Indonesia dan Australia Tandatangani Tiga Nota Kesepahaman

MENTERI Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengadakan pertemuan 2+2 dengan Menlu Australia Marise Payne dan Menhan Australia Peter Dutton pada Kamis (9/9) di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Retno mengatakan bahwa Indonesia dan Australia telah menandatangani tiga nota kesepahaman (MoU).

“Dalam kunjungan Menteri Payne dan Menteri Dutton dilakukan penandatanganan tiga MoU, yaitu MoU Penanggulangan Terorisme dan Ekstremisme Kekerasan, MoU Kerjasama Siber dan Pengembangan Teknologi Siber, dan Pengaturan Kerja Sama Pertahanan yang baru saja ditandatangani oleh kedua Menteri Pertahanan,” kata Retno dalam konferensi pers daring, Kamis (9/9).

Selain itu, Retno dan Payne juga menandatangani MoU tentang Kerjasama Trilateral dengan Negara-negara Pasifik. Retno optimis, kerja sama tersebut dapat meningkatkan kontribusi bagi pembangunan ekonomi dan manusia di kawasan.

“Saya yakin bahwa MoU tentang Kerjasama Trilateral dengan Negara-negara Pasifik yang saya dan Menteri Luar Negeri Payne tandatangani hari ini memberikan platform untuk kontribusi bersama yang lebih besar bagi pembangunan ekonomi dan manusia di kawasan,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Retno kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Pasifik, termasuk melalui Pacific Island Forum (PIF).

“Dalam konteks ini, saya sangat menghargai dukungan Australia untuk 2nd Pacific Exposition yang akan diselenggarakan secara virtual oleh Indonesia pada bulan Oktober dan akan memberikan kesempatan bagi Negara-negara Pasifik untuk memperkuat kerjasama ekonomi dan people to people,” tandasnya. (Aiw/OL-09)


Source link

Jerome Boateng Didenda Rp 29,5 Miliar karena Aniaya Mantan Tunangan

Jerome Boateng Didenda Rp 29,5 Miliar karena Aniaya Mantan Tunangan
Jerome Boateng, bek Bayern Muenchen. Foto: Christof STACHE/AFP

Mantan pemain Manchester City, Jerome Boateng, didenda 1,5 juta pounds (setara Rp 29,5 miliar) oleh pengadilan di Muenchen setelah dinyatakan bersalah menganiaya mantan tunangannya.

Dilaporkan Daily Mail, Boateng dihukum karena menyerang Sherin Senler selama liburan di Karibia pada tiga tahun lalu, tetapi ia menghindari kemungkinan hukuman penjara lima tahun.

Pada Kamis (9/9) lalu, Senler yang merupakan ibu dari putri kembarnya mengatakan di pengadilan bahwa Boateng menggigitnya, meludahkan darah ke wajahnya, dan meninju perutnya.

Jerome Boateng Didenda Rp 29,5 Miliar karena Aniaya Mantan Tunangan (1)
Melihat sesi latihan terakhir Hansi Flick, David Alaba, Javi Martinez dan Jerome Boateng bersama Bayern Muenchen. Foto: Dok. Bayern Muenchen

Boateng sebelumnya telah membantah semua tuduhan yang ditujukan kepadanya. Mantan pemain Bayern Muenchen ini mengeklaim bahwa Senler yang menyerangnya.

Boateng dihukum karena menyebabkan cedera serius kepada Senler dan menghinanya dalam sebuah insiden saat mereka sedang berlibur di Kepulauan Turks dan Caicos, Karibia, 2018 lalu.

Dengan begitu, Boateng diberikan dengan 1,5 juta pounds (setara Rp 29,5 miliar) yang merupakan denda finansial tertinggi yang dapat dikenakan oleh Pengadilan Distrik Muenchen.

Jaksa Stefanie Eckert sebelumnya menyerukan hukuman penjara 18 bulan dan denda 1,2 juta pounds (setara Rp 23,6 miliar) untuk sebuah kasus yang dilabeli 'Toxic Relationship'.

Jerome Boateng Didenda Rp 29,5 Miliar karena Aniaya Mantan Tunangan (2)
Pemain Bayern Muenchen David Alaba (kiri) dan Jerome Boateng melakukan pemanasan saat menjalani sesi latihan di Saebener Strasse,Muenchen, Jerman. Foto: REUTERS/Andreas Gebert

Menurut laporan Bild pada tahun lalu, Boateng diduga telah melempar tatakan lilin ke Senler saat sedang berlibur. Perwakilannya menyatakan bahwa tuduhan itu tidak terbukti.

Boateng mengatakan kepada pengadilan bahwa ketika Senler menjadi agresif terhadapnya, ia mendorongnya menjauh. Ia juga mengaku hanya melempar bantal sehingga tatakan lilin itu juga jatuh.

Menurut surat kabar Jerman Bild, Boateng mengatakan kepada pengadilan bahwa ketika Senler menjadi agresif terhadapnya, dia mendorongnya menjauh darinya, menyebabkannya jatuh.

Mantan pemain Timnas Jerman itu mengaku liburan berjalan dengan damai dan menyenangkan sampai terjadi pertengkaran karena permainan kartu.

Source link

Masa Depan Green Economy di Indonesia

MASYARAKAT internasional di berbagai negara sudah menunjukkan kepeduliannya terhadap aspek lingkungan hidup sebagai bagian penting dari keberadaan generasi manusia berikutnya yang akan hidup di bumi ini. Kepedulian itu bahkan telah didukung PBB untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat internasional, mengenai pentingnya memelihara dan menjaga bumi beserta lingkungan hidup di dalamnya.

Tujuan dimaksud mendapatkan respons yang positif dari pemerintahan di hampir 143 negara, ribuan korporasi besar dan multinasional, jutaan penggiat lingkungan hidup, ribuan LSM, ratusan akademisi, maupun para selebritas internasional.

Perlunya kita menjaga lingkungan hidup bisa dilihat dari berbagai sudut pandang yang berbeda. Pertama, dari sudut lingkungan sendiri, bumi beserta isinya mengalami berbagai perubahan sebagai akibat eksplorasi dan eksploitasi manusia sehingga menimbulkan dampak kerusakan relatif besar dan sulit diperbaiki maupun direhabilitasi. Pembangunan gedung pencakar langit yang menimbulkan efek rumah kaca dan polusi dari hasil pengolahan pabrik, merupakan contoh nyata yang kita hadapi sehari-hari.

Kedua dilihat dari sisi sosial, lingkungan hidup harus terus dijaga dan dipelihara keberadaannya, agar generasi manusia berikutnya yang akan menjadi penghuni bumi tetap dapat menikmati kehidupan di bumi beserta isinya seterusnya.

Ketiga dari sudut pandang ekonomi, pengelolaan SDA beserta lingkungannya, harus mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan umat manusia, tanpa harus mengabaikan faktor alam dan merusak lingkungan. Semangat pentingnya menjaga lingkungan hidup itu diperkuat pendapat Sekjen PBB Antonio Guterres yang menyatakan, “We need a green economy not a grey economy.

Dengan demikian, green economy mempunyai peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi global yang berwawasan lingkungan. Pentingnya green economy itu pada akhirnya dijabarkan lebih konkret dalam beberapa isu turunan terkait dengan aspek environmental, social, and governance (ESG), yang saat ini menjadi isu hangat dan terkini di hampir semua negara.

 

Green economy dan circular economy

Dalam paparan konsep, orang sering menganggap green economy sama dengan circular economy. Selintas keduanya memang memiliki persamaan, yaitu bagaimana memanfaatkan dan mengelola bumi beserta isinya untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Namun demikian, keduanya memiliki fokus berbeda dalam mencapai tujuannya.

Konsep green economy bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengharmonisasikan kesejahteraan masyarakat, dengan kelestarian SDA agar pembangunan ekonomi terus berkelanjutan, sedangkan konsep circular economy lebih mengedepankan pemanfaatan proses daur ulang sehingga barang-barang yang telah diproduksi tidak perlu dibuang, bisa diregenasikan kembali menjadi barang baru.

 

Perlunya green economy

Melihat pentingnya menjaga kelangsungan lingkungan hidup untuk kesejahteraan umat manusia, baik untuk generasi sekarang maupun generasi berikutnya, kegiatan ekonomi yang memproduksi barang dan membuka lapangan kerja tidak boleh mengganggu kelestarian alam.

Kegiatan produksi di sektor ekonomi sedapat mungkin menggunakan sumber energi yang ramah lingkungan, mampu mencegah kerusakan ekosistem, dan mengurangi emisi karbon. Untuk itulah, green economy diperlukan dalam rangka mendukung kesejahteraan manusia maupun kulitas hidup yang lebih baik.

