Mehamai peran dan kedukan replik, maka penggugat tidak mengganggap remeh apalagi hanya sebatas dipahami sebagai ajang bantah membatah. Bagaimana menyusun replik yang baik, sedikit tips bagi anda, silahkan ikuti dalam video di bawah ini:
Peluang Jamu Nusantara Terkendala Bukti Empiris
PELUANG pasar tanaman obat dan ramuan jamu dari berbagai suku di Indonesia terganjal oleh kelengkapan data keamanan secara empiris yang masih lemah. Hal ini mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengumpulkan bukti empiris yang ada.
“Kelemahan dari keanekaragaman sumber daya alam tersebut adalah dokumentasi atau pembuktian secara empiris,” kata Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik BPOM RI Reri Indriani saat membuka Webinar Mengenal Jamu Nusantara, di Jakarta, kemarin.
Reri mengatakan BPOM mulai awal 2021 berfokus kembali untuk mengumpulkan berbagai dokumen empiris dari kearifan lokal Indonesia lewat seluruh 33 balai dan 40 loka. Dari hasil penelusuran, setiap wilayah di Indonesia memiliki kekhasan kearifan lokal, misalnya Pulau Jawa yang sangat kental dengan
ramuan jamu dari rempah-rempah seperti jahe, temulawak, sambiloto, kunyit, dan lainnya. Semua rempah tersebut telah menjadi kebutuhan masyarakat mulai dari masa kehamilan, bayi, balita, remaja, sampai usia dewasa.
Reri mengatakan Indonesia memiliki kekayaan tanaman obat dan ramuan jamu dari berbagai suku, seperti meniran, sambiloto, jahe merah, kunyit dan temulawak yang saat ini identik dengan suku Jawa.
Reri juga menyebut daerah lain yang memiliki potensi serupa seperti di wilayah Sumatera yang memproduksi minyak gosok dari tanaman kearifan lokal.
“Begitu juga di Indonesia bagian tengah, Bali terkenal dengan banyak kearifan lokal dan juga cukup digemari oleh turis asing, misalnya minyak aromaterapi, minyak balur, lulur tradisional, boreh borehan, minuman loloh dan juga sebagainya,” katanya.
Menurut Reri, di masyarakat Suku Dayak juga terkenal dengan ramuan tanaman khas yang hanya tumbuh di pulau Kalimantan seperti bajakah.
Potensi di Indonesia bagian timur, kata Reri, berupa pemanfaatan bahan alam oleh masyarakatnya seperti rumput laut di Mataram, pengolahan minyak kayu putih di Maluku, kemudian juga tanaman asli Papua yang terkenal seperti buah merah, sarang semut dan juga kayu akway.
“Kalau Sulawesi terkenal dengan pengolahan minyak kelapa menjadi virgin coconut oil yang bisa digunakan juga sebagai minyak gosok herbal,” katanya.
Berdasarkan laporan riset terakhir Kementerian Kesehatan RI pada 2017, kata Reri, terdapat 32.000 ramuan pengobatan tradisional yang didukung dengan 2.848 spesies tumbuhan yang sudah teridentifikasi sebagai tumbuhan bahan obat tradisional.
“Kami kadang-kadang dilematis juga di BPOM, ada UMKM yang mendaftarkan produknya dengan klaim, misalnya memelihara kesehatan pencernaan. Tetapi setelah kami telusuri ternyata data dukung empirisnya tidak ada, padahal di wilayah tertentu ramuan itu sudah sangat dikenal dan digunakan serta dipercaya oleh masyarakat,” katanya.
Situasi pandemi COVID-19 di Indonesia, kata Reri, membuka peluang pasar yang cukup besar bagi tanaman obat dan ramuan jamu tradisional. Bukan hanya domestik tapi juga mancanegara.
“Kita harus memanfaatkan momentum pada saat ini bahwa masyarakat sedang tren back to nature. Terbukti beberapa produk herbal yang sudah terdaftar di BPOM dengan klaim untuk memelihara kesehatan atau imun tubuh itu sampai kosong di pasaran,” katanya.
Ia mengatakan BPOM banyak menerima keluhan terkait situasi itu, namun akhirnya dengan percepatan kebijakan, persediaan produk tanaman obat dan ramuan jamu tradisional sudah kembali terpenuhi.
Dalam kesempatan itu, Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Prof Suwijiyo Pramono yang hadir secara virtual, mengemukakan pengertian turun temurun atau empiris ini di antaranya, telah digunakan lebih dari tiga generasi. Kalau menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), telah digunakan lebih dari 50 tahun, atau telah tercantum dalam buku kuno tentang obat tradisional.
Suwijiyo mengatakan sejumlah tanaman obat dan produk jamu nusantara ada yang telah terpublikasi khasiatnya dalam buku kuno tentang obat tradisional seperti Primbon Serat Jampi Jawi, buku Heyne, Cabe Puyang Warisan Nenek Moyang, Obat Asli Indonesia, buku Kloppenburg, Usada Bali dan Serat Centini.
Selain kriteria tersebut, kata Suwijiyo, obat tradisional juga perlu memenuhi ramuan bahan baku yang berasal dari tumbuhan, hewan, mineral, sediaan sarian atau gelatik atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan serta sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.
Suwijiyo menambahkan data empiris juga perlu dilengkapi dengan jaminan keamanan penggunaan seperti tidak mengandung bahan toksik, tidak mengandung bahan kimia obat, memenuhi persyaratan bahan baku dan memiliki klaim penggunaan yang rasional dan sesuai peraturan perundang-undangan. (Ant/OL-13)
Kota Bekasi Raih Juara Ketiga Paritrana Award 2020
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi meraih peringkat ketiga terbaik Paritrana Award 2020 di kategori jaminan sosial ketenagakerjaan pemerintah kabupaten/kota, setelah Kabupaten Raja Ampat dan Kota Tangerang Selatan.
Paritrana Award tahun 2020 diberikan kepada kategori pelaku UKM, perusahaan menengah, perusahaan besar, pemerintah kabupaten dan kota serta pemerintah provinsi. Masing-masing kategori tersebut terdapat tiga terbaik peraih Paritrana Award.
Pengumuman juara Paritrana Award 2020 disampaikan Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Ma’ruf Amin. Para penerima penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan, atau anugerah Paritrana Award tahun 2020 untuk pemerintah daerah dan pelaku usaha secara simbolis diumumkan melalui virtual video tersebut.
Wapres RI Ma’ruf Amin mengatakan apresiasi dan terima kasih kepada semua peserta pemerintah daerah, perusahaan dan UKM yang terlibat di acara penghargaan jaminan sosial ketenagakerjaan atau disebut Paritrana Award tahun 2020.
“Penghargaan Paritrana telah berlangsung sejak 2017 sebagai upaya Pemerintah bersama BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan jumlah peserta jaminan sosial ketenagakerjaan. Selama empat tahun ini juga menilai kepatuhan pemerintah provinsi, kabupaten-kota, badan usaha skala besar dan badan usaha skala menengah, serta UKM terhadap pelaksanaan peraturan jaminan sosial,” jelas Wapres, Jumat (10/9).
Ia berharap semakin banyak pemerintah daerah dan pelaku usaha dapat memberikan serta memperbaiki pelayanan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh pekerja di daerah.
Sementara Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengatakan pihaknya sudah mengingatkan kepada seluruh pemerintah daerah dan pelaku usaha terkait pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan untuk memberikan kenyamanan bekerja.
“Saya ingatkan kembali pemda dan pelaku usaha bahwa pentingnya Jamsostek ini adalah untuk memberikan perlindungan kepada pekerja, dalam rangka memberikan kenyamanan bekerja,” ungkap Ida.
Dengan adanya kenyamanan bekerja, lanjutnya, maka produktivitas dan kesejahteraan masyarakat dapat terwujud.
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan Kota Bekasi mendapatkan juara 3 terbaik dari 514 Kota dan Kabupaten se Indonesia. “Ini adalah hasil kerja keras antar instansi dan kerjasama dari BPJS Ketenagakerjaan yang selalu bersinergitas dalam membantu untuk membangun Kota Bekasi,” pungkasnya.(OL-13)
Baca Juga: BPOM: Peluang Jamu Nusantara Terkendala Bukti Empiris
Kapal Tersangkut Lagi di Terusan Suez, Sempat Bikin Macet

Satu kapal kargo besar kembali tersangkut di Terusan Suez pada Kamis (9/9) dan sempat memicu kemacetan di salah satu jalur perdagangan global tersebut.
Otoritas Terusan Suez (SCA) menyatakan bahwa kapal Coral Crystal berbendera Panama itu sempat mengalami masalah saat bergerak ke arah selatan terusan tersebut.
Menurut SCA, kapal seberat 43 ribu ton itu sempat tersangkut di bagian utara Terusan Suez. Namun, kru kapal dapat mengupayakan solusi pergerakan sendiri dan berhasil mengatasi masalah sekitar 15 menit setelahnya.
Berdasarkan pemantauan situs MarineTraffic, kapal Coral Crystal itu kemudian bergerak dengan kecepatan sekitar 12 knot menuju Pelabuhan Sudan.
Juru bicara Terusan Suez, Geoge Safwat, mengatakan bahwa saat insiden terjadi, ada 61 kapal bermuatan total 3, juta ton kargo sedang transit di Terusan Suez tersebut. Ia mengakui sempat terjadi kemacetan.
“Kemacetan itu tak berdampak negatif,” kata Safwat, seperti dilansir USA Today.
Perwakilan SCA juga mengakui bahwa insiden ini memang sempat menimbulkan kemacetan. Namun, masalah itu dapat terselesaikan dengan cepat.
“Hanya ada masalah kemacetan sedikit dan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari satu jam,” ujar seorang petugas SCA kepada The National, sebagaimana dikutip The Independent.
Kabar ini menjadi perhatian karena pada Maret lalu, satu kapal kargo raksasa yang juga berbendera Panama, Ever Given, tersangkut di Terusan Kanal hingga enam hari.
Insiden itu memicu kemacetan di salah satu jalur perdagangan global tersibuk tersebut. Mesir pun memerintahkan pemilik kapal Jepang itu, Shoe Kisen, Kaisha, untuk membayar US$900 juta atau setara Rp13,16 triliun sebagai kompensasi.
(has)
10 Rumah Adat ini Jadi yang Terpopuler di Indonesia Loh
INDONESIA terkenal dengan kekayaan yang melimpah, baik itu dari segi sumber daya alam maupun ragam budaya. Setiap provinsi pun memiliki daya tarik dan keunikan tersendiri, salah satunya rumah adat. Nah berikut ada 10 rumah adat daerah yang populer dari 10 provinsi di Indonesia. Mau tahu apa saja? Yuk kita simak!
1. Aceh: Rumoh Aceh, Rumah Krong Bade
Rumah adat Aceh berbentuk persegi panjang dan memanjang dari timur ke barat. Rumah ini memiliki tangga di depan rumah yang berfungsi untuk masuk ke bagian dalam. Tinggi tangga tersebut sekitar 2,5–3 m dari permukaan tanah. Pada umumnya, anak tangga rumah krong bade berjumlah ganjil sekitar 7-9 anak tangga.
2. Sumatra Barat: Rumah Gadang
Rumah Gadang disebut juga rumah adat bagonjong atau Rumah Baanjuang. Hal ini lantaran bagian atapnya berbentuk runcing menjulang (bergonjong). Terbuat dari ijuk serta memiliki bentuk menyerupai tanduk kerbau, melambangkan kemenangan suku Minang dalam perlombaan adu kerbau di Pulau Jawa.
3. Jambi: Rumah Panggung
Secara garis besar, Provinsi Jambi memiliki 3 jenis rumah adat yaitu Rumah Adat Kajang Leko, Rumah Batu Pangeran Wirokusumo, dan Rumah Adat Merangin. Rumah Adat Kajang Leko merupakan jenis Rumah Adat Jambi yang paling populer di antara yang lainnya. Rumah adat ini menjadi ikon budaya Jambi seiring dengan diresmikannya replika Rumah Adat Kajang Leko di Taman Mini Indonesia Indah pada tahun 1970.
4. DKI Jakarta: Rumah Kebaya dan Rumah Gudang
Disebut sebagai rumah kebaya karena bentuk atapnya yang menyerupai pelana. Jika dilipat dan dilihat dari samping, lipatan-lipatan tersebut terlihat seperti lipatan kebaya. Ciri khas dari rumah ini adalah teras luas yang berguna untuk menjamu tamu dan menjadi tempat bersantai keluarga. Bagian depan rumah bersifat semi publik, sementara bagian belakang bersifat pribadi.
5. Jawa Tengah: Rumah Joglo
Di Jawa Tengah sebenarnya terdapat 4 jenis rumah adat, yaitu Panggangpe, bentuk Kampung, Limasan, dan Joglo. Joglo adalah bangunan rumah tradisional yang paling dikenal luas, kemudian disusul oleh Limasan. Rumah Joglo adalah bangunan berbentuk persegi dengan 4 tiang pokok di bagian tengah yang dinamakan Saka Guru dan terbuat dari kayu. Untuk menopang tiang menggunakan blandar bersusun yang dinamakan Tumpang Sari.
6. Kalimantan Barat: Rumah Panjang
Rumah panjang dari Kalimantan Barat mempunyai tinggi 5 sampai 8 meter dan panjang sekitar 180 meter serta lebar 6 meter. Rumah panjang memiliki sekita 50 ruangan yang dihuni oleh banyak keluarga, termasuk keluarga inti.
7. Kalimantan Selatan: Rumah Bubungan Tinggi
Menggunakan konsep rumah panggung, berbahan dasar kayu ulin. Kayu ulin sendiri memang dipercaya memiliki kekuatan yang tidak diragukan. Bahkan banyak yang mengatakan jika terkena air maka akan semakin kuat. Bagian atap rumah ini memiliki tinggi dan sudut kemiringan berkisar 45 derajat.
8. Bali: Gapura Candi Bentar
Ada dua bagian dalam rumah adat Bali meliputi Gapura Candi Bentar dan rumah sebagai hunian. Gapura Candi Bentar ini merupakan rumah adatnya. Terdapat aturan khusus mengenai pembangunan rumah adat tradisional Bali seperti arah, letak bangunan, dimensi pekarangan, struktur bangunan, serta konstruksi yang harus dibuat sesuai dengan ketentuan agama.
9. Maluku: Rumah Baileo
Rumah adat ini tidak dilengkapi dengan dinding dan berbentuk rumah panggung. Terdapat 9 tiang penyangga dalam rumah ini yang juga dilengkapi dengan batu pamali. Apa itu batu pamali? Itu merupakan batu yang digunakan sebagai tempat sesaji untuk para roh leluhur.
10.Papua: Honai
Honai memiliki bagian penutup atas berbentuk kerucut yang ditutupi oleh ilalang kering atau jerami. Ada pula rumah honai yang tampak memiliki atap seperti ½ batok kelapa. Atap ini dibuat tidak terlalu tinggi karena lagi-lagi bertujuan untuk menghangatkan bagian dalam rumah. Aktivitas lain seperti makan, menyimpan makanan, dan lainnya dilakukan di bangunan berbeda.(OL-5)
Masih Jomblo, El Rumi Persilahkan Dul Jaelani Nikah Duluan
Suara.com – El Rumi mengaku tidak keberatan apabila adiknya, Dul Jaelani menikah duluan. Hal itu juga berlaku untuk sang kakak, Al Ghazali.
“Ya mungkin, kalau emang Dul mau ngelangkahin aku sih nggak keberatan. Tapi kayaknya Al juga jangan salah loh, Al siapa tahu nikah duluan,” kata El Rumi di kanal YouTube KH Infotainment, Kamis (9/9/2021).
“Tapi kalau Al terus Dul nikah duluan sih aku nggak masalah sih,” sambungnya lagi.
Tidak seperti kedua saudaranya, El Rumi memang masih jomblo. Semenjak putus dari Marsha Aruan, dia belum punya gandengan baru.
Baca Juga:
Maia Estianty Kumpul Bareng Keluarga, Tissa Biani Diperkenalkan sebagai Calon Mantu
![Al Ghazali dan El Rumi [Instagram/@elelrumi]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/11/15/26107-al-ghazali-dan-el-rumi-instagramatelelrumi.jpg)
Anak Maia Estianty ini beralasan masih ingin fokus belajar dan mengembangkan diri.
“Ya lebih pengen banyak punya waktu sendiri, sama belajar ngembangin diri sendiri,” sebutnya.
Sembari berseloroh, El Rumi mengatakan seharusnya netizen tidak perlu heran dengan statusnya yang jomblo. Mengingat dulunya, dia berpacaran cukup lama dengan Marsha Aruan.
“Nggak, karena aku kemarin pacaran sudah cukup. Jadi orang-orang nih ngeliat kok Al sama Dul yang pacaran, kok El nggak?” tutur El Rumi.
“Loh? Lima tahun yang lalu aku yang pacaran, mereka nggak,” imbuhnya.
Baca Juga:
Maia Estianty Pamer Foto Keluarga, Keberadaan Al Ghazali Paling Dicari
Terlepas dari itu, El Rumi tetap mempunyai target nikah. Dia berharap bisa naik pelaminan di usia 27 tahun.
“Kalau target sih paling tua 27, karena aku lahir waktu ayah umur 27. Jadi patokanku itu umur 27 maksimal 28,” pungkasnya.
5 Aktor Hollywood Depresi karena Terlalu Dalami Karakter Film
Suara.com – Aktris dan aktor dituntut untuk mendalami peran agar pesan film dapat tersampaikan kepada penonton dengan baik. Sayangnya, hal itu kadang berujung negatif, seperti para aktor Hollywood depresi karena terlalu dalami karakter.
Mengadopsi sifat hingga ikut merasakan apa yang karakter film rasakan, rupanya berdampak buruk bagi kesehatan mental para artis kenamaan Hollywood seperti Adrien Brody hingga Heath Ledger.
Untuk lebih jelasnya, simak deretan aktor Hollywood depresi karena terlalu dalami peran yang dirangkum dari Keepo.me–jaringan Suara.com berikut ini.
1. Adrien Brody
Baca Juga:
Rencana Pembukaan Bioskop Tanggal 14 September, Ini Film yang Akan Tayang di Cinema XXI

Dalam film The Pianist (2002), Adrien Brody harus merasakan kepedihan saat memerankan tokoh Wladyslaw Szpilman, seorang Yahudi zaman Nazi berkuasa. Demi menciptakan rasa kepedihan, Brody menjauh dari orang-orang terdekatnya.
Tak hanya sampai di situ, Brody bahkan menurunkan berat badannya sebanyak 14 kilogram selama 6 minggu. Karena pendalaman tersebut, ia merasa mudah tersinggung hingga depresi. Pengorbanannya tidak sia-sia, Brody diganjar penghargaan Best Actor dalam gelaran Oscar 2003.
2. Brad Pitt

Aktor sekelas Brad Pitt pun sempat merasakan depresi kala berakting dalam film Interview With The Vampire. Dalam film tersebut, ia memerankan tokoh Louis de Pointe du Lac, sosok vampire. Sebagai vampire, ia dirias sedemikian rupa hingga menyerupai pucatnya vampire.
Pitt sempat merasa depresi lantaran karakter yang diperankannya tidak berwarna. Ia juga harus syuting di tempat gelap selama 6 bulan. Sempat ingin mundur, tetapi ia urungkan karena harus membayar denda 40 juta USD.
Baca Juga:
3 Film Warkop DKI Paling Populer, Kini Bisa Ditonton Resmi!
3. Shelley Duvall
OJK Sebut 72 Persen Debitur Restrukturisasi Kredit Adalah UMKM

Suara.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut, ada 5,1 juta debitur yang sudah menerima restrukturisasi kredit. OJK juga mencata, kredit per Juli 2021 yang dilakukan 101 bank di Indonesia menyentuh angka Rp779 Triliun.
Kebijakan restrukturisasi diklaim sudah dirasakan oleh 5,1 juta debitur yang terbagi ke sektor UMKM dan Non-UMKM.
Disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana, restrukturisasi perbankan terjadi pada 2 November 2020 mencapai 101 bank yang mengimplementasikan relaksasi kepada 7,55 juta debitur dengan outstanding kredit Rp914 triliun.
Ia menambahkan, 72 persen atau 3,6 juta debitur yang menerima restrukturisasi adalah UMKM, meskipun secara nominal baki debetnya lebih rendah.
Baca Juga:
OJK Segera Buat Panduan Layanan Digital untuk Perbankan, Termasuk soal Keamanan Siber
Hingga Juli tahun ini, baki debet restrukturisasi sektor UMKM mencapai Rp285 triliun. Sedangkan non-UMKM mencapai Rp494 triliun.
“Walaupun sudah mengalami penurunan, Rp779 triliun ini adalah jumlah yang sangat besar. Saya mencatat jumlah ini adalah restrukturisasi kredit terbesar sepanjang sejarah perbankan kita,” ujar Heru dalam webinar virtual Selasa (7/9/2021) dikutip dari Solopos.com.
Sementara, restrukturisasi kredit hingga akhir tahun lalu terpantau masih lebih tinggi dibanding pada Juli 2021, dengan total outstanding restrukturisasi kredit mencapai Rp914 triliun dan sudah menyasar 7,55 juta debitur.
Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso sebelumnya mengatakan, putusan perpanjangan restrukturisasi dipilih guna menjaga momentum percepatan pemulihan ekonomi nasional dan stabilitas perbankan .
“Restrukturisasi kredit yang kami keluarkan sejak awal 2020 telah sangat membantu perbankan dan para debitur termasuk pelaku UMKM. Untuk menjaga momentum itu dan memitigasi dampak dari masih tingginya penyebaran Covid-19 maka masa berlaku relaksasi restrukturisasi kami perpanjang hingga 2023,” kata Wimboh.
Baca Juga:
Sepanjang Tahun Ini Fintech AsetKu Sudah Salurkan Dana Rp 14 Triliun
Soal Poster Jokowi Dirampas Petugas, Roy Suryo Soroti Pernyataan Polisi: Sungguh Konyol
Suara.com – Pakar Telematika Roy Suryo kembali angkat bicara soal peristiwa perampasan poster dan penahanan pria pembentang poster saat kunjungan Presiden Jokowi di Blitar, Jawa Timur.
Lewat sebuah cuitan di akun Twitter yang juga dibagikan di akun Instagramnya pada Kamis (10/9/2021) Roy Suryo menyoroti pernyataan oknum polisi yang merampas poster tersebut.
Ia menilai pernyataan tersebut konyol karena oknum polisi menyebut tak mengerti isi dari poster yang dibentangkan tersebut.
“Meski kabarnya sudah dilepas kembali, namun alasan ‘tidak mengerti isi poster’ yang dikemukakan ini sungguh konyol,” tulis Roy Suryo dalam unggahannya, dikutip Suara.com, Jumat (10/9/2021).
Baca Juga:
Penangkapan Pembentang Poster Jokowi, Pengamat: Jauh dari Nilai Demokrasi
Roy Suryo meyayangkan sikap oknum polisi yang menangkap pembentang poster di saat ia sendiri mengaku tak mengetahui isi poster yang dibentangkan.
“Kalau tidak dibaca dulu, kenapa harus dirampas dan orangnya ditangkap? Perhatikan mulai detik 00.09 sampai dengan 00.35 video ini (diunggah dalam cuitan Roy Suryo), tampak jelas poster sebelum dan sesudah dirampas, AMBYAR,” lanjut Roy Suryo.

Sebelumnya, Roy Suryo juga sempat menyampaikan tanggapannya terkait peristiwa tersebut. Ia tampak menyayangkan aksi aparat yang mengamankan seorang pria lantaran membentangkan poster ke Jokowi.
“Setelah sebelumnya heboh mural yang lebay dihapus-hapus dimana-mana, siang tadi poter pun dirampas dan rakyat yang hanya menyuarakan aspirasinya diamankan aparat,” tulisnya, dikutip Suara.com.
Lebih lanjut, Roy Suryo menilai apa yang disampaikan oleh peternak merupakan kondisi nyata saat ini.
Baca Juga:
Viral Wanita Buka Pintu Rumah Disambut Banjir Bandang dan 4 Berita Viral Lainnya
“Padahal apa-apa yang ditulis sangat realistis di kondisi ini: “Pak Jokowi, Bantu Peternak beli jagung dengan Harga Wajar” Ambyar,” pungkasnya.
Pembentang poster alami trauma hebat
Diketahui, peternak jagung tersebut bernama Suroto. Dia tinggal di Kademangan Kabupaten Blitar Jawa Timur. Saking takutnya, Ia sampai meminta wartawan menunjukkan Id Card-nya. Ia bahkan memfoto wartawan yang hadir, termasuk SuaraJatim sambil memegang Id Card.
Setelah diyakinkan, Suroto baru mau menceritakan bagaimana kondisi psikologisnya pasca-diperiksa polisi usai membentangkan poster meminta bantuan Jokowi ketika berkunjung ke Blitar.
Namun saat kontributor Suarajatim.id meminta untuk proses wawancara, Suroto tak berkenan. Ia menolak bicara kepada wartawan terkait peristiwa yang menimpanya tiga hari lalu.
“Saya minta maaf ya mas. Karena saya sendiri masih belum siap,” ujarnya ketika ditemui di rumahnya, Kamis (9/9/2021).
Ketika berbincang, Suroto sebenarnya menceritakan keluhannya terkait permintaan bantuan jagung yang ditujukan kepada Jokowi. Namun dirinya kembali keberatan bila kalimatnya ditulis.
Karena kondisi psikologis yang mengalami trauma yang hebat pasca diperiksa, Suroto juga tak berkenan di ambil gambarnya. Ia juga tak menghendaki Suarajatim.id mengambil foto rumahnya.
Untuk diketahui, Suroto terekam ditangkap polisi usai membentangkan poster meminta bantuan ke Jokowi terkait tingginya harga jagung di tingkat peternak. Melalui tulisannya, Suroto meminta agar Jokowi segera turun tangan.
Saat itu Suroto membentangkan poster bertuliskan: “Pak Jokowi bantu peternak, beli jagung dengan harga wajar”. Ia kemudian diamankan ke kantor polisi setempat.
Potser itu diangkat Suroto saat presiden berjalan meninggalkan Makam Bung Karno. Dalam video nampak mobil yang ditumpangi Jokowi keluar dari kawasan Makam Bung Karno. Kemudian terlihat Suroto mengenakan jaket dan celana hitam membawa poster didatangi oleh polisi.
Suroto tak menyangka kalau poster itu membuatnya diperiksa polisi. Pasca-peristiwa itu, Suroto mengalami trauma terhadap orang yang baru dia temui.
Tidak ditahan
Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery membenarkan telah menangkap Suroto. Namun Yudhi menegaskan kalau Suroto tidak ditahan. Hanya diamankan saja.
“Maksud dan tujuan kami (pengamanan) adalah untuk mengecek identitas yang bersangkutan, kedua mengklarifikasi apakah yang bersangkutan bagian dari kelompok-kelimpok dari peternakan tersebut,” kata Yudhi.
“Dan ternyata benar bagian dari kelompok peternak. Kami wawancarai, lalu kami fasilitasi bertemu dengan bupati. Lalu kami pulangkan,” ujar Yudhi menegaskan.
Video yang mungkin terlewatkan:
Produktivitas Petani Padi Naik Berkat Program Makmur Pupuk Indonesia

Suara.com – SEVP Operasi Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Gatoet Gembiro Noegroho mengatakan bahwa produktivitas petani padi di Banyuwangi mengalami peningkatan usai bergabung dalam program Makmur Pupuk Indonesia.
Berdasarkan data yang dihimpun, Dia mengatakan bahwa produktivitas pada program Makmur meningkat 34 persen sampai 42 persen secara nasional, khususnya pada petani padi dan jagung.
“Program Makmur terbukti mampu meningkatkan produktivitas,” kata Gatoet dalam acara Panen Bersama Program Makmur di Banyuwangi, ditulis Jumat (10/9/2021).
Dia menjelaskan bahwa, peningkatan produktivitas petani padi ini terjadi pada masa tanam pertama. Di mana angka panen sebelum bergabung dalam program Makmur tercatat sebesar 5 ton per hektare menjadi 9 ton per hektare.
Baca Juga:
Hingga Agustus, Pupuk Indonesia Telah Salurkan 4,73 Juta Ton Pupuk Subsidi
Peningkatan produktivitas produk pertanian, dikatakan Gatoet juga berdampak positif terhadap pendapatan petani di Banyuwangi. Para petani padi yang tergabung dalam program ini mengalami peningkatan keuntungan menjadi sekitar Rp 24 juta per hektare dari yang sebelumnya sekitar Rp 10 juta per hektare.
Program Makmur, dikatakan Gatoet, terdiri dari berbagai aspek yang membantu petani dan budidaya pertanian. Mulai dari pengelolaan budidaya tanaman berkelanjutan, informasi dan pendampingan budidaya pertanian, digital farming dan mekanisme pertanian.
Tidak hanya itu, disiapkan juga akses permodalan dan perlindungan risiko pertanian serta adanya offtaker atau jaminan pasar bagi petani.
“Program ini adalah kolaborasi dari multi stakeholder, mulai dari perbankan, produsen pupuk, penyedia agro input, sampai pemerintah daerah, petugas PPL, hingga asuransi dan tentunya juga offtaker, atau pihak yang membeli hasil panen petani, baik BUMN maupun swasta,” kata Gatoet.
Ponidi, salah satu anggota Kelompok Tani Sri Tanjung mengatakan bahwa sebelum bergabung dalam program Makmur, tingkat produktivitas produk pertanian yang digarapnya hanya sebesar 5 ton per hektare. Setelah bergabung, dirinya berhasil mencatatkan panen komoditas padi sekitar 9 ton per hektare.
Baca Juga:
Pupuk Indonesia Gelar Kompetisi Riset Pertanian untuk Milenial
Selain itu, dia menceritakan bahwa program Makmur memberikan banyak manfaat mulai dari yang berbentuk pengawalan dan pendampingan intensif kepada petani.
“Dengan adanya program makmur, menjadi kebanggaan kami dari petani Kelompok Tani Sri Tanjung, khususnya pada Desa Karang Sari. Intinya untuk program Makmur, kami dari petani sangat terbantu,” kata Ponidi.
Hari ini, Pupuk Indonesia melalui anak perusahaannya yaitu PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) melakukan panen bersama di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.
Proses panen bersama program Makmur dilaksanakan di Desa Karang Sari, Kecamatan Sempu. Luas tanam yang akan dipanen tercatat seluas 42 hektare dari total luas 100 hektare.
Adapun luas tanam yang masuk dalam program Makmur di Kabupaten Banyuwangi ini tercatat seluas 175 hektare yang tersebar ke beberapa desa dan kecamatan dengan rincian Desa Macan Putih, Kecamatan Kabat seluas 10 hektare.
Desa Gladag, Kecamatan Rogojampi seluas 20 hektare. Kecamatan Blimbingsari seluas 20 hektare. Kecamatan Muncar seluas 25 hektare, dan Desa Karang Sari, Kecamatan Sempu seluas 100 hektare.