Wah, Ternyata Lapas Tangerang Tak Diasuransikan

LEMBAGA Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang tidak diasuransikan. Ke depan pihak Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) akan melindungi Lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) dengan asuransi.

“Lapas Tangerang tidak diasuransikan karena milik pemerintah,” ujar Kabag Humas dan Kerja Sama KemenkumHAM Tubagus Erif Faturahman kepada Media Indonesia, Kamis (9/9).

Sejauh ini, lanjut dia, belum ada Rutan atau Lapas yang dilindungi asuransi. Namun berkaca dari Lapas Kelas I Tangerang asuransi menjadi penting.

Menurut dia, KemenkumHAM akan menganalisa Rutan dan Lapas mana saja yang beresiko terjadi kebakaran. Setelah itu akan diajukan untuk perlindungan melalui asuransi properti.

“Iya, ini jadi usulan nanti. Yang beresiko untuk diasuransikan,” katanya.

Terpisah Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Maneger Nasution mendesak negara memenuhi hak-hak korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang. Insiden yang menewaskan 44 warga binaan pemasyarakatan (WBP) ini juga mengungkap ruang gelap pelanggaran HAM di Lapas.

“Peristiwa ini bukan kebakaran biasa, tapi juga masalah HAM. Kejadian ini kembali memperlihatkan wajah asli penjara di Indonesia yang sarat berbagai pelanggaran HAM yang harus segera diatasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/9).

Menurut dia, fakta mengungkap di balik kebakaran ini para tahanan dan WBP sering ditempatkan dalam rumah tahanan (Rutan) dan Lapas yang berjubel. Fasilitasnya tidak ramah kesehatan bahkan mengancam keselamatan jiwa.

Ia mendesak negara harus hadir memenuhi hak setiap tahanan dan warga binaan untuk diperlakukan secara manusiawi dan bermartabat. “Sehingga Rutan dan Lapas harus menyediakan tata ruang, penerangan, udara, dan ventilasi yang memadai,” katanya.

Baca juga : Bahan Baku Pabrik Sabu di Tangerang dari Luar Negeri

Negara, kata dia, harus memastikan bahwa tragedi kemanusiaan seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa yang akan datang. Kapasitