Kementan Dorong 2.000 Petani Milenial Pacu Sektor Pertanian

Suara.com – Demi mencetak petani muda, Kementerian Pertanian (Kementan) terus bergerak.  Lebih dari 2.000 petani milenial kini memiliki wadah, Duta Petani Milenial/Duta Petani Andalan (DPM/DPA). Penumbuhan petani milenial harus terus didorong secara masif dengan mengoptimalkan peran mereka untuk memacu sektor pertanian semakin melesat hebat.

“Petani milenial berperan penting dalam mendorong pengembangan jejaring usaha di wilayahnya. Saat ini telah terdata lebih dari 2.000 petani milenial yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia,” kata Mentan, Syahrul Yasin Limpo, dalam “Dukungan Kementerian Pertanian Bagi Petani Milenial”, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (9/9/2021).

Syahrul mengatakan, penguatan peran petani milenial di seluruh Indonesia dimaksudkan untuk mengkoordinasikan informasi dan program-program pembangunan di setiap kabupaten dengan cepat.

Ia berharap, dengan dukungan penuh, lembaganya dan penandatanganan kerja sama antara petani milenial dengan mitra usaha dan perbankan akan mempercepat resonansi dan penguatan petani milenial, serta mendorong regenerasi petani milenial yang adaptif terhadap teknologi, mendorong peningkatan produktivitas hasil pertanian yang terstandarisasi, modern, dan marketable.

Baca Juga:
Bangun Pertanian di Ujung Indonesia, Senator Papua Apresiasi Kerja Kementan

“ Hari ini, saya bersama jajaran Kementan dan Wakil Bupati Cianjur, mencoba memastikan petani muda kita betul-betul beraktivitas di lapangan dengan suport dari berbagai pihak, termasuk dari BUMN, Bank Indonesia dan Telkom dengan sentuhan teknologi digital,” ujar Mentan.

Menurutnya, petani milenial saat ini, tidak hanya berproduksi di ladang dan menghasilkan varietas baru, tetapi juga sudah mampu melakukan pemasaran produk dengan baik serta mempersiapkan market yang terkoneksi secara digital, bahkan menembus pasar ekspor.

Mentan berharap, 71 persen petani tua di Indonesia ke depan secara perlahan bisa diorientasikan, sehingga petani muda yang saat ini berjumlah 20 persen dapat semakin bertambah besar.

“Dalam 5 tahun, kita akan mencetak 2,5 juta petani milenial. Salah satu caranya dengan melakukan pelatihan wirausaha pertanian bagi petani milenial yang bertujuan untuk meningkatkan kapasitas petani, terutama dalam melakukan pengembangan usaha melalui akses KUR dari perbankan, serta optimalisasi kegiatan agribisnis,” tutur SYL.

Mentan mengapresiasi secara khusus Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), atas dukungan terhadap penumbuhan kewirausahaan untuk petani milenial dengan peningkatan kapasitas, baik dalam bentuk pelatihan maupun pendidikan vokasi.

Baca Juga:
Petani Lebak Bersyukur Kementan Wujudkan Infrastruktur untuk Tingkatkan Produktivitas

Mentan mengucapkan terima kasih kepada Direktur Jenderal Tanaman Pangan yang dalam kesempatan ini memberikan bantuan bibit ubi jalar varietas lokal rancing 10.000 stek dan pupuk untuk P4S Bumi Mazarie, bantuan untuk Kabupaten Cianjur berupa benih kedelai senilai Rp15.879.250.000,00, kacang tanah senilai Rp113.100.000,00, kacang hijau senilai Rp82.312.500,00, ubi kayu senilai Rp336.000.000,00.

Apresiasi juga kepada Direktur Jenderal Hortikultura yang memberikan bantuan kawasan aneka cabai, bawang merah, pisang, kawasan tanaman obat, fasilitas pascapanen dan pengolahan cabai dan bawang merah, fasilitas pascapanen dan pengolahan hortikultura lainnya, prasarana pascapanen produk hortikultura senilai Rp2.851.663.000,00 serta fasilitasi KUR dari Bank BRI, BNI, Mandiri dan Jasindo dan bank yang lainnya pada tahun 2021 di Kabupaten Cianjur yang telah digelontorkan Direktur Jenderal Sarana dan Prasarana Pertanian (PSP) sebesar Rp131.837.020.000,00.

“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada saudara-saudara yang telah bekerja keras untuk meningkatkan kapasitas petani umumnya dan petani milenial khususnya, serta menumbuhkembangkan pengusaha pertanian yang maju, mandiri dan modern. Yakinlah bahwa pertanian itu menguntungkan, juga penggerak ekonomi, menghadirkan nutrisi untuk keluarga. Bertani itu keren!” tutur Mentan.

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi menambahkan, dalam sektor pertanian, peluang keterlibatan generasi muda sangat besar mengingat Indonesia mengalami bonus demografi yang dicirikan dengan dominannya jumlah penduduk usia produktif.

“Generasi milenial tumbuh bersamaan dengan perkembangan teknologi informasi, sehingga memiliki kreativitas dalam segala aspek kehidupan,” ujar Dedi.

Oleh karena itu, generasi milenial diharapkan dapat menciptakan peluang baru bisnis pertanian seiring dengan kebutuhan di masyarakat dan perkembangan teknologi yang semakin mutakhir.

Untuk menggaet bonus demografi generasi milenial, Kementan telah mengukuhkan 2.000 DPM/DPA yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia untuk meningkatkan peran generasi muda dalam mengembangkan dan memajukan sektor pertanian.

DPM dan DPA memiliki bidang usaha yang sangat bervariasi seperti budidaya hortikultura, budidaya tanaman pangan, budidaya ternak, pengolahan hasil pertanian, peternakan, perkebunan, jasa alat mesin pertanian hingga agro-eduwisata.

“Keberhasilan usaha dari DPM dan DPA diharapkan dapat memberikan motivasi kepada generasi milenial untuk terjun berusaha di bidang pertanian dan berkontribusi nyata dalam pembangunan pertanian,” harap Dedi.

Menurut Dedi, upaya penguatan kapasitas DPM/DPA dan petani milenial terus dilakukan melalui berbagai pelatihan untuk meningkatkan hardskill maupun softskill petani milenial yang dilaksanakan oleh BPPSDMP.

Selain itu, dalam rangka melakukan regenerasi, Dedi menerangkan pihaknya juga mengintensifkan program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS) di Cianjur. Dedi menilai saat ini pertanian sangat terbuka untuk semua usia.

“Semakin muda semakin kuat, semakin enerjik, semakin kritis, makin apik kerjanya,” tutur Dedi.

Ia melanjutkan, pertanian dengan semangat baru harus diluncurkan. Seperti membangun perilaku baru dan behaviour anak muda untuk mendapatkan pendapatan yang jauh lebih baik dari bidang pertanian. “Bicara regenerasi petani program YESS-lah solusinya, bicara pertanian generasi mudalah jawabannya,” tegas Dedi.

Pada kesempatan itu Dedi mengucapkan terima kasih kepada Menteri Pertanian atas perhatian dan dukungan yang luar biasa kepada petani milenial dan petani andalan yang berkomitmen menumbuhkembangkan pengusaha pertanian yang maju, mandiri dan modern.

Sumber

Hadiah timah panas bagi residivis yang kembali berulah

Source link

Kemendagri dorong peran pendidik perkuat kesadaran bela negara

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Dalam Negeri mendorong peran tenaga pendidik dalam memperkuat kesadaran bela negara di masa COVID-19.

Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Dirjend Polpum) Kemendagri Bahtiar dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyebutkan tenaga pendidik merupakan komponen penting dalam memperkuat pondasi kesadaran bela negara, apalagi di masa pandemi.

Untuk itu, menurut Bahtiar, seluruh aktor yang terlibat dalam dunia pendidikan perlu digerakkan di masa pandemi.

“Kita butuh sekali menggerakkan partisipasi warga negara bagaimana membangun dukungan warga negara dalam mengelola negara dan pemerintahan, dan mengelola masyarakat di situasi darurat,” kata Bahtiar.

Sementara itu, Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran Dadang Rahmat Hidayat menjelaskan pentingnya peran tenaga pendidik dalam memberikan metode pembelajaran yang tepat dalam upaya bela negara di masa pandemi.

Baca juga: Masyarakat diajak bela negara lewat gerakan 3S

Baca juga: Bela negara kekinian di sektor ekonomi ala Jawa Barat

Baca juga: Menhan sampaikan taat protokol kesehatan wujud bela negara

Menurutnya aspek yang perlu diperkuat adalah ideologi dan nilai-nilai kebangsaan, yakni bagaimana membentuk seseorang yang “sukar rela” menjadi “sukarela” dalam bela negara. Untuk itu, kata dia program bela negara ini dapat dikomunikasikan dengan baik dan tidak hanya menjadi sebatas doktrin.

“Berharap metode pembelajaran dalam konteks ke depan, jangan sampai gagal berkomunikasi. Gagal paham, kemudian gagal paham bisa jadi gagal sosial, dan hati-hati gagal sosial bisa gagal berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Menurut Ketua Yayasan Bentang Merah Putih Yohana Elizabeth Hardjadinata partisipasi tenaga pendidik di masa COVID-19 merupakan fasilitator yang menunjang perkembangan siswa.

Meski begitu, ia juga menjelaskan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh tenaga pendidik. Menurutnya kompetensi perlu dikembangkan oleh para guru dengan peran tambahan yang diberikan di masa pandemi saat ini.

“Peran guru di masa pandemi jelas sekali, memiliki kekuatan dan banyak peran tambahan. Ditambah dengan yang lain,” ucapnya.

Setidaknya, kata Yohana, terdapat 5 peran tambahan yang diharapkan dari seorang guru. Pertama, seorang guru mesti memastikan tercapainya tujuan pendidikan.

Kedua, guru bertanggung jawab memastikan keselamatan peserta didik, baik aspek fisik maupun psikis. Ketiga, memberi penguatan aktif dan pemahaman kepada siswa guna menaati protokol kesehatan.

Keempat, guru memprioritaskan fasilitasi terhadap pembelajaran siswa dengan memberikan dukungan emosional. Kelima, guru mesti melakukan komunikasi dan mengembangkan kerja sama yang baik dengan siswa, orang tua, dan pihak sekolah.

 

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Source link

Wall Street tergelincir, klaim pengangguran jatuh ke terendah 18 bulan

New York (ANTARA) – Wall Street berakhir lebih rendah pada perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), setelah klaim pengangguran mingguan jatuh ke level terendah hampir 18 bulan, menghilangkan kekhawatiran pemulihan ekonomi yang melambat, tetapi juga memicu kekhawatiran The Fed akan bergerak lebih cepat dari perkiraan untuk mengurangi kebijakan akomodatifnya.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 151,69 poin atau 0,43 persen, menjadi menetap di 34.879,38 poin. Indeks S&P 500 berkurang 20,79 poin atau 0,46 persen, menjadi berakhir di 4.493,28 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 38,38 poin atau 0,25 persen, menjadi 15.248,25 poin.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat anjlok 2,12 persen, memimpin kerugian. Sementara itu, sektor keuangan menguat 0,25 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terbaik.

Departemen Tenaga Kerja mengatakan klaim awal untuk tunjangan pengangguran turun 35.000 menjadi 310.000 yang disesuaikan secara musiman untuk pekan yang berakhir 4 September, level terendah sejak pertengahan Maret 2020. Itu menunjukkan bahwa pertumbuhan pekerjaan dapat terhambat oleh kekurangan tenaga kerja daripada pendinginan permintaan untuk pekerja.

Baca juga: Wall Street dibuka sedikit berubah, seiring kinerja pengangguran AS

Microsoft dan Amazon masing-masing jatuh sekitar 1,0 persen, keduanya berada di antara saham yang paling membebani indeks S&P 500 dan Nasdaq.

JPMorgan, Wells Fargo, Citi Group dan Morgan Stanley masing-masing menguat, mengikuti sedikit kenaikan imbal hasil obligasi menyusul data klaim pengangguran.

“Masalah dengan pasar akhir-akhir ini adalah lebih banyak berputar daripada bergerak. Hari ini, karena laporan klaim pekerjaan, semua orang membeli saham siklikal,” kata Jay Hatfield, kepala eksekutif Infrastructure Capital Management di New York. “Kami melihatnya sebagai pasar di kisaran ketat, antara 4.400 dan 4.600 (di S&P 500).”

Investor menjadi lebih khawatir dalam sesi terakhir setelah laporan pekerjaan bulanan baru-baru ini menunjukkan perlambatan dalam perekrutan AS, menunjukkan pemulihan ekonomi mungkin kehilangan tenaga lebih cepat dari yang diharapkan. Yang juga menyeret sentimen adalah ketidakpastian tentang kapan Federal Reserve AS akan mengurangi langkah besar-besarannya yang diberlakukan tahun lalu untuk melindungi ekonomi dari pandemi virus corona.

Baca juga: Wall Street melemah terseret kekhawatiran varian Delta, Big Tech jatuh

Lululemon Athletica melonjak 10 persen setelah memberikan perkiraan tahunan yang kuat, karena permintaan untuk celana yoganya tetap kuat meskipun ada pelonggaran pembatasan virus corona.

Laporan bahwa Beijing memperlambat persetujuan untuk semua video game online baru membuat saham-saham gaming yang tercatat di AS seperti Activision Blizzard Inc, Electronic Art Inc, dan Take-Two Interactive Software Inc turun lebih dari 1,0 persen.

Volume perdagangan di bursa AS mencapai 9,3 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 9,1 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Baca juga: Wall Street beragam, S&P 500 jatuh dan Nasdaq sentuh rekor tertinggi

Baca juga: Wall Street dibuka beragam di tengah kekhawatiran COVID-19

 

Penerjemah: Apep Suhendar
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Source link

Cuaca Hari Ini: Jakarta hingga Depok Cerah Berawan

Cuaca Hari Ini: Jakarta hingga Depok Cerah Berawan
Ilustrasi langit cerah. Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membagikan prakiraan cuaca hari ini, Jumat (10/9), untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya. Menurut BMKG, cuaca di seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi cerah berawan sejak pagi hingga malam hari.

Suhu di ibu kota akan berada pada 24 sampai 33 derajat celsius. Sementara kelembapannya 50 sampai 85 persen.

Di pagi hari, BMKG memprediksi Kepulauan Seribu hingga Jakarta cerah.

Menjelang siang hari, ibu kota diprediksi cerah berawan.

Pada malam ke dini hari, BMKG memperkirakan Kepulauan Seribu dan Jakarta juga cerah hingga cerah berawan.

Selain di Jakarta, BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca di Bekasi, Cikarang hingga Depok, Jawa Barat. Cuaca di wilayah tersebut diprediksi cerah hingga berawan sejak pagi sampai malam hari, sedangkan Bogor hujan ringan pada malam hari.

Sementara di Tangerang cuaca di pagi hari juga diprediksi cerah berawan. Memasuki siang hingga malam hari cuaca relatif berawan.

Di Tigaraksa dan Rangkasbitung, Banten, cuaca juga diprediksi cerah berawan hingga berawan dari pagi hingga malam hari.

Source link

Pendidikan Indonesia Bergerak ke Mana?

PEMBANGUNAN pendidikan telah membuahkan hasil yang relatif baik, terutama dalam hal pemerataan akses di semua jenjang. Dalam satu dekade terakhir, angka partisipasi kasar (APK) SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA meningkat signifikan masing-masing dari 80,60% dan 62,85% (2010) menjadi 92,06% dan 84,53% (2020). Namun, capaian partisipasi pendidikan yang terus meningkat ini tidak seimbang dengan kualitas yang stagnan saja, bahkan cenderung menurun.

 

Hasil studi: penurunan kualitas

Dalam hal mutu pendidikan, kita memang sedang menghadapi situasi krisis yang sangat serius, sebagaimana dapat dibaca melalui dua hasil kajian ilmiah kredibel, yang terbit berurutan mengenai capaian hasil belajar siswa-siswa Indonesia. Pertama, studi Bank Dunia berjudul Estimates of Covid-19 Impacts on Learning and Earning in Indonesia (2020) menunjukkan kemampuan belajar (learning ability)—mencerminkan kecakapan intelektual (cognitive skills)—siswa-siswa Indonesia tergolong lemah.

Kajian ini membuat suatu analisis yang menghubungkan antara rata-rata lama sekolah 12,3 tahun (tamat SMA) dinilai setara dengan 7,9 tahun saja (kelas II SMP) dalam hal mutu pembelajaran. Capaian hasil belajar yang menggambarkan kualitas akademik tidak sama dengan berapa lama (tahun) siswa menempuh pendidikan di sekolah. Jadi, ada perbedaan antara lama siswa berada di dalam sistem persekolahan dengan pencapaian akademik dan kualitas pembelajaran.

Hal ini menunjukkan meskipun anak-anak tercatat bersekolah pada suatu jenjang pendidikan (dasar-menengah), mereka tidak melakukan aktivitas pembelajaran untuk mencerna, memahami, dan menguasai suatu bidang ilmu yang diajarkan di sekolah.

Dalam konteks ini, ada perbedaan mendasar antara dua konsep pokok yang bersinggungan, tetapi dapat dipisahkan: schooling dan learning. Schooling adalah suatu proses siswa menempuh pendidikan dalam sistem persekolahan formal secara berjenjang, dalam rentang waktu tertentu. Adapun learning ialah suatu proses kognitif untuk mengembangkan daya inteligensia, dan mengeksplorasi kapasitas intelektual, sebagai penanda brain-based skills berfungsi baik sehingga siswa dapat menguasai jenis-jenis pengetahuan dan keterampilan, berpuncak pada pencapaian akademik tinggi.

Kedua, artikel ilmiah yang ditulis lima sarjana terpandang: Amanda Beatty, Emile Berkhout, Luhur Bima, Menno Pradhan dan Daniel Suryadarma, berjudul Schooling Progress, Learning Reversal: Indonesia’s Learning Profiles Between 2000 and 2014, yang terbit di International Journal of Educational Development (2021). Para pengarang menegaskan capaian hasil belajar siswa-siswa Indonesia mengalami penurunan sangat drastis dalam waktu 14 tahun. Bayangkan, kemampuan matematika pelajar-pelajar kelas II SMP pada 2014, sama dengan kemampuan siswa-siswa yang duduk di kelas IV SD pada 2000.

Faktor penurunan sangat tajam ini berpangkal pada, antara lain, pergantian kurikulum semula KTSP 1994 menjadi K-13 (Kurikulum Tahun 2013) yang mengubah secara mendasar: struktur, muatan, jumlah jam, dan metode pengajaran. Untuk mata pelajaran matematika, materi yang semula terstruktur dengan pokok bahasan berurutan, berubah menjadi tematik dan melompat yang membuat siswa acap kali tidak bisa melihat kaitan antartopik bahasan karena disajikan bersilangan.

Jumlah jam yang semula 10 jam per minggu, berkurang jauh menjadi hanya 6 jam sehingga mengurangi tingkat kedalaman pembahasan untuk setiap pokok bahasan. Maka, tidak mengherankan jika penguasaan matematika mengalami kemerosotan sangat signifikan.

 

Mencegah learning poverty

Sejalan dengan hasil studi di atas, hal yang lebih mengkhawatirkan ialah bila anak-anak usia sekolah mengalami apa yang disebut learning poverty. Makna frasa ini merujuk pada anak-anak berusia 10 tahun yang tidak/belum bisa membaca (reading disability).

Menurut laporan Bank Dunia (2019), sekitar 53% anak-anak yang tinggal di negara-negara berpendapatan rendah/menengah, bahkan di negara-negara miskin, angka bisa mencapai 80% —tidak bisa membaca, dan tidak mampu memahami cerita ringkas dalam suatu teks sederhana meskipun mereka sudah tamat SD. Padahal, kemampuan membaca ialah syarat utama untuk dapat mengakses pengetahuan dan menguasai berbagai bidang ilmu: matematika, sains, dan sosial-humaniora.

Kemampuan membaca merupakan fondasi bagi setiap anak untuk dapat mengeksplorasi segenap talenta, bahkan potensi kecerdasan jamak, untuk berkembang mencapai puncaknya. Karena itu, ketidakmampuan membaca akan menghalangi setiap anak untuk dapat berkembang maju, menjelajahi samudra ilmu pengetahuan yang demikian luas. Ketidakmampuan membaca juga menjadi indikasi kuat sistem persekolahan tidak bekerja baik. Pertanda proses pembelajaran di sekolah tidak efektif, untuk membantu para siswa mengembangkan potensi dan bakat akademik secara optimal.

Sesungguhnya dua hasil kajian yang sudah terpublikasi di atas, paralel dengan hasil PISA (Programme for International Student Assessment), yang mengukur kemampuan anak-anak usia 15 tahun ke atas bidang literasi, numerasi, dan sains. Pada 2018, capaian PISA siswa-siswa Indonesia juga tertinggal jauh, di bawah level 2 (terendah) dari level 6 (tertinggi), dengan nilai yang diraih berurutan: 371 (membaca), 379 (matematika), dan 396 (sains).

Berpijak pada berbagai referensi yang kredibel—hasil studi dan laporan PISA—dalam mengevaluasi kinerja pendidikan RI, kita perlu merumuskan kembali kebijakan yang lebih efektif, dan menyusun strategi baru yang lebih tepat untuk mencegah kualitas tidak semakin memburuk.

Dalam situasi demikian, standar pengukuran dan penilaian hasil belajar tetap diperlukan, untuk mengetahui tingkat pencapaian akademik siswa selama menempuh pendidikan pada setiap jenjang. Namun, baik UN maupun UNBK sebagai metode pengukuran dan instrumen penilaian sudah resmi dihapus sehingga pada tahun-tahun mendatang kita tidak tahu perkembangan prestasi belajar siswa-siswa Indonesia.

Sungguh tidak mudah mengurus pendidikan yang demikian kompleks: pertama, merujuk asas desentralisasi, kewenangan pengelolaan, dan penyelenggaraan terbagi ke setiap tingkatan administrasi pemerintahan: pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Kedua, manajemen guru yang pelik (sebaran tidak merata, kompetensi belum memenuhi standar).

Selanjutnya, ketiga infrastruktur esensial (gedung, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan peralatan) belum tersedia lengkap dan merata. Keempat karakteristik wilayah sangat beragam dan sulit akses. Kelima diskontinuitas dan inkonsistensi pelaksanaan kebijakan.

Menimbang semua kerumitan ini dibutuhkan figur kredibel dan otoritatif yang memiliki pengetahuan mendalam, horizon pemikiran luas, dan memahami aneka masalah fundamental sektor pendidikan. Haluan pembangunan pendidikan harus dikembalikan ke arah yang benar, agar kinerja pendidikan tidak semakin merosot, alih-alih bergerak ke arah kemajuan.


Source link

Lomba fotografi: Burung menatap ‘tembok perbatasan AS-Meksiko’ raih penghargaan bergengsi, terpilih dari ribuan gambar aksi burung

A roadrunner stopped in its tracks by the USA-Mexico border wall

Sumber gambar, Alejandro Prieto / Bird Photographer of the Year

Sebuah foto yang menampilkan seekor burung roadrunner berdiri menatap tembok perbatasan Amerika Serikat-Meksiko dinyatakan sebagai juara dalam kompetisi tahunan Fotografer Unggas Tahun Ini.

Foto tersebut diabadikan fotografer asal Meksiko, Alejandro Prieto.

“Tembok perbatasan itu melintasi gurun, gunung, dan bahkan hutan mangrove,” kata Prieto.

“Saya telah menyaksikan banyak jenis hewan mencapai tembok tersebut kemudian berbalik dan menuju arah kembali.”

Source link

Bu Mega Perlu Tampil Untuk Akhiri Spekulasi

Eramuslim.com

By Asyari Usman

Spekulasi tentang kondisi kesehatan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri haruslah segera diakhiri. Publik sebaiknya tidak dibiarkan menebak-nebak.

Sejak dinihari kemarin (8/9/2021), media sosial dan grup-grup WA heboh bahwa Bu Megawati dirawat di ruang intensif di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan. Kabar yang tak pasti ini menjadi viral.

Sejauh ini belum ada penjelasan resmi pimpinan PDIP maupun keluarga Megawati. Yang ada hanya bantahan sporadis dan jawaban yang sifatnya menghindar.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan Bu Mega sehat-sehat saja, energik dan bersemangat. Menurut Hasto, pada jam 21.00 hari Rabu (8/9/2021) Bu Mega masih memberikan pengarahan tentang program kerakyatan partai.

Wakil Sekjen Sadarestuwati menguatkan pernyataan Hasto. Dia mengatakan kabar tentang Bu Mega dirawat di ruang ICU sama sekali tidak benar.

Kader senior lainnya, Aria Bima, mengatakan dia menerima sedikitnya lima panggilan telefon yang menanyakan kebenaran berita ini. Dia hanya mengatakan belum mendapatkan informasi tentang itu ketika ditanya oleh kantor berita politik RMOL.

Nah, cukupkah publik percaya pada penjelasan Hasto dan Sadarestuwati? Apakah netizen akan berhenti mendiskusikan kabar tentang Bu Mega ini?

Kelihatannya publik masih belum puas dengan bantahan dan klarifikasi dari Hasto dan wakilnya. Spekulasi hampir pasti akan berlanjut.



Satu-satunya cara untuk menghentikan “berita liar” itu adalah dengan menampilkan Bu Mega di depan publik. Sesegera mungkin. Misalnya, adakan jumpa pers di kediaman Bu Ketum. Beliau langsung yang menjelaskan kepada para wartawan.

Di depan sekian banyak kamera televisi, Bu Mega berbicara langsung tanpa perantara. Dengan sendirinya “case closed”. Spekulasi akan berhenti.

Publik dan pendukung Bu Mega menantikan kehadiran beliau. Agar semua menjadi jelas.[]

9 September 2021
(Penulis wartawan senior)

Source link

Pembaruan Keamanan Google Android Patch 40 Kerentanan

Google pada hari Selasa menerbitkan Buletin Keamanan Android untuk September 2021 dengan patch untuk total 40 kerentanan, termasuk tujuh yang dinilai kritis.

Sebanyak 16 masalah telah ditambal dengan bagian pertama dari pembaruan keamanan bulan ini – tingkat patch keamanan 2021-09-01 – termasuk satu masalah kritis dalam komponen Framework. Dilacak sebagai CVE-2021-0687, bug keamanan memengaruhi Android 8.1, 9, 10, dan 11.

“Yang paling parah dari masalah ini adalah kerentanan keamanan kritis dalam komponen Framework yang dapat memungkinkan penyerang jarak jauh menggunakan file yang dibuat khusus untuk menyebabkan penolakan layanan permanen,” menurut saran Google.

Enam kerentanan lainnya ditambal dalam komponen Framework, semuanya dianggap sangat parah. Ini termasuk lima peningkatan kelemahan hak istimewa dan satu kerentanan pengungkapan informasi.

Google juga merilis tambalan untuk dua masalah pengungkapan informasi tingkat keparahan tinggi dalam kerangka Media, dan tujuh kerentanan dalam komponen Sistem: enam tingkat keparahan tinggi (dua peningkatan hak istimewa dan empat bug pengungkapan informasi) dan satu tingkat keparahan sedang (peningkatan hak istimewa).

[ READ: Microsoft Office Zero-Day Hit in Targeted Attacks ]

Patch Android bulan ini juga menyertakan pembaruan sistem Google Play untuk mengatasi kerentanan CVE-2021-0690.

Bagian kedua dari set tambalan September 2021 tiba di perangkat sebagai tingkat tambalan keamanan 2021-09-05 dan mencakup perbaikan untuk total 23 kerentanan dalam komponen Kernel, komponen MediaTek, komponen Unisoc, komponen Qualcomm, dan komponen sumber tertutup Qualcomm .

Tujuh dari lubang keamanan ini, semuanya ditangani dalam komponen sumber tertutup Qualcomm, dinilai kritis.

Google juga mengumumkan menambal perangkat Pixel mengatasi total sembilan kerentanan lainnya, di Kernel, komponen Pixel, komponen Qualcomm, dan komponen sumber tertutup Qualcomm.

Perangkat Pixel yang menjalankan tingkat patch keamanan 2021-09-05 atau lebih baru telah ditambal untuk semua masalah ini, serta untuk kerentanan dalam Buletin Keamanan Android September 2021.

Terkait: Google Menambal Kelemahan Keamanan Android Berisiko Tinggi

Terkait: Google Detail Kebijakan Privasi dan Keamanan Baru untuk Aplikasi Android

lihat penghitung

Ionut Arghire adalah koresponden internasional untuk SecurityWeek.

Kolom Sebelumnya oleh Ionut Arghire:
Tag:

Source link

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai