MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengadakan pertemuan 2+2 dengan Menlu Australia Marise Payne dan Menhan Australia Peter Dutton pada Kamis (9/9) di Jakarta.
Dalam pertemuan tersebut, Retno mengatakan bahwa Indonesia dan Australia telah menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU).
“Dalam kunjungan Menteri Payne dan Menteri Dutton dilakukan penandatanganan tiga MoU, yaitu MoU Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Kekerasan, MoU Kerjasama Siber dan Pengembangan Teknologi Siber, dan Pengaturan Kerja Sama Pertahanan yang baru saja ditandatangani oleh kedua Menteri Pertahanan,” kata Retno dalam konferensi pers daring, Kamis (9/9).
Selain itu, Retno dan Payne juga menandatangani MoU tentang Kerjasama Trilateral dengan Negara-negara Pasifik. Retno optimis, kerja sama tersebut dapat meningkatkan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan manusia di kawasan.
“Saya yakin bahwa MoU tentang Kerjasama Trilateral dengan Negara-negara Pasifik yang saya dan Menteri Luar Negeri Payne tandatangani hari ini memberikan platform untuk kontribusi bersama yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi dan manusia di kawasan,” tuturnya.
Dalam kesempatan tersebut, Retno kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Pasifik, termasuk melalui Pacific Island Forum (PIF).
“Dalam konteks ini, saya sangat menghargai dukungan Australia untuk 2nd Pacific Exposition yang akan diselenggarakan secara virtual oleh Indonesia pada bulan Oktober dan akan memberikan kesempatan bagi Negara-negara Pasifik untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan people to people,” tandasnya. (Aiw/OL-09)
Mantan pemain Manchester City, Jerome Boateng, didenda 1,5 juta pounds (setara Rp 29,5 miliar) oleh pengadilan di Muenchen setelah dinyatakan bersalah menganiaya mantan tunangannya.
Dilaporkan Daily Mail, Boateng dihukum karena menyerang Sherin Senler selama liburan di Karibia pada tiga tahun lalu, tetapi ia menghindari kemungkinan hukuman penjara lima tahun.
Pada Kamis (9/9) lalu, Senler yang merupakan ibu dari putri kembarnya mengatakan di pengadilan bahwa Boateng menggigitnya, meludahkan darah ke wajahnya, dan meninju perutnya.
Melihat sesi latihan terakhir Hansi Flick, David Alaba, Javi Martinez dan Jerome Boateng bersama Bayern Muenchen. Foto: Dok. Bayern Muenchen
Boateng sebelumnya telah membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Mantan pemain Bayern Muenchen ini mengeklaim bahwa Senler yang menyerangnya.
Boateng dihukum karena menyebabkan cedera serius kepada Senler dan menghinanya dalam sebuah insiden saat mereka sedang berlibur di Kepulauan Turks dan Caicos, Karibia, 2018 lalu.
Dengan begitu, Boateng diberikan dengan 1,5 juta pounds (setara Rp 29,5 miliar) yang merupakan denda finansial tertinggi yang dapat dikenakan oleh Pengadilan Distrik Muenchen.
Jaksa Stefanie Eckert sebelumnya menyerukan hukuman penjara 18 bulan dan denda 1,2 juta pounds (setara Rp 23,6 miliar) untuk sebuah kasus yang dilabeli 'Toxic Relationship'.
Pemain Bayern Muenchen David Alaba (kiri) dan Jerome Boateng melakukan pemanasan saat menjalani sesi latihan di Saebener Strasse,Muenchen, Jerman. Foto: REUTERS/Andreas Gebert
Menurut laporan Bild pada tahun lalu, Boateng diduga telah melempar tatakan lilin ke Senler saat sedang berlibur. Perwakilannya menyatakan bahwa tuduhan itu tidak terbukti.
Boateng mengatakan kepada pengadilan bahwa ketika Senler menjadi agresif terhadapnya, ia mendorongnya menjauh. Ia juga mengaku hanya melempar bantal sehingga tatakan lilin itu juga jatuh.
Menurut surat kabar Jerman Bild, Boateng mengatakan kepada pengadilan bahwa ketika Senler menjadi agresif terhadapnya, dia mendorongnya menjauh darinya, menyebabkannya jatuh.
Mantan pemain Timnas Jerman itu mengaku liburan berjalan dengan damai dan menyenangkan sampai terjadi pertengkaran karena permainan kartu.
MASYARAKAT internasional di berbagai negara sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap aspek lingkungan hidup sebagai bagian penting dari keberadaan generasi manusia berikutnya yang akan hidup di bumi ini. Kepedulian itu bahkan telah didukung PBB untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat internasional, mengenai pentingnya memelihara dan menjaga bumi beserta lingkungan hidup di dalamnya.
Tujuan dimaksud mendapatkan respons yang positif dari pemerintahan di hampir 143 negara, ribuan korporasi besar dan multinasional, jutaan penggiat lingkungan hidup, ribuan LSM, ratusan akademisi, maupun para selebritas internasional.
Perlunya kita menjaga lingkungan hidup bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Pertama, dari sudut lingkungan sendiri, bumi beserta isinya mengalami berbagai perubahan sebagai akibat eksplorasi dan eksploitasi manusia sehingga menimbulkan dampak kerusakan relatif besar dan sulit diperbaiki maupun direhabilitasi. Pembangunan gedung pencakar langit yang menimbulkan efek rumah kaca dan polusi dari hasil pengolahan pabrik, merupakan contoh nyata yang kita hadapi sehari-hari.
Kedua dilihat dari sisi sosial, lingkungan hidup harus terus dijaga dan dipelihara keberadaannya, agar generasi manusia berikutnya yang akan menjadi penghuni bumi tetap dapat menikmati kehidupan di bumi beserta isinya seterusnya.
Ketiga dari sudut pandang ekonomi, pengelolaan SDA beserta lingkungannya, harus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia, tanpa harus mengabaikan faktor alam dan merusak lingkungan. Semangat pentingnya menjaga lingkungan hidup itu diperkuat pendapat Sekjen PBB Antonio Guterres yang menyatakan, “We need a green economy not a grey economy.”
Dengan demikian, greeneconomy mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berwawasan lingkungan. Pentingnya greeneconomy itu pada akhirnya dijabarkan lebih konkret dalam beberapa isu turunan terkait dengan aspek environmental, social, and governance (ESG), yang saat ini menjadi isu hangat dan terkini di hampir semua negara.
Green economy dan circular economy
Dalam paparan konsep, orang sering menganggap greeneconomy sama dengan circulareconomy. Selintas keduanya memang memiliki persamaan, yaitu bagaimana memanfaatkan dan mengelola bumi beserta isinya untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, keduanya memiliki fokus berbeda dalam mencapai tujuannya.
Konsep greeneconomy bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengharmonisasikan kesejahteraan masyarakat, dengan kelestarian SDA agar pembangunan ekonomi terus berkelanjutan, sedangkan konsep circular economy lebih mengedepankan pemanfaatan proses daur ulang sehingga barang-barang yang telah diproduksi tidak perlu dibuang, bisa diregenasikan kembali menjadi barang baru.
Perlunya green economy
Melihat pentingnya menjaga kelangsungan lingkungan hidup untuk kesejahteraan umat manusia, baik untuk generasi sekarang maupun generasi berikutnya, kegiatan ekonomi yang memproduksi barang dan membuka lapangan kerja tidak boleh mengganggu kelestarian alam.
Kegiatan produksi di sektor ekonomi sedapat mungkin menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan, mampu mencegah kerusakan ekosistem, dan mengurangi emisi karbon. Untuk itulah, greeneconomy diperlukan dalam rangka mendukung kesejahteraan manusia maupun kulitas hidup yang lebih baik.
Kita berharap visi pembangunan nasional ke depan harus berbasis greeneconomy, untuk menjaga keseimbangan, antara meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian alam. Kita berharap pembangunan ekonomi makro yang dijalankan pemerintah sudah mengadopsi prinsip-prinsip green economy dalam implementasi di lapangan.
Prinsip-prinsip green economy telah disusun PBB, dalam pertemuan The UN High Level Forum on Sustainable Development di New York, pada 16 Juli 2019. Lima prinsip yang menjadi acuan semua negara yang ingin membangun perekonomiannya berbasis greeneconomy. Prinsip pertama, greeneconomy harus mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.
Kedua green economy harus dapat menciptakan kesetaraan, baik dalam satu periode generasi maupun dengan generasi berikutnya. Ketiga green economy harus mampu menjaga, memulihkan, dan berinvestasi di berbagai kegiatan yang berbasis sumber alam. Keempat green economy diharapkan mampu mendukung tingkat konsumsi maupun produksi yang berkelanjutan. Kelima pelaksanaan green economy harus didukung adanya kelembagaan yang kuat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kesiapan Indonesia
Melihat pentingnya peran greeneconomy itu, sudah selayaknya pemerintah menjadikan isu ESG sebagai salah satu acuan pembangunan ekonomi nasional ke depan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan hanya dicapai dengan mengeksplorasi dan mengeksploitasi SDA, melainkan juga harus menjaga keberlanjutan SDA yang tersedia.
Generasi manusia yang hidup saat ini tidak boleh terlalu egois dengan menguras semua SDA yang ada sampai habis. Mereka harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kelangsungan semua generasi bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera. Dengan menjaga keseimbangan itu, generasi berikutnya dapat menikmati segala SDA yang ada saat ini.
Pemerintah telah memiliki beberapa ketentuan dalam mendukung greeneconomy. Antara lain, UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, UU No 16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement terkait Perubahan Iklim, dan juga peraturan-peraturan lainnya.
Di satu sisi, kita telah memiliki ketentuan-ketentuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Namun, di sisi lain kita belum memiliki visionary maupun cita-cita mengenai arah greeneconomy dalam jangka panjang seperti apa. Eksosistem pengaturan nasional yang kita miliki belum sepenuhnya mencakup semua aspek dari ESG.
Memang diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk menjalankan ESG itu. Diperlukan leadership yang kuat dari pemerintah dan juga kebijakan terstruktur ke depan terkait dengan greeneconomy, agar ESG dapat dilaksanakan dalam semua sektor kehidupan. Sebagai negara besar dengan kekayaan alam yang melimpah, serta dukungan 270 juta penduduk, sudah saatnya kita memiliki arah yang jelas dalam penerapan ESG itu. Oleh karena itu, sudah saatnya kita memiliki cetak biru ataupun peta jalan mengenai masa depan green economy di Indonesia.
Beberapa negara telah memiliki cetak biru terkait dengan green economy, seperti Singapura, memiliki The Green Plan 2030, Thailand telah menyusun rencana strategis yang disebut The Bio, Circular and Green Economy 2021-2026 guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Lalu, Vietnam mempunyai Vietnam Green Growth Strategy dengan jangka waktu 2011-2050.
Dengan memiliki cetak biru terkait dengan greeneconomy, negara-negara itu telah memiliki pedoman dan arah yang lebih jelas mengenai tujuan jangka panjang yang akan dicapai, bagaimana strategi mencapai tujuan, dan tahap implementasinya. Dengan demikian, tujuan jangka panjang untuk mencapai target green economy itu dapat dilakukan dengan lebih baik, terencana, dan sistematis.
Disamping itu, dengan melihat betapa pentingnya peran green economy dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, sudah selayaknya pemerintah juga memberikan insentif kepada para pelaku usaha yang mengadopsi faktor-faktor ESG dalam kegiatan usaha mereka. Salah satunya, dengan memberikan insentif tarif pajak yang lebih rendah. Sebaliknya, bagi kegiatan usaha korporasi yang menghasilkan emisi karbon yang sangat besar, dapat diganjar dengan tarif pajak yang lebih tinggi.
Di samping itu, industri perbankan juga dapat memberikan pinjaman dengan suku bunga lebih murah, bagi korporasi yang telah mengadopsi skema ESG itu. Dengan berbagai insentif yang menarik itu diharapkan prospek ekonomi hijau di Indonesia dapat mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan untuk generasi penerus.
DALAM momen peringatan serangan terorisme paling akbar yang menghantam Amerika Serikat (AS) pada 11 September 2001, Arab Saudi kembali mendapatkan ‘tamparan politik’ akibat kebijakan AS. Sebagaimana dimaklumi, Presiden AS Joe Biden akhirnya menandatangani perintah eksekutif untuk membuka dokumen terkait serangan terorisme yang menyerang simbol kekuasaan AS itu (03/09).
Beberapa hari kemudian (8/9), Kedutaan Arab Saudi di AS menyampaikan pernyataan yang pada intinya mendukung keputusan Presiden AS untuk membuka dokumen terkait serangan 11 September 2001. Melalui pernyataan yang ada, Arab Saudi juga menegaskan negara itu tidak terlibat dengan serangan yang dilakukan Al-Qaeda tersebut (CNNIndonesia.com, 9/9).
Sebagaimana dimaklumi, sebagian dari pelaku serangan 11 September 2001 berkebangsaan Arab Saudi, termasuk Osama bin Laden. Apabila indikasinya cukup kuat, hal ini akan menjadi persoalan yang tidak ringan bagi Arab Saudi, baik secara hukum maupun politik. Secara hukum, berdasarkan Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA) yang berlaku di AS, keluarga korban bisa menuntut negara yang terlibat dalam serangan terorisme. Sementara itu, secara politik, kondisi ini akan semakin menyulitkan hubungan Arab Saudi dengan AS, khususnya di bawah kepemimpinan Joe Biden yang sangat menekankan terkait persoalan HAM dan demokrasi.
Bukan kali ini saja Arab Saudi mendapatkan dampak dari kebijakan AS, khususnya semenjak Joe Biden menjadi Presiden AS. Beberapa bulan lalu, AS juga membuka laporan intelijen yang menuduh Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), berada di balik pembunuhan keji terhadap wartawan senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi (27/2).
Melalui jaringan politik dan media yang dikuasai, Arab Saudi menolak keras tuduhan AS di atas sembari menegaskan independensi hukum Arab Saudi yang telah menegaskan MBS tidak terlibat dalam pembunuhan keji tersebut. Bahkan, beberapa media di bawah jaringan Arab Saudi menegaskan adanya dukungan dari ‘dunia Islam’ dan ‘negara-negara Arab’ terhadap sikap Arab Saudi (aawsat.com, 28/2).
Pengumuman laporan intelijen AS terkait pembunuhan keji terhadap Jamal Khashoggi (2018) dan laporan terkait serangan 11 September 2001 menjadi salah satu bukti awal terkait janji perubahan kebijakan politik luar negeri AS di bawah kepemimpinan Joe Biden.
Berkali-kali Joe Biden menegaskan bahwa persoalan HAM dan demokrasi akan mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintahannya. Hal ini berbeda dengan pemerintahan AS sebelumnya (di bawah kepemimpinan Trump) yang tidak terlalu memerhatikan persoalan HAM dan demokrasi. Bahkan, laporan intelijen AS terkait persoalan ini tidak dipublikasikan pada masa pemerintahan Trump.
Penuh beban
Dalam hemat penulis, Arab Saudi sejak awal mengetahui bahwa kepemimpinan Biden akan sangat berbeda dengan Trump, khususnya terkait persoalan demokrasi dan HAM. Bila boleh memilih, Arab Saudi justru akan lebih memilih Trump yang memimpin AS (kembali) daripada Biden mengingat Trump tidak terlalu perhatian dengan persoalan HAM dan demokrasi yang justru menjadi kelemahan terkuat Arab Saudi.
Itu sebabnya sampai detik-detik akhir pemilihan presiden AS mutakhir, Arab Saudi beserta negara-negara Arab Teluk lainnya memberikan semua dukungannya untuk kemenangan Trump. Apalah daya, Trump tetap kalah, bahkan kalah dengan keadaan yang sangat mengenaskan.
Dalam catatan penulis, sejak kemenangan Biden sebagai pemimpin baru AS, kebijakan politik luar negeri Arab Saudi berjalan dengan penuh beban. Ibarat dalam permainan sepak bola, Arab Saudi tampak menjalankan politik luar negerinya dengan penuh beban dan cukup tertekan. Beberapa langkah antisipasi tetap dilakukan dalam rangka ‘menyelamatkan yang bisa diselamatkan’ dan berupaya agar situasinya tidak semakin buruk bagi Arab Saudi.
Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara negara-negara Arab Teluk yang dilaksanakan di Arab Saudi pada awal tahun ini (5/1) bisa dijadikan sebagai salah satu contoh dari upaya yang tetap dilakukan Arab Saudi untuk menyelamatkan yang bisa diselamatkan, khususnya mengantisipasi kepemimpinan AS di bawah pemerintahan Biden.
Sebagaimana dimaklumi, Arab Saudi tampak sangat berambisi mengakhiri krisis politiknya dengan Qatar walaupun sebagian negara Arab Teluk lain mungkin tidak terlalu bahagia dengan kembalinya Qatar tersebut. Bahkan, Arab Saudi rela membuka kembali perbatasannya (udara, laut, dan darat) dengan Qatar sebelum KTT dilaksanakan. Inilah yang diduga kuat berhasil meyakinkan pemerintahan Qatar untuk datang ke KTT tersebut dan melakukan rekonsiliasi dengan negara-negara Arab Teluk yang lain.
Bagi Arab Saudi, rekonsiliasi Arab Teluk ini sangat penting untuk menghadapi perkembangan politik regional dan global setelah Joe Biden memimpin AS menggantikan Trump. Rekonsiliasi ini menjadi pelengkap tiga ‘kartu sakti’ Arab Saudi dalam menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi, yaitu kartu Arab Teluk, kartu negara-negara Arab, dan kartu dunia Islam.
Kalah untuk menang
Hanya beberapa hari semenjak Biden menjadi pemimpin AS, Arab Saudi sudah merasakan ‘pahitnya’ AS di bawah pemerintahan Biden. Sebagaimana dimaklumi, pada 4 Januri 2020, Biden mengatakan bahwa di bawah pemerintahannya, AS tidak akan mendukung lagi perang di Yaman yang dilakukan Arab Saudi bersama negara-negara koalisinya. “Perang di Yaman harus diakhiri,” kata Joe Biden sebagaimana dikutip bbc.com (5/1). Bahkan, AS mencabut label kelompok teroris terhadap kelompok Houthi (16/2) yang berkuasa di Yaman dan berperang dengan Arab Saudi beserta koalisinya.
Secara diplomatis, Arab Saudi tentu menyambut baik keputusan pemerintahan baru AS di atas terlebih lagi ditekankan bahwa negara adidaya itu akan tetap mendukung Arab Saudi dari serangan musuh-musuhnya. Namun, alih-alih menyenangkan, secara lebih terbuka, keputusan pemerintahan baru AS di atas hampir pasti akan dipahami sebagai ‘langkah mundur’ yang sangat signifikan bagi Arab Saudi mengingat status Arab Saudi yang selama ini menjadi sekutu AS dan hampir memberikan segalanya kepada ‘Negeri Paman Sam’. Terlebih khusus lagi bila dilihat dari hubungan Arab Saudi-AS dalam pemerintahan Trump yang acap memanjakan ‘hasrat perang’ negara kaya minyak itu, khususnya dalam menghadapi Iran dan pendukung-pendukungnya.
Dari semua ‘serangan’ yang dilakukan AS terhadap Arab Saudi (termasuk persoalan serangan 11 September 2001), kasus pembunuhan Jamal Khashoggi tampaknya menjadi pertarungan yang harus dimenangi Arab Saudi. Itu sebabnya Arab Saudi melakukan perlawanan total atas laporan intelijen AS yang menuduh MBS berada di balik pembunuhan Jamal Khashoggi.
Dari tiga kartu politik yang dimiliki, tampaknya kartu ‘negara-negara Arab’ dan kartu ‘dunia Islam’ sudah dimainkan Arab Saudi. Dalam beberapa waktu ke depan, sangat besar kemungkinan Arab Saudi juga akan menggunakan kartu politik negara-negara Arab Teluk hingga Arab Saudi bisa memenangi pertarungan yang ada.
Ini pertaruhan sekaligus pertarungan mati hidup bagi Arab Saudi, khususnya MBS sebagai Putra Mahkota yang akan menggantikan Raja Salman. Bila gagal memenangi pertarungan ini, Arab Saudi berpotensi mengalami krisis politik internal yang sangat dalam, yaitu krisis terkait dengan pengganti Raja Salman. MBS dan Raja Salman sudah pasti tidak menghendaki ini terjadi. Bahkan, AS pun belum tentu menginginkan hal ini juga terjadi mengingat strategisnya hubungan antara AS dan Arab Saudi selama ini.
Temuan rangka manusia prasejarah di Sulawesi mengungkap nenek moyang orang Indonesia.
Kepingan misteri siapa nenek moyang Indonesia satu per satu mulai terkuak.
Temuan terbaru kerangka manusia yang sejauh ini diyakini tertua ada di Sulawesi dan dibuktikan sebagai manusia modern gelombang awal yang menduduki Nusantara. Ini sekaligus menambah teka-teki baru bagi kalangan ilmuan untuk menelusuri asal-usulnya.
Namun, rasa penasaran harus terhenti sejauh ini, karena masih terdapat 4-5 kerangka manusia prasejarah lainnya yang ditemukan, tapi belum diteliti karena persoalan anggaran.
Baca juga:
Sore itu, Profesor Akin Duli meloncat-loncat kegirangan setelah menutup sambungan telepon. Sekretarisnya sampai keheranan, tertawa dan bertanya-tanya.
“Ada berita gembira dari lapangan, ada temuan bagus,” kata Guru Besar Program Studi S2 Arkeologi, Universitas Hasanuddin ini mengingat waktu pertama kali mendapat informasi temuan rangka manusia prasejarah di Leang Panninge, Sulawesi, pertengahan 2015.
“Rupanya teman-teman di lapangan ada yang sampai guling-guling dirinya di situ. Karena ini temuan langka, dalam situs yang tidak terganggu, dan kita yakin bahwa ini data yang paling baik,” kata Prof Akin kepada BBC News Indonesia.
Prof Akin Duli adalah salah satu pimpinan tim arkeolog gabungan Universitas Hasanuddin dan Universiti Sains Malaysia yang mulai melakukan ekskavasi di Gua Paninnge atau Leang Panninge (Panninge = “kelalawar” dalam Bahasa Bugis) pertengahan 2015.
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Rangka manusia prasejarah ‘Besse’ yang sejauh ini diyakini tertua di Sulawesi
Namun, saat itu kerangka manusia prasejarah ini tak langsung diangkat ke permukaan karena “harus menggunakan alat yang lengkap”.
Akhirnya lubang ekskavasi ditutup, dan baru dibuka kembali pada 2017. Rangka dibawa ke Laboratorium Unhas. Namun Laboratorium di sana belum mumpuni mendeteksi usia, sampai DNA rangka tersebut.
“Waktu itu kita jadi bingung, saya coba konsultasi ke Lab tertua di Amerika, di Beta Analytic Inc. Ternyata biayanya cukup tinggi. Waktu itu baru tahap awal sudah minta Rp300 juta, saya tak punya uang,” kata Prof Akin.
Pada 2018, Adam Brumm, profesor arkeologi dari Universitas Griffith Australia membawa tim untuk mengkaji kerangka tersebut, sebelum akhirnya menjalin kerja sama dengan peneliti DNA asal Jerman dari Max Planck Institute for Science of Human History, Selina Carlhoff pada 2019. Pusat Penelitian Arkeologi Jakarta dan Balai Arkeologi Makassar juga berkontribusi dalam penelitian ini.
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Proses ekskavasi di Leang Paninnge
Kerangka manusia itu diketahui perempuan berusia 17-18 tahun, dimakamkan sekitar 7.300 – 7.200 tahun silam. Dari hasil penelusuran DNA menunjukkan manusia prasejarah ini memiliki latar belakang genetik Austromelanesoid, yang deskripsi penampakkannya seperti orang-orang Papua dan Aborigin di Australia.
“Saya yakin bahwa orang Bugis-Makassar ada juga darah Austromelanesoid-nya. Cuma mungkin DNA prosentasenya kecil,” kata Prof Akin.
Sumber gambar, Dok. Griffith University
Keterangan gambar,
Tim arkeolog di dalam lubang ekskavasi menelusuri peninggalan-peninggalan prasejarah di Leang Paninnge
Para peneliti kemudian menamai perempuan yang mati muda ini, Bessek—istilah penghormatan kepada perempuan yang baru lahir dalam budaya Bugis.
Besse “dikuburkan” dalam posisi tertelungkup, dan di sekitar rangkanya diapit beberapa bongkahan batu.
Dalam makam tua itu juga ditemukan budaya-budaya di masanya seperti mata panah bergerigi (Maros Points), beberapa alat-alat batu lain, serta tulang binatang.
Leang Panninge sebagai kawasan industri purba
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Kondisi Leang Paninnge saat proses ekskavasi
Para peneliti juga menemukan “satu mobil” peninggalan budaya prasejarah di dalam Leang Panninge. Di antaranya kapak batu, mata panah, pisau batu, termasuk hal yang diyakini sisa makanan mereka berupa tulang babi, rusa, tikus, kelelawar, dan siput air tawar.
Prof Akin juga meyakini Leang Panninge saat itu digunakan sebagai kawasan industri membuat alat-alat berburu, mengumpulkan dan meramu makanan. Hal ini berdasarkan temuan berupa “pembentuk alat batu, sisa-sisa tatal alat batu,” katanya.
Temuan ini merupakan artefak batu yang paling khas dengan era pemburu-pengumpul di Sulawesi antara 8000 – 1500 tahun yang lalu, apa yang disebut sebagai budaya “Toalean”.
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Proses penyaringan mencari artefak di Leang Paninnge
Penamaan ini berdasarkan penelitian naturalis dan etnolog asal Swiss, Paul dan dan Fritz Sarasin (1893-1896) di Celebes, dan memperkenalkan orang-orang di dalam gua dari peninggalannya sebagai To Ala sebagai penanda budaya di Sulawesi Selatan.
“Toala dalam bugis itu orang yang tinggal di hutan-hutan di gunung-gunung,” kata Prof Akin.
Apakah mereka bunuh-bunuhan, melebur atau bergeser?
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Rangka manusia prasejarah Bessek
Dari mana asal Besse dan ke mana keturunannya? Hal itu masih teka-teki bagi para ilmuan. Tapi dari kajian ilmiah ini setidaknya ditemukan latar belakang genetika Asia Timur, Austromelanesoid dan Denisovan.
Peneliti genetika dari Eijkman Institute, Pradiptajati Kusuma mengatakan hal yang mengejutkan dari temuan ini adalah latar belakang genetika Asia Timur sebelum era neolitikum (zaman batu).
“Sedangkan selama ini yang diketahui adalah latar belakang genetik Asia di populasi Indonesia Timur itu berasal dari latar belakang genetik Austronesia. Maka ini hal baru,” katanya.
Besse sejauh ini diyakini sebagai manusia penjelajah yang tiba lebih dulu di Nusantara sebelum Austronesia yang masuk ke Nusantara antara 4500 – 2000 tahun lalu.
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Analisis artefak di Lab Arkeologi Unhas
Dalam Teori Out of Taiwan, orang-orang berbahasa Austronesia diyakini keluar dari Taiwan atau Kepulauan Famosa pada 5000 tahun lalu. Mereka bergerak ke arah Filipina, lalu bergerak melintasi kepulauan Indonesia, hingga ke arah pacific. Ciri-ciri fisik Austronesia diyakini kulit sawo matang, rambut lurus, mata cokelat, dan hidung pesek.
Dalam kajian kekinian, latar belakang Austromelanesoid dengan ciri fenotip Papua dan Aborigin, bergerak makin kuat ke arah Timur.
“Jadi semakin bergerak ke Timur dari garis Wallacea itu sampai ke Papua, itu latar belakang genetik Papuanya itu semakin tinggi. Jadi ada gradien,” lanjut Pradiptajati, yang mengatakan latar belakang Papua makin tipis ketika ke arah Jawa, Kalimantan dan Sumatera.
Sementara itu, latar belakang genetik Denisovan juga semakin kuat ditemukan pada wilayah Indonesia bagian Timur sebesar 6%, dan makin menipis pada orang-orang yang berada di Jawa, Sumatera dan Kalimantan.
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Proses scan rangka di lab arkeologi Unhas
Denisovan merupakan sepupu dari Homo Sapiens (manusia modern) yang ditemukan di gua Denisova di Siberia, diperkirakan punah pada 20 -10 ribu tahun lalu. Latar belakang genetiknya masih melekat pada manusia-manusia modern saat ini—kita.
Menurut arkeolog dari Unhas, Iwan Sumantri ada sejumlah teori mengenai jejak sejarah berikutnya dari keluarga besar Besse di Sulawesi. “Apakah mereka bunuh-bunuhan, apakah mereka berkontestasi, apakah mereka saling melebur?”
Itu masih perlu bukti empirik lainnya, kata Iwan.
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Proses analisis di lab arkeologi Unhas
Namun, Iwan meyakini Besse dan keluarganya bergeser ke arah Timur Indonesia, setelah Austronesia mulai menjelajah Nusantara. Mereka kalah bersaing dalam teknologi.
“Misalnya mereka [Austronesia] sudah menggunakan perahu bercadik, sudah bisa domestifikasi binatang dan tumbuhan, mereka membawa padi dan tangga, membawa pinang, membawa babi, dan seterusnya.
“Itu yang tidak dimiliki oleh orang-orang Austromelanesoid,” lanjut Iwan. Tapi bagaimana pun kata dia, “dalam arkeologi kita tidak berbicara untuk satu fakta. Tapi harus banyak fakta untuk bisa kita kemudian menghubungkan.”
Apakah Bessek generasi seniman lukisan purba?
Untuk memutar video ini, aktifkan JavaScript atau coba di mesin pencari lain
Keterangan video,
Gambar batu tertua di Maros-Pangkep, bukti ‘manusia Nusantara’ punya nenek moyang cerdas.
Sejauh ini belum ada peninggalan Besse yang menghubungkan bahwa generasinya yang melukis gua-gua di Maros-Pangkep. Tapi temuan budaya seperti pmata panah batu bergerigi [Maros Points] di Leang Paninnge juga ditemukan di gua-gua yang terdapat lukisan purba.
“Ada Maros Points, jadi hampir semua gua yang menyimpan, atau gua ditemukan maros points biasanya punya gambar,” kata Iwan.
Keterangan gambar,
Artefak Maros Points yang ditemukan di gua-gua Kabupaten Maros yang diyakini sebagai peninggalan manusia modern pertama.
Di Leang Panninge sendiri tak ditemukan adanya lukisan purba, tapi “Boleh jadi lumut itu menghapus atau lumutnya menutupi gambar, atau menghapus, atau mengklotokan.”
Sementara itu, Basran Burhan yang ikut dalam proses ekskavasi Leang Panninge mengatakan keberadaan Besse diperkirakan berada di periode “sebelum Austronesia [datang], dan setelah Rock Arts [lukisan purba]”.
“Sampai sekarang belum ada yang menunjukkan, bahwa mereka punya kemampuan untuk melukis. Belum ada lukisan yang ditemukan di periode itu,” kata Basran.
Temuan 4-5 kerangka manusia prasejarah lainnya
Sumber gambar, Dok. BPCB Sulsel
Keterangan gambar,
Lukisan telapak tangan dengan jumlah banyak saling bertumpukan dengan panel yang cukup luas dan panjang di Leang Cempae, Pangkajene Kepulauan.
Tim arkeolog dari Unhas saat ini menyatakan masih menyimpan 4-5 kerangka manusia prasejarah, tapi apakah mereka seniman yang melukis gua purba, generasi Besse atau penjelajah dari Taiwan?
Jawaban itu masih harus disimpan dulu, karena penelitian masih berlanjut.
“Di sekitar itu juga, penelitian di Bontocane [Kab. Bone], daerah Leang-Leang, kita juga dapatkan potongan-potongan rangka manusia. Tapi, yaitu tadi, karena kita keterbatasan anggaran, belum dianalisis di laboratorium,” kata Prof Akin.
Keterangan gambar,
Kawasan karst di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan menjadi saksi keberadaan manusia modern pertama yang hidup di Celebes. Sulawesi diesbut sebagai sisa tanah yang sangat purba yang telah banyak mengalami revolusi beragam.
Sejauh ini temuan rangka-rangka tersebut dikatakan “dalam keadaan aman, karena kita sudah tahu bagaimana caranya mengamankan data.”
Prof Akin Duli mengatakan biaya yang dikeluarkan untuk satu kerangka manusia, mulai dari tahap survei, ekskavasi hingga penentuan usia dan DNA-nya bisa menghabiskan Rp1 miliar.
Selama ini, hasil temuan-temuan prasejarah khususnya di Sulawesi sangat bergantung dari kerja sama pihak luar seperti Griffith University.
Keterangan gambar,
Teori migrasi Homo Sapiens Asia-Indonesia berdasarkan temuan artefak dan rock art
“Dan mungkin teman-teman dari Jerman mulai tertarik, ya kita akan fokus pada analisis-analisis pada rangka manusia,” kata Prof Akin.
Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sulawesi Selatan, Laode Muhammad Aksa mengatakan bekerja sama dengan pihak luar “lebih memudahkan karena mereka yang menentukan umur itu, mereka punya biaya dan akses.”
“Mungkin biaya ada, tapi nanti aksesnya bagaimana?” kata Ako—sapaan Laode Muhammad Aksa bertanya-tanya.
Lagi pula, tambah Ako, pihaknya lebih memprioritaskan pada upaya pelestarian dalam penganggaran. Seperti Leang Panninge yang saat ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya, dan zonasi, sehingga tak bisa sembarangan pembangunan di lakukan di kawasan tersebut.
Sumber gambar, BBC Indonesia
Keterangan gambar,
Leang Tedongnge di Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan, dulunya digunakan masyarakat setempat untuk tempat penyimpanan ternak. Aktivitas tersebut dilarang setelah gua ini ditetapkan sebagai cagar budaya.
“Lokasi itu sudah terlindungi dengan menempatkan juru pelihara,” tambah Ako.
Namun, tambahnya, untuk penelitian lebih lanjut dan mendalam, itu sangat tergantung kebijakan pusat. “Kami kan tergantung perintah. Perintah artinya, kalau sistem penganggarannya untuk penentuan umur [penelitian], [tapi] karena kita kan orientasinya lebih ke pelestarian.”
Dirjen Kebudayaan Kemendikbud-Ristek, Hilmar Farid menyatakan sejauh ini pihaknya fokus terhadap pelestarian. Untuk penelitian dan eksplorasi kata dia, masih bekerja sama dengan luar negeri.
“Karena pengadaan fasilitas itu [laboratorium] memang biayanya tidak kecil, dan kita juga punya problem SDM… SDM ahli untuk periode ini misalnya juga tidak terlalu banyak di Indonesia ini,” kata Hilmar Farid kepada BBC News Indonesia.
Sumber gambar, Dok. Unhas
Keterangan gambar,
Leang Paninnge sejak 2019 ditetapkan sebagai cagar budaya
Saat ini, catatan dari direktorat kebudayaan terdapat 90.000 situs sejarah di Indonesia. Namun baru sekitar 10-15% yang sudah diteliti dengan kaidah-kaidah ilmiah. “Jadi kita masih punya banyak sekali pekerjaan rumah, dan memang ada rencana dari pemerintah untuk membuat pusat konservasi,” lanjut Hilmar.
Terlebih lagi di masa pandemi, banyak anggaran yang dialihkan untuk prioritas kesehatan, sehingga “saat ini memang fokuksnya pada perlindungan. Jadi mengamankan saja terlebih dahulu.”
Indonesia sebagai ‘melting pot’ segala ras manusia
Bagi Iwan Sumantri, temuan ini menambah keyakinannya yang sudah lebih dari tiga dekade menjadi arkeolog bahwa Indonesia merupakan “melting pot” atau kuali percampuran ras manusia seluruh dunia.
“Indonesia menjadi melting pot, daerah percampuran, sehingga tidak ada satu pun etnis yang mengatakan diri, atau mengatakan saya adalah asli Indonesia,” katanya.
Ia menyusun hal ini sejak mulai dari kedatangan ras Austromelanesoid, Austronesia [melayu], pecampuran genetik Denisovan dan Neanderthal, Mongoloid, India, Persia sampai Eropa.
Keterangan gambar,
Leang Tedongnge, keberadaannya tersembunyi di antara perbukitan karst Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
“Ras besar ini kemudian memberikan warna, kepada Indonesia mereka datang kemudian membawa budaya masing-masing, kemudian kita anut. Jadi pengetahuan arkeologi, memberikan kesadaran kepada saya soal keindonesiaan,” kata Iwan.
Saat ini terdapat 4-5 kerangka manusia prasejarah yang menunggu untuk diteliti lebih jauh. Menguak misteri asal-usul mereka bergantung dari kerja sama dari lembaga atau institusi penelitian dari luar negeri. Tanpa itu, kemungkinan mereka akan menunggu selamanya di tempat aman, dan tak direkam dalam sejarah.
eramuslim.com – Hasil survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) bersama Party Watch Institute mengungkap tingkat penerimaan program vaksinasi di tiap partai politik. Ditemukan bahwa terdapat konstituen di tiga partai politik yang masih cukup banyak menolak vaksinasi Covid-19.
“Ada tiga partai yang menurut kami perlu dari data temuan ini mungkin perlu effort lebih ya,” ucap Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/9).
Berdasarkan hasil survei ditemukan bawha sebanyak 83,3 persen konstituen Partai Berkarya tidak mau divaksinasi Covid-19. Kemudian, sebanyak 61,4 persen konstituen PKS dan 66,7 persen konstituen Partai Hanura juga masih menolak vaksinasi Covid-19.
“Berkarya yang tidak mau divaksin itu 83,3 persen. Kemudian, konstituen PKS itu yang tidak mau 61,4 persen, dan konstituen Hanura 66,7 persen,” ucap dia.
Adapun survei yang dilakukan terhadap 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas ini dilaksanakan pada 19-26 Agustus 2021. Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Teknik pintu belakang baru yang disebut SideWalk, terlihat dalam kampanye yang menargetkan media dan pengecer AS akhir bulan lalu, telah dikaitkan dengan musuh yang sudah ada cukup lama: yaitu, kelompok spionase Grayfly yang terkait dengan China.
Undang-Undang Kontrak Asuransi Konsumen 2019 (CICA) ditandatangani menjadi undang-undang Irlandia pada 26 Desember 2019. Ketentuan Tahap 1 dimulai pada: 1 September 2020.
Kami telah merangkum di bawah ketentuan Tahap 2 yang mulai berlaku pada 1 September 2021 dan telah mengomentari dampaknya terhadap perusahaan asuransi. Ketentuan ini akan berlaku untuk semua kebijakan konsumen yang dibuat dan diperbarui sejak tanggal tersebut. Yang paling penting, konsumen termasuk bisnis dengan omset tahunan kurang dari €3 juta.
Tahap 2 – September 2021
Ketentuan Tahap 2 yang akan datang meliputi:
Bagian 8 – Kewajiban pengungkapan
Salah satu perubahan paling radikal yang diperkenalkan CICA adalah terkait dengan kewajiban pengungkapan. ‘Kewajiban itikad baik’ yang sudah berlangsung lama digantikan oleh kewajiban pemegang polis untuk menjawab pertanyaan spesifik yang diajukan oleh perusahaan asuransi dengan jujur dan dengan kehati-hatian yang wajar (dengan mengacu pada ‘konsumen rata-rata’).
Ada kewajiban bagi perusahaan asuransi untuk mengajukan pertanyaan yang tidak ambigu dalam bahasa yang sederhana dan dapat dipahami. Penanggung juga harus menghindari mengajukan pertanyaan terbuka.
Selanjutnya, pemegang polis tidak diharapkan untuk memberikan informasi tambahan secara sukarela di atas apa yang diminta dari mereka.
Penanggung dianggap telah melepaskan kewajiban pengungkapan lebih lanjut dari pihak pemegang polis ketika gagal menyelidiki jawaban yang hilang/tidak lengkap, meskipun ini tidak berlaku untuk jawaban yang diberikan secara curang atau ceroboh.
Penanggung perlu menilai kata-kata kebijakan mereka saat ini dengan hati-hati sehubungan dengan tugas baru ini.
Bagian 9 dan Bagian 18– Solusi yang proporsional untuk misrepresentasi
CICA mengakui hak perusahaan asuransi untuk menolak membayar klaim dan menghindari kontrak asuransi di mana jawaban yang diberikan oleh konsumen melibatkan pernyataan keliru yang curang atau jika perilaku konsumen melibatkan penipuan dalam bentuk apa pun. Penyajian keliru yang curang adalah representasi yang diketahui konsumen salah atau menyesatkan, atau secara sadar mengabaikan apakah itu salah atau menyesatkan.
Bila jawaban yang diberikan melibatkan kesalahan penyajian yang lalai, ganti rugi yang tersedia bagi perusahaan asuransi harus mencerminkan apa yang akan dilakukan oleh perusahaan asuransi, seandainya ia sepenuhnya menyadari faktanya, dan harus proporsional (misalnya, peningkatan premi daripada deklinasi).
Penanggung tidak dapat menghindari kontrak asuransi di mana konsumen membuat pernyataan keliru yang tidak bersalah.
Selain itu, di mana mengeklaim mengandung informasi yang tidak benar atau menyesatkan, penanggung berhak menolak membayar klaim dan mengakhiri kontrak. Tidak ada kewajiban untuk mengembalikan premi yang telah dibayarkan.
Bagian 12– Peningkatan hak konsumen saat perpanjangan
Penanggung wajib memberikan jadwal premi dan klaim lima tahun terakhir kepada konsumen pada saat perpanjangan.
Penanggung harus hidup untuk ini ketika mengeluarkan dokumen kebijakan kepada konsumen.
Bagian 14(1)-(5) – Kewajiban tertanggung dan penanggung saat perpanjangan
Tertanggung tidak berkewajiban untuk mengungkapkan atau memberikan informasi secara sukarela pada saat pembaruan, kecuali jika perusahaan asuransi meminta informasi lebih lanjut, melalui pertanyaan tertentu di atas kertas atau media tahan lama lainnya, atau perusahaan asuransi meminta tertanggung untuk memperbarui informasi yang diberikan sebelumnya.
Penanggung harus meminta setiap/semua informasi yang mereka perlukan pada saat pembaruan, dan tidak dapat mengharapkan bahwa informasi ini akan diberikan secara sukarela oleh tertanggung.
Komentar
Sama seperti dampak Undang-Undang Asuransi Konsumen Inggris (Pengungkapan dan Representasi) 2012 dan Undang-Undang Asuransi 2015 terhadap perusahaan asuransi Inggris yang menjalankan bisnis, perubahan yang diperkenalkan oleh CICA akan berdampak signifikan pada perusahaan asuransi yang menjalankan bisnis di Irlandia.
Semua perusahaan asuransi yang menulis bisnis ‘konsumen’ di Irlandia disarankan untuk:
Perbarui dan sesuaikan semua formulir proposal (sehingga informasi spesifik yang relevan dengan penjaminan risiko dicari) dan prosedur untuk penjualan telepon dan online.
Perbarui kata-kata polis dan dokumentasi terkait, termasuk dokumen informasi produk asuransi (IPID).
Berhati-hatilah dengan kewajiban perusahaan asuransi untuk menyelidiki jawaban yang tidak ada atau jelas tidak lengkap atas pertanyaan pada proposal atau pembaruan.
Lakukan tinjauan tentang cara di mana proses pra dan pasca kontrak mereka beroperasi.
Menangani klaim secepat dan seadil mungkin.
Untuk informasi lebih lanjut tentang perubahan utama yang diperkenalkan oleh CICA, silakan baca briefing Mei 2020 dan Juli 2020 kami di sini dan di sini.
Oleh: Batinta Oktavianus P. MelialaMahasiswa Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta Manusia adalah makhluk ciptaan yang telah dikaruniai pikiran oleh Sang Pencipta. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi dari pemikiran yaitu proses, cara, perbuatan memikir, sedangkan yang dimaksud dengan pikiran yaitu hasil berpikir (memikirkan), akal, ingatan, akal (dalam arti
Berikut tiga berita pilihan dari dunia olahraga dalam Top 3 Sports:
Lionel Messi mengaku bahwa kariernya di timnas Argentina penuh penderitaan dan tekanan. Karena itu trofi Copa America 2021 sangat berharga.
Di level klub, Messi sudah bergelimang prestasi sejak usia muda. Hal itu yang membuat suporter Argentina menaruh banyak harapan pada dirinya.
Hal itu yang membuat Messi sangat gembira ketika Argentina akhirnya juara Copa America 2021.
“Setelah banyak penderitaan, mengangkat sesuatu [trofi] bersama tim nasional tentu spesial. Ada sejumlah wartawan yang menganggap saya sebagai sosok gagal dan tidak meresapi kostum timnas Argentina,” ucap Messi dikutip dari Mundo Albiceleste
FK Senica memamerkan gol indah bintang muda Indonesia Egy Maulana Vikri pada sesi latihan tim yang diunggah di Instagram.
Egy Maulana sudah mulai menjalani latihan bersama Senica sejak resmi gabung pada 31 Agustus 2021. Kehadiran Egy Maulana di klub langsung terasa lewat lonjakan follower di Instagram Senica.
Salah satu unggahan di Insta Story klub adalah aksi Egy Maulana Vikri. Dalam salah satu momen latihan menembak ke gawang, Egy berhasil mencetak gol indah lewat tendangan kaki kiri terukur yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Gol yang dicetak Egy tergolong spesial, sebab dua penendang sebelumnya masih bisa dibendung kiper Senica. Sementara tendangan melengkung Egy ke arah pojok kanan atas gawang tak mampu dibendung kiper.
Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, mengungkapkan sebuah penyesalan jelang melawan Bolivia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL di Stadion Monumental, Buenos Aires, Jumat (10/9) pagi WIB.
Stadion El Monumental sebenarnya bisa menampung sekitar 57 ribu penonton. Akan tetapi, pandemi Covid-19 membuat hanya 17 ribu penonton atau sekitar 30 persen dari kapasitas stadion yang bisa datang menyaksikan duel Argentina vs Bolivia.
Messi menyayangkan kondisi ini. Padahal, antusiasme suporter untuk bisa hadir ke stadion begitu besar karena La Albiceleste baru saja meraih gelar Copa America 2021, gelar pertama mereka dalam kurun waktu 28 tahun terakhir.
“Sayang sekali stadion tidak bisa penuh karena situasi di dunia ini akibat pandemi,” ujar Messi kepada ESPN seperti dilansir dari AP.