Kita berharap visi pembangunan nasional ke depan harus berbasis green economy, untuk menjaga keseimbangan, antara meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga kelestarian alam. Kita berharap pembangunan ekonomi makro yang dijalankan pemerintah sudah mengadopsi prinsip-prinsip green economy dalam implementasi di lapangan.

Prinsip-prinsip green economy telah disusun PBB, dalam pertemuan The UN High Level Forum on Sustainable Development di New York, pada 16 Juli 2019. Lima prinsip yang menjadi acuan semua negara yang ingin membangun perekonomiannya berbasis green economy. Prinsip pertama, green economy harus mampu menciptakan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia.

Kedua green economy harus dapat menciptakan kesetaraan, baik dalam satu periode generasi maupun dengan generasi berikutnya. Ketiga green economy harus mampu menjaga, memulihkan, dan berinvestasi di berbagai kegiatan yang berbasis sumber alam. Keempat green economy diharapkan mampu mendukung tingkat konsumsi maupun produksi yang berkelanjutan. Kelima pelaksanaan green economy harus didukung adanya kelembagaan yang kuat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan.

 

Kesiapan Indonesia

Melihat pentingnya peran green economy itu, sudah selayaknya pemerintah menjadikan isu ESG sebagai salah satu acuan pembangunan ekonomi nasional ke depan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia bukan hanya dicapai dengan mengeksplorasi dan mengeksploitasi SDA, melainkan juga harus menjaga keberlanjutan SDA yang tersedia.

Generasi manusia yang hidup saat ini tidak boleh terlalu egois dengan menguras semua SDA yang ada sampai habis. Mereka harus memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap kelangsungan semua generasi bangsa Indonesia yang makmur dan sejahtera. Dengan menjaga keseimbangan itu, generasi berikutnya dapat menikmati segala SDA yang ada saat ini.

Pemerintah telah memiliki beberapa ketentuan dalam mendukung green economy. Antara lain, UU No 32/2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, UU No 18/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan, UU No 16/2016 tentang Pengesahan Paris Agreement terkait Perubahan Iklim, dan juga peraturan-peraturan lainnya.

Di satu sisi, kita telah memiliki ketentuan-ketentuan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Namun, di sisi lain kita belum memiliki visionary maupun cita-cita mengenai arah green economy dalam jangka panjang seperti apa. Eksosistem pengaturan nasional yang kita miliki belum sepenuhnya mencakup semua aspek dari ESG.

Memang diperlukan komitmen yang kuat dari semua pihak untuk menjalankan ESG itu. Diperlukan leadership yang kuat dari pemerintah dan juga kebijakan terstruktur ke depan terkait dengan green economy, agar ESG dapat dilaksanakan dalam semua sektor kehidupan. Sebagai negara besar dengan kekayaan alam yang melimpah, serta dukungan 270 juta penduduk, sudah saatnya kita memiliki arah yang jelas dalam penerapan ESG itu. Oleh karena itu, sudah saatnya kita memiliki cetak biru ataupun peta jalan mengenai masa depan green economy di Indonesia.

Beberapa negara telah memiliki cetak biru terkait dengan green economy, seperti Singapura, memiliki The Green Plan 2030, Thailand telah menyusun rencana strategis yang disebut The Bio, Circular and Green Economy 2021-2026 guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Lalu, Vietnam mempunyai Vietnam Green Growth Strategy dengan jangka waktu 2011-2050.

Dengan memiliki cetak biru terkait dengan green economy, negara-negara itu telah memiliki pedoman dan arah yang lebih jelas mengenai tujuan jangka panjang yang akan dicapai, bagaimana strategi mencapai tujuan, dan tahap implementasinya. Dengan demikian, tujuan jangka panjang untuk mencapai target green economy itu dapat dilakukan dengan lebih baik, terencana, dan sistematis.

Disamping itu, dengan melihat betapa pentingnya peran green economy dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, sudah selayaknya pemerintah juga memberikan insentif kepada para pelaku usaha yang mengadopsi faktor-faktor ESG dalam kegiatan usaha mereka. Salah satunya, dengan memberikan insentif tarif pajak yang lebih rendah. Sebaliknya, bagi kegiatan usaha korporasi yang menghasilkan emisi karbon yang sangat besar, dapat diganjar dengan tarif pajak yang lebih tinggi.

Di samping itu, industri perbankan juga dapat memberikan pinjaman dengan suku bunga lebih murah, bagi korporasi yang telah mengadopsi skema ESG itu. Dengan berbagai insentif yang menarik itu diharapkan prospek ekonomi hijau di Indonesia dapat mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan untuk generasi penerus.

 

Tulisan ini merupakan pendapat pribadi


Source link

Pertaruhan Arab Saudi

DALAM momen peringatan serangan terorisme paling akbar yang menghantam Amerika Serikat (AS) pada 11 September 2001, Arab Saudi kembali mendapatkan ‘tamparan politik’ akibat kebijakan AS. Sebagaimana dimaklumi, Presiden AS Joe Biden akhirnya menandatangani perintah eksekutif untuk membuka dokumen terkait serangan terorisme yang menyerang simbol kekuasaan AS itu (03/09).

Beberapa hari kemudian (8/9), Kedutaan Arab Saudi di AS menyampaikan pernyataan yang pada intinya mendukung keputusan Presiden AS untuk membuka dokumen terkait serangan 11 September 2001. Melalui pernyataan yang ada, Arab Saudi juga menegaskan negara itu tidak terlibat dengan serangan yang dilakukan Al-Qaeda tersebut (CNNIndonesia.com, 9/9).

Sebagaimana dimaklumi, sebagian dari pelaku serangan 11 September 2001 berkebangsaan Arab Saudi, termasuk Osama bin Laden. Apabila indikasinya cukup kuat, hal ini akan menjadi persoalan yang tidak ringan bagi Arab Saudi, baik secara hukum maupun politik. Secara hukum, berdasarkan Justice Against Sponsors of Terrorism Act (JASTA) yang berlaku di AS, keluarga korban bisa menuntut negara yang terlibat dalam serangan terorisme. Sementara itu, secara politik, kondisi ini akan semakin menyulitkan hubungan Arab Saudi dengan AS, khususnya di bawah kepemimpinan Joe Biden yang sangat menekankan terkait persoalan HAM dan demokrasi.

Bukan kali ini saja Arab Saudi mendapatkan dampak dari kebijakan AS, khususnya semenjak Joe Biden menjadi Presiden AS. Beberapa bulan lalu, AS juga membuka laporan intelijen yang menuduh Putra Mahkota Arab Saudi, Muhammad bin Salman (MBS), berada di balik pembunuhan keji terhadap wartawan senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi (27/2).

Melalui jaringan politik dan media yang dikuasai, Arab Saudi menolak keras tuduhan AS di atas sembari menegaskan independensi hukum Arab Saudi yang telah menegaskan MBS tidak terlibat dalam pembunuhan keji tersebut. Bahkan, beberapa media di bawah jaringan Arab Saudi menegaskan adanya dukungan dari ‘dunia Islam’ dan ‘negara-negara Arab’ terhadap sikap Arab Saudi (aawsat.com, 28/2).

Pengumuman laporan intelijen AS terkait pembunuhan keji terhadap Jamal Khashoggi (2018) dan laporan terkait serangan 11 September 2001 menjadi salah satu bukti awal terkait janji perubahan kebijakan politik luar negeri AS di bawah kepemimpinan Joe Biden.

Berkali-kali Joe Biden menegaskan bahwa persoalan HAM dan demokrasi akan mendapatkan perhatian yang serius dari pemerintahannya. Hal ini berbeda dengan pemerintahan AS sebelumnya (di bawah kepemimpinan Trump) yang tidak terlalu memerhatikan persoalan HAM dan demokrasi. Bahkan, laporan intelijen AS terkait persoalan ini tidak dipublikasikan pada masa pemerintahan Trump.

 

Penuh beban

Dalam hemat penulis, Arab Saudi sejak awal mengetahui bahwa kepemimpinan Biden akan sangat berbeda dengan Trump, khususnya terkait persoalan demokrasi dan HAM. Bila boleh memilih, Arab Saudi justru akan lebih memilih Trump yang memimpin AS (kembali) daripada Biden mengingat Trump tidak terlalu perhatian dengan persoalan HAM dan demokrasi yang justru menjadi kelemahan terkuat Arab Saudi.

Itu sebabnya sampai detik-detik akhir pemilihan presiden AS mutakhir, Arab Saudi beserta negara-negara Arab Teluk lainnya memberikan semua dukungannya untuk kemenangan Trump. Apalah daya, Trump tetap kalah, bahkan kalah dengan keadaan yang sangat mengenaskan.

Dalam catatan penulis, sejak kemenangan Biden sebagai pemimpin baru AS, kebijakan politik luar negeri Arab Saudi berjalan dengan penuh beban. Ibarat dalam permainan sepak bola, Arab Saudi tampak menjalankan politik luar negerinya dengan penuh beban dan cukup tertekan. Beberapa langkah antisipasi tetap dilakukan dalam rangka ‘menyelamatkan yang bisa diselamatkan’ dan berupaya agar situasinya tidak semakin buruk bagi Arab Saudi.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) antara negara-negara Arab Teluk yang dilaksanakan di Arab Saudi pada awal tahun ini (5/1) bisa dijadikan sebagai salah satu contoh dari upaya yang tetap dilakukan Arab Saudi untuk menyelamatkan yang bisa diselamatkan, khususnya mengantisipasi kepemimpinan AS di bawah pemerintahan Biden.

Sebagaimana dimaklumi, Arab Saudi tampak sangat berambisi mengakhiri krisis politiknya dengan Qatar walaupun sebagian negara Arab Teluk lain mungkin tidak terlalu bahagia dengan kembalinya Qatar tersebut. Bahkan, Arab Saudi rela membuka kembali perbatasannya (udara, laut, dan darat) dengan Qatar sebelum KTT dilaksanakan. Inilah yang diduga kuat berhasil meyakinkan pemerintahan Qatar untuk datang ke KTT tersebut dan melakukan rekonsiliasi dengan negara-negara Arab Teluk yang lain.

Bagi Arab Saudi, rekonsiliasi Arab Teluk ini sangat penting untuk menghadapi perkembangan politik regional dan global setelah Joe Biden memimpin AS menggantikan Trump. Rekonsiliasi ini menjadi pelengkap tiga ‘kartu sakti’ Arab Saudi dalam menghadapi segala kemungkinan yang mungkin terjadi, yaitu kartu Arab Teluk, kartu negara-negara Arab, dan kartu dunia Islam.

 

Kalah untuk menang

Hanya beberapa hari semenjak Biden menjadi pemimpin AS, Arab Saudi sudah merasakan ‘pahitnya’ AS di bawah pemerintahan Biden. Sebagaimana dimaklumi, pada 4 Januri 2020, Biden mengatakan bahwa di bawah pemerintahannya, AS tidak akan mendukung lagi perang di Yaman yang dilakukan Arab Saudi bersama negara-negara koalisinya. “Perang di Yaman harus diakhiri,” kata Joe Biden sebagaimana dikutip bbc.com (5/1). Bahkan, AS mencabut label kelompok teroris terhadap kelompok Houthi (16/2) yang berkuasa di Yaman dan berperang dengan Arab Saudi beserta koalisinya.

Secara diplomatis, Arab Saudi tentu menyambut baik keputusan pemerintahan baru AS di atas terlebih lagi ditekankan bahwa negara adidaya itu akan tetap mendukung Arab Saudi dari serangan musuh-musuhnya. Namun, alih-alih menyenangkan, secara lebih terbuka, keputusan pemerintahan baru AS di atas hampir pasti akan dipahami sebagai ‘langkah mundur’ yang sangat signifikan bagi Arab Saudi mengingat status Arab Saudi yang selama ini menjadi sekutu AS dan hampir memberikan segalanya kepada ‘Negeri Paman Sam’. Terlebih khusus lagi bila dilihat dari hubungan Arab Saudi-AS dalam pemerintahan Trump yang acap memanjakan ‘hasrat perang’ negara kaya minyak itu, khususnya dalam menghadapi Iran dan pendukung-pendukungnya.

Dari semua ‘serangan’ yang dilakukan AS terhadap Arab Saudi (termasuk persoalan serangan 11 September 2001), kasus pembunuhan Jamal Khashoggi tampaknya menjadi pertarungan yang harus dimenangi Arab Saudi. Itu sebabnya Arab Saudi melakukan perlawanan total atas laporan intelijen AS yang menuduh MBS berada di balik pembunuhan Jamal Khashoggi.

Dari tiga kartu politik yang dimiliki, tampaknya kartu ‘negara-negara Arab’ dan kartu ‘dunia Islam’ sudah dimainkan Arab Saudi. Dalam beberapa waktu ke depan, sangat besar kemungkinan Arab Saudi juga akan menggunakan kartu politik negara-negara Arab Teluk hingga Arab Saudi bisa memenangi pertarungan yang ada.

Ini pertaruhan sekaligus pertarungan mati hidup bagi Arab Saudi, khususnya MBS sebagai Putra Mahkota yang akan menggantikan Raja Salman. Bila gagal memenangi pertarungan ini, Arab Saudi berpotensi mengalami krisis politik internal yang sangat dalam, yaitu krisis terkait dengan pengganti Raja Salman. MBS dan Raja Salman sudah pasti tidak menghendaki ini terjadi. Bahkan, AS pun belum tentu menginginkan hal ini juga terjadi mengingat strategisnya hubungan antara AS dan Arab Saudi selama ini.


Source link

Perempuan misterius 7.200 tahun di Sulawesi, temuan terbaru yang ‘menambah warna ras kepada Indonesia’

Manusia purba

Sumber gambar, Dok. Unhas

Keterangan gambar,

Temuan rangka manusia prasejarah di Sulawesi mengungkap nenek moyang orang Indonesia.

Kepingan misteri siapa nenek moyang Indonesia satu per satu mulai terkuak.

Temuan terbaru kerangka manusia yang sejauh ini diyakini tertua ada di Sulawesi dan dibuktikan sebagai manusia modern gelombang awal yang menduduki Nusantara. Ini sekaligus menambah teka-teki baru bagi kalangan ilmuan untuk menelusuri asal-usulnya.

Namun, rasa penasaran harus terhenti sejauh ini, karena masih terdapat 4-5 kerangka manusia prasejarah lainnya yang ditemukan, tapi belum diteliti karena persoalan anggaran.

Baca juga:

Sore itu, Profesor Akin Duli meloncat-loncat kegirangan setelah menutup sambungan telepon. Sekretarisnya sampai keheranan, tertawa dan bertanya-tanya.

Source link

Konstituen Partai Apa yang Paling Banyak Menolak Vaksin ?

Survei Median: Konstituen PKS Termasuk Paling Banyak Menolak Vaksin

Proses vaksinasi/Net

eramuslim.com – Hasil survei yang dilakukan Media Survei Nasional (Median) bersama Party Watch Institute mengungkap tingkat penerimaan program vaksinasi di tiap partai politik. Ditemukan bahwa terdapat konstituen di tiga partai politik yang masih cukup banyak menolak vaksinasi Covid-19.



 “Ada tiga partai yang menurut kami perlu dari data temuan ini mungkin perlu effort lebih ya,” ucap Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam konferensi pers virtual, Kamis (9/9).

Berdasarkan hasil survei ditemukan bawha sebanyak 83,3 persen konstituen Partai Berkarya tidak mau divaksinasi Covid-19. Kemudian, sebanyak 61,4 persen konstituen PKS dan 66,7 persen konstituen Partai Hanura juga masih menolak vaksinasi Covid-19.

“Berkarya yang tidak mau divaksin itu 83,3 persen. Kemudian, konstituen PKS itu yang tidak mau 61,4 persen, dan konstituen Hanura 66,7 persen,” ucap dia.

Adapun survei yang dilakukan terhadap 1.000 responden berusia 17 tahun ke atas ini dilaksanakan pada 19-26 Agustus 2021. Responden dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dengan margin of error sebesar +/- 3 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Source link

SideWalk Backdoor Terkait dengan Grup Mata-Mata Terkait China ‘Grayfly’

Teknik pintu belakang baru yang disebut SideWalk, terlihat dalam kampanye yang menargetkan media dan pengecer AS akhir bulan lalu, telah dikaitkan dengan musuh yang sudah ada cukup lama: yaitu, kelompok spionase Grayfly yang terkait dengan China.

Source link

Undang-Undang Kontrak Asuransi Konsumen 2019: dimulainya ketentuan Tahap 2

Latar belakang

Undang-Undang Kontrak Asuransi Konsumen 2019 (CICA) ditandatangani menjadi undang-undang Irlandia pada 26 Desember 2019. Ketentuan Tahap 1 dimulai pada: 1 September 2020.

Kami telah merangkum di bawah ketentuan Tahap 2 yang mulai berlaku pada 1 September 2021 dan telah mengomentari dampaknya terhadap perusahaan asuransi. Ketentuan ini akan berlaku untuk semua kebijakan konsumen yang dibuat dan diperbarui sejak tanggal tersebut. Yang paling penting, konsumen termasuk bisnis dengan omset tahunan kurang dari €3 juta.

Tahap 2 – September 2021

Ketentuan Tahap 2 yang akan datang meliputi:

Bagian 8 – Kewajiban pengungkapan

Salah satu perubahan paling radikal yang diperkenalkan CICA adalah terkait dengan kewajiban pengungkapan. ‘Kewajiban itikad baik’ yang sudah berlangsung lama digantikan oleh kewajiban pemegang polis untuk menjawab pertanyaan spesifik yang diajukan oleh perusahaan asuransi dengan jujur ​​dan dengan kehati-hatian yang wajar (dengan mengacu pada ‘konsumen rata-rata’).

Ada kewajiban bagi perusahaan asuransi untuk mengajukan pertanyaan yang tidak ambigu dalam bahasa yang sederhana dan dapat dipahami. Penanggung juga harus menghindari mengajukan pertanyaan terbuka.

Selanjutnya, pemegang polis tidak diharapkan untuk memberikan informasi tambahan secara sukarela di atas apa yang diminta dari mereka.

Penanggung dianggap telah melepaskan kewajiban pengungkapan lebih lanjut dari pihak pemegang polis ketika gagal menyelidiki jawaban yang hilang/tidak lengkap, meskipun ini tidak berlaku untuk jawaban yang diberikan secara curang atau ceroboh.

Penanggung perlu menilai kata-kata kebijakan mereka saat ini dengan hati-hati sehubungan dengan tugas baru ini.

Bagian 9 dan Bagian 18 – Solusi yang proporsional untuk misrepresentasi

CICA mengakui hak perusahaan asuransi untuk menolak membayar klaim dan menghindari kontrak asuransi di mana jawaban yang diberikan oleh konsumen melibatkan pernyataan keliru yang curang atau jika perilaku konsumen melibatkan penipuan dalam bentuk apa pun. Penyajian keliru yang curang adalah representasi yang diketahui konsumen salah atau menyesatkan, atau secara sadar mengabaikan apakah itu salah atau menyesatkan.

Bila jawaban yang diberikan melibatkan kesalahan penyajian yang lalai, ganti rugi yang tersedia bagi perusahaan asuransi harus mencerminkan apa yang akan dilakukan oleh perusahaan asuransi, seandainya ia sepenuhnya menyadari faktanya, dan harus proporsional (misalnya, peningkatan premi daripada deklinasi).

Penanggung tidak dapat menghindari kontrak asuransi di mana konsumen membuat pernyataan keliru yang tidak bersalah.

Selain itu, di mana mengeklaim mengandung informasi yang tidak benar atau menyesatkan, penanggung berhak menolak membayar klaim dan mengakhiri kontrak. Tidak ada kewajiban untuk mengembalikan premi yang telah dibayarkan.

Bagian 12 – Peningkatan hak konsumen saat perpanjangan

Penanggung wajib memberikan jadwal premi dan klaim lima tahun terakhir kepada konsumen pada saat perpanjangan.

Penanggung harus hidup untuk ini ketika mengeluarkan dokumen kebijakan kepada konsumen.

Bagian 14(1)-(5) – Kewajiban tertanggung dan penanggung saat perpanjangan

Tertanggung tidak berkewajiban untuk mengungkapkan atau memberikan informasi secara sukarela pada saat pembaruan, kecuali jika perusahaan asuransi meminta informasi lebih lanjut, melalui pertanyaan tertentu di atas kertas atau media tahan lama lainnya, atau perusahaan asuransi meminta tertanggung untuk memperbarui informasi yang diberikan sebelumnya.

Penanggung harus meminta setiap/semua informasi yang mereka perlukan pada saat pembaruan, dan tidak dapat mengharapkan bahwa informasi ini akan diberikan secara sukarela oleh tertanggung.

Komentar

Sama seperti dampak Undang-Undang Asuransi Konsumen Inggris (Pengungkapan dan Representasi) 2012 dan Undang-Undang Asuransi 2015 terhadap perusahaan asuransi Inggris yang menjalankan bisnis, perubahan yang diperkenalkan oleh CICA akan berdampak signifikan pada perusahaan asuransi yang menjalankan bisnis di Irlandia.

Semua perusahaan asuransi yang menulis bisnis ‘konsumen’ di Irlandia disarankan untuk:

  • Perbarui dan sesuaikan semua formulir proposal (sehingga informasi spesifik yang relevan dengan penjaminan risiko dicari) dan prosedur untuk penjualan telepon dan online.
  • Perbarui kata-kata polis dan dokumentasi terkait, termasuk dokumen informasi produk asuransi (IPID).
  • Berhati-hatilah dengan kewajiban perusahaan asuransi untuk menyelidiki jawaban yang tidak ada atau jelas tidak lengkap atas pertanyaan pada proposal atau pembaruan.
  • Lakukan tinjauan tentang cara di mana proses pra dan pasca kontrak mereka beroperasi.
  • Menangani klaim secepat dan seadil mungkin.

Untuk informasi lebih lanjut tentang perubahan utama yang diperkenalkan oleh CICA, silakan baca briefing Mei 2020 dan Juli 2020 kami di sini dan di sini.

Item terkait:

Source link

Kesombongan Pemikiran Memenjarakan Pikiran

Oleh: Batinta Oktavianus P. MelialaMahasiswa Magister Ilmu Hukum Program Pascasarjana Universitas Bung Hatta Manusia adalah makhluk ciptaan yang telah dikaruniai pikiran oleh Sang Pencipta. Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi dari pemikiran yaitu proses, cara, perbuatan memikir, sedangkan yang dimaksud dengan pikiran yaitu hasil berpikir (memikirkan), akal, ingatan, akal (dalam arti

Source link

Messi Mengaku Menderita, Senica Pamer Gol Egy

Jakarta, CNN Indonesia —

Lionel Messi mengaku menderita di timnas Argentina dan FK Senica yang pamer gol Egy Maulana Vikri jadi berita populer dalam 24 jam.

Berikut tiga berita pilihan dari dunia olahraga dalam Top 3 Sports:

Lionel Messi mengaku bahwa kariernya di timnas Argentina penuh penderitaan dan tekanan. Karena itu trofi Copa America 2021 sangat berharga.

Di level klub, Messi sudah bergelimang prestasi sejak usia muda. Hal itu yang membuat suporter Argentina menaruh banyak harapan pada dirinya.

Hal itu yang membuat Messi sangat gembira ketika Argentina akhirnya juara Copa America 2021.

“Setelah banyak penderitaan, mengangkat sesuatu [trofi] bersama tim nasional tentu spesial. Ada sejumlah wartawan yang menganggap saya sebagai sosok gagal dan tidak meresapi kostum timnas Argentina,” ucap Messi dikutip dari Mundo Albiceleste

FK Senica memamerkan gol indah bintang muda Indonesia Egy Maulana Vikri pada sesi latihan tim yang diunggah di Instagram.

Egy Maulana sudah mulai menjalani latihan bersama Senica sejak resmi gabung pada 31 Agustus 2021. Kehadiran Egy Maulana di klub langsung terasa lewat lonjakan follower di Instagram Senica.

Salah satu unggahan di Insta Story klub adalah aksi Egy Maulana Vikri. Dalam salah satu momen latihan menembak ke gawang, Egy berhasil mencetak gol indah lewat tendangan kaki kiri terukur yang selama ini menjadi ciri khasnya.

Gol yang dicetak Egy tergolong spesial, sebab dua penendang sebelumnya masih bisa dibendung kiper Senica. Sementara tendangan melengkung Egy ke arah pojok kanan atas gawang tak mampu dibendung kiper.




Banner Live Streaming MotoGP 2021

Kapten timnas Argentina, Lionel Messi, mengungkapkan sebuah penyesalan jelang melawan Bolivia dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona CONMEBOL di Stadion Monumental, Buenos Aires, Jumat (10/9) pagi WIB.

Stadion El Monumental sebenarnya bisa menampung sekitar 57 ribu penonton. Akan tetapi, pandemi Covid-19 membuat hanya 17 ribu penonton atau sekitar 30 persen dari kapasitas stadion yang bisa datang menyaksikan duel Argentina vs Bolivia.

Messi menyayangkan kondisi ini. Padahal, antusiasme suporter untuk bisa hadir ke stadion begitu besar karena La Albiceleste baru saja meraih gelar Copa America 2021, gelar pertama mereka dalam kurun waktu 28 tahun terakhir.

“Sayang sekali stadion tidak bisa penuh karena situasi di dunia ini akibat pandemi,” ujar Messi kepada ESPN seperti dilansir dari AP.

[Gambas:Video CNN]

(sry/har)


Sumber

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai