dan minuman, namun dia berkata prioritas utamanya saat ini adalah mengubah persepsi tentang pengungsi dan mendapatkan lebih banyak dukungan dari masyarakat.
“Membantu pengungsi bisa dengan hal-hal mudah. Dari memberikan kebaikan kecil seperti tersenyum pada mereka, membantu mereka mengenali kota dengan lebih baik, dan membantu mereka mendapatkan keterampilan untuk mendapat pekerjaan.”
Dia mengungkapkan kesuksesannya bisa menginspirasi pengungsi lain untuk melewati segala kesulitan dan meneruskan pendidikan.
Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain
Keterangan video,
Lebih dari 1.000 pengungsi asing masih menunggu nasib di Jakarta
“Saya ingin orang tahu kalau kesuksesan tidak akan diraih dengan mudah. Saya datang dari Suriah, saya datang dari tengah-tengah konflik dan saya seorang pengungsi.
“Saat saya pertama kali sampai di Inggris, saya sangat membutuhkan kisah-kisah sukses dari pengungsi. Saya ingin tahu, apakah ada orang yang telah melalui hal yang sama dengan saya, dan berhasil sukses.
“Menurut saya, sangat penting untuk menggambarkan itu. Untuk menunjukkan kepada mereka, jangan pernah menyerah, percaya pada diri sendiri dan bekerja keraslah.”
Dia juga mengatakan, saat orang-orang mendengar ceritanya, mereka terperangah — dan ini, lanjutnya, sangat membantu mengubah persepsi tentang pengungsi.
“Saya distereotip karena saya pengungsi. Jangan berasumsi tentang saya, hanya karena saya seorang pengungsi, Muslim, etnis Arab, dan perempuan,” kata Maya.
“Tak satupun stereotip atau label itu mengubah saya. Saya dapat mengendalikan hidup saya sekarang, sama seperti saya dapat mengendalikan pesawat.”
Eramuslim – Menteri Informasi Sudan, Ahmed Osman, mengatakan bahwa Firaun dalam kisah Nabi Musa Alaihi Salam adalah seorang Sudan, bukan Mesir. Pernyataan ini dikatakan Ahmed Osman di tengah krisis Kairo-Khartoum akibat perselisihan mengenai piramida di kedua negara.
“Orang-orang telah membaca sejarah menurut versi Barat,ini menyesatkan karena telah dipalsukan. Banyak orang tidak tahu bahwa Firaun dalam kisah Nabi Musa AS adalah salah seorang dari firaun-firaun Sudan yang berhasil menaklukan dan menguasai Mesir,” ujar Ahmed Osman dalam konferensi persnya pada hari Minggu (19/03) kemarin.
Ahmed Osman melanjutkan, Allah Subhanahu Wata’ala berfirman dalam surah Az-Zukhruf ayat 51:
“Dan di Mesir hanya dilalui oleh satu sungai, sedangkan Sudan dilalui oleh banyak sungai. Ini tentunya menjadi salah satu dalil nyata dari dalil-dalil lainnya. Kami akan membuktikan ini dalam waktu dekat,” ujar Menteri Ahmed Osman menambahkan.
Menteri Ahmed Osman menegaskan bahwa saat ini sejumlah profesor sejarah Sudan sedang bekerja untuk merevisi buku-buku sejarah untuk membuktikan bahwa peradaban Piramida Sudan lebih tua dua ribu tahun dari Piramida Mesir. “Kami akan jelaskan kepada dunia,” ujarnya. (Cnnarabic/Ram)
MENTERI Pertahanan Amerika Serikat Lloyd Austin, yang sedang melakukan tur ke Teluk, telah menunda kunjungan ke Arab Saudi tanpa batas waktu. Ini dikatakan Pentagon pada Rabu (8/9) mengutip alasannya berupa masalah penjadwalan.
“Perjalanan Sekretaris ke Arab Saudi telah ditunda karena masalah penjadwalan. Dia berharap untuk menjadwal ulang pada kesempatan yang paling cepat,” kata seorang pejabat departemen pertahanan kepada AFP.
Austin melakukan perjalanan ke kawasan Teluk awal pekan ini, seminggu setelah penarikan AS yang kacau dari Afghanistan berakhir. Dia pertama kali pergi ke Doha dengan Menteri Luar Negeri Antony Blinken untuk mengunjungi pangkalan utama terkait pengangkutan udara besar-besaran yang didirikan oleh Amerika Serikat dari Kabul.
Amerika Serikat dan sekutunya mengevakuasi sekitar 123.000 orang, sebagian besar warga Afghanistan yang takut akan pembalasan Taliban, pada hari-hari terakhir perang selama 20 tahun AS yang diakhiri Presiden Joe Biden bulan lalu.
Austin kemudian melakukan perjalanan ke Kuwait dan bertemu dengan para pemimpin negara itu, Rabu (8/9). Dia berterima kasih atas peran penting mereka dalam mendukung evakuasi dari Afghanistan, kata juru bicara Pentagon John Kirby. Austin juga akan melakukan perjalanan ke Bahrain. (AFP/OL-14)
National Cybersecurity Center of Excellence (NCCoE) di National Institute of Standards and Technology (NIST) telah merilis versi final dari Panduan Praktik Keamanan Siber untuk responden pertama.
NS Panduan Praktik Keamanan Siber NIST SP 1800-13, Sistem Masuk Tunggal Aplikasi Seluler: Meningkatkan Otentikasi untuk Responden Pertama Keselamatan Publik (PSFR) dikembangkan bekerja sama dengan pemangku kepentingan industri dan Lab Penelitian Komunikasi Keselamatan Publik NIST.
Untuk memberikan perawatan dan dukungan darurat, personel PSFR mengandalkan platform seluler untuk mengakses data keselamatan publik. Di antara data yang harus diakses oleh PSFR dalam menjalankan perannya adalah informasi identitas pribadi, informasi sensitif penegakan hukum, dan informasi kesehatan yang dilindungi.
Yang baru Panduan Praktik Keamanan Siber dibuat dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah otentikasi sehingga data sensitif dapat diakses oleh PSFR dengan aman dan cukup cepat untuk mencegah keterlambatan dalam penyediaan perawatan yang berpotensi menyelamatkan jiwa.
Organisasi keselamatan publik dapat menggunakan panduan untuk menentukan persyaratan penerapan sistem masuk tunggal (SSO) dan otentikasi multi-faktor (MFA) aplikasi seluler serta meningkatkan interoperabilitas di antara platform seluler, aplikasi, dan penyedia identitas (IdP).
Termasuk dalam panduan ini adalah saran tentang cara meningkatkan efisiensi PSFR dengan mengurangi jumlah langkah otentikasi, waktu yang diperlukan untuk mengakses data penting, dan jumlah kredensial yang harus dikelola.
“Panduan praktik ini menjelaskan desain referensi untuk otentikasi multi-faktor dan sistem masuk tunggal seluler untuk aplikasi asli dan web sambil meningkatkan interoperabilitas di antara platform seluler, aplikasi, dan penyedia identitas, terlepas dari platform pengembangan aplikasi yang digunakan dalam konstruksi mereka,” kata NCCoE.
Produk yang dijelaskan dalam Panduan Praktik Keamanan Siber NIST adalah produk yang tersedia secara komersial atau open-source berbasis standar.
Dalam panduan ini, PSFR didesak untuk menyadari potensi risiko yang terkait dengan penggunaan platform dan aplikasi seluler.
Panduan ini memperingatkan pengguna bahwa “kata sandi yang rumit lebih sulit untuk diingat dan dimasukkan ke sistem TI” dan bahwa “perangkat seluler memperburuk masalah ini dengan layar sentuh kecil yang mungkin tidak berfungsi dengan sarung tangan atau peralatan PSFR lainnya, dan dengan tiga keyboard terpisah di antaranya pengguna harus mengalihkan.”
KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia memaparkan, berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan tes PCR sebanyak 19.453 spesimen. Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 18.285 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 308 positif dan 17.977 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 17.990 orang dites, dengan hasil 42 positif dan 17.948 negatif.
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu. “Target ini telah Jakarta lampaui selama beberapa waktu. Dalam seminggu terakhir ada 101.997 orang dites PCR. Sementara itu, total tes PCR DKI Jakarta kini telah mencapai 557.554 per sejuta penduduk,” terangnya.
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 192 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 4.321 (orang yang masih dirawat/ isolasi). Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 853.907 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR.
Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 836.187 dengan tingkat kesembuhan 97,9%, dan total 13.399 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%.
Untuk positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir di Jakarta sebesar 2,2%, sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 14,4%. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5%.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 10.007.919 orang (111,9%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 34.121 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 6.591.953 orang (73,7%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 113.757 orang.
Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 83,8% dan untuk dosis 2 sebanyak 64,8%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 118,9% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 74,6%. Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 88,5% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 76,9%. Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 204.729 orang dan dosis 2 sebanyak 171.913 orang. (OL-12)
Tokenisasi adalah bentuk perlindungan data berbutir halus yang menggantikan elemen data sensitif dengan padanan yang tidak sensitif, yang disebut sebagai token, yang tidak memiliki makna atau nilai ekstrinsik atau yang dapat dieksploitasi. Informasi pengganti yang tidak sensitif disebut token.
Cara lain untuk mengatakannya adalah bahwa tokenisasi menggantikan data sensitif dengan placeholder (token) yang tidak dapat diubah dan tidak sensitif dan dengan aman menyimpan data asli dan sensitif di luar lingkungan aslinya.
Tokenisasi populer di antara bank dan lembaga keuangan lainnya karena memungkinkan entitas ini untuk menyimpan data sensitif, seperti nomor kartu kredit dan nomor rekening bank, dengan aman sambil tetap dapat menyimpan dan menggunakan informasi tersebut.
Token dapat dibuat dengan berbagai cara seperti menggunakan:
Fungsi kriptografi yang dapat dibalik secara matematis dengan kunci
Fungsi yang tidak dapat dibalik seperti fungsi hash
Fungsi indeks atau nomor yang dibuat secara acak
Ada dua jenis solusi tokenisasi: solusi dengan token vault dan tanpa token. Tokenisasi berkubah menggunakan basis data yang aman dan terpusat, atau “kubah” tokenisasi, untuk menyimpan pemetaan antara data sensitif yang diberi token dan token yang sesuai.
Di sisi lain, tokenisasi vaultless menghasilkan token hanya melalui algoritme, jadi ketika de-tokenisasi diperlukan, token dapat digunakan untuk menentukan nilai asli tanpa memerlukan brankas tokenisasi untuk mencarinya. Dalam beberapa tahun terakhir, tokenisasi vaultless telah menjadi metode tokenisasi yang disukai karena menawarkan sejumlah manfaat signifikan seperti:
Mengurangi latensi
Mengurangi cakupan dan biaya kepatuhan (PII DSS, GDPR, dll.)
Keamanan yang ditingkatkan secara signifikan atas brankas token
Jejak penyimpanan data sensitif yang jauh lebih kecil
Karena tidak ada database untuk dipelihara, pengurangan biaya dan sumber daya yang terkait dengan pemeliharaan kepatuhan
Memerlukan sedikit atau tanpa peningkatan arsitektur dan bekerja dengan baik dengan sistem lama
Token juga dapat dibagi berdasarkan:
Token sekali pakai: digunakan untuk mewakili satu transaksi, dan memproses lebih cepat daripada token multi guna. Namun, karena setiap transaksi menghasilkan token baru, itu membutuhkan kapasitas penyimpanan yang signifikan.
Token multi guna: Token multi guna selalu mewakili elemen data yang sama (yaitu nomor kartu kredit) dan dapat digunakan untuk beberapa transaksi.
Tokenisasi vs. Enkripsi
Secara teknis, tokenization adalah bentuk enkripsi. Namun, sementara tokenisasi menggantikan sepotong informasi dengan serangkaian karakter acak dan tidak terkait yang disebut token, metode enkripsi “tradisional” menggunakan algoritme untuk menyandikan data sensitif. Meskipun tidak mungkin untuk mengekstrak data sensitif dari token, data terenkripsi dapat didekripsi dan dibaca menggunakan apa yang dikenal sebagai kunci enkripsi.
Di mana dan kapan menerapkan tokenisasi vs. enkripsi bisa sangat bernuansa – kedua organisasi sebenarnya menggunakan kombinasi keduanya. Meskipun enkripsi lebih mudah untuk diskalakan dan disinkronkan, token cenderung membutuhkan sumber daya komputasi yang jauh lebih sedikit untuk diproses.
Selain itu, karena enkripsi dapat dibalik, data terenkripsi masih dianggap sebagai “data sensitif” oleh beberapa badan pengatur. Token, di sisi lain, tidak memiliki hubungan matematis dengan data nyata yang mereka wakili dan, jika dilanggar, tidak dapat membalikkannya kembali ke nilai data nyata. Oleh karena itu, token tidak dianggap sebagai data sensitif dan tidak tunduk pada standar peraturan yang sama dengan data terenkripsi.
Dalam episode ini, tim berbicara dengan Hannah Cambridge, Direktur di FleishmanHillard tentang aspek PR dan komunikasi dari serangan dunia maya, mendiskusikan pengalaman bak mandi air panas yang tidak disengaja, dan banyak lagi!
Juga tersedia di Apple Podcast, Castbox, Deezer, Google Podcast, dan Spotify.
Performa seksyang optimal di ranjang memang mampu membuat pasangan mabuk kepayang. Lupakan viagra atau jamu kuat sebab olahragabisa membantu meningkatkan performa pria di ranjang.
Sebuah studi membuktikan bahwa olahraga teratur bisa membuat pria dua kali lebih lama di ranjang.
Sebagaimana dilansir Daily Mail, mereka yang jogging, bersepeda atau latihan beban selama 40 menit tiap hari bisa ‘tahan’ 5 menit 30 detik.
Sebagai perbandingan, pria yang jalan kaki kurang dari 30 menit per minggu hanya ‘bertahan’ 3 menit dengan sekali ejakulasi dalam 20 detik.
Kemudian, olahraga apa saja yang bisa mendukung performa pria?
1. Angkat beban
Ilustrasi angkat beban. (TzTproduction/Pixabay)
Pria disarankan untuk melakukan latihan kekuatan (weight lifting) demi performa seks lebih maksimal. Kenapa?
“Latihan angkat beban mengakibatkan tubuh memproduksi testosteron yang merupakan prekursor utama untuk dorongan seks pria,” kata Pete McCall, ahli fisiologi olahraga dan personal trainer, seperti dikutip Everyday Health.
Olahraga singkat dan intens seperti angkat beban memang terbukti meningkatkan testosteron. Selain itu dukung kehidupan seks Anda dengan latihan push up, sit up dan crunch. Ini akan memperkuat bahu, dada, dan perut.
2. Kegel
Tak hanya berlaku buat wanita, pria pun disarankan latihan kegel. Latihan akan meningkatkan ketahanan dan kontrol dengan membentuk otot pubococcygeus (PC), otot yang berfungsi menahan kencing.
“Pria bisa menggunakan kegel untuk menunda ejakulasi dengan meregangkan otot sebelum orgasme,” kata McCall.
Untuk melakukan kegel, disarankan untuk mencoba menahan kencing agar Anda bisa mengenal letak otot PC. Setelah itu, Anda bisa latihan kegel dengan meremas otot PC di manapun berada. Remas otot seperti Anda menahan kencing, lalu tahan 10 detik dan lepaskan. Ulangi sebanyak Anda bisa.
3. Yoga
Posisi seks baru selalu bikin penasaran untuk dicoba. Wajar saja sebab posisi missionary atau doggy style sudah terlalu sering diaplikasikan. Sebelum menjajal posisi seks baru, sebaiknya bersiap dengan yoga.
“Yoga akan membantu fleksibilitas Anda,” ujar McCall.
Tak hanya itu, beberapa ahli juga menyebut yoga akan meningkatkan stamina. McCall menyarankan untuk berlatih yoga dengan mengambil pose-pose yang melatih otot dasar panggul semisal bow pose, peacock pose, dan shoulder stand.
4. Jalan cepat
Kembangkan jalan kaki yang biasa Anda lakukan dengan jalan cepat. Riset menemukan aktivitas aerobik yang membakar 200 kalori per hari termasuk jalan cepat mampu menurunkan risiko disfungsi ereksi. Jalan cepat akan meningkatkan sirkulasi dan aliran darah.
Selain jalan cepat, Anda bisa olahraga lari atau sekadar jalan kaki biasa. Saat sirkulasi darah lancar, Anda pun bisa mencegah serangan jantung sebab pembuluh darah bersih.
5. Renang
Hubungan seks layaknya latihan ketahanan fisik di ranjang. Namun sebelum maju ke medan perang, pria bisa bersiap dengan rutin berenang.
Studi yang diinisiasi Harvard pada 160 perenang pria dan wanita menemukan yang berusia 60-an tahun merasakan kehidupan seks yang bisa disandingkan saat mereka berusia 40-an.
“Setidaknya berenang selama 30 menit tiga kali seminggu untuk meningkatkan daya tahan seksual,” kata McCall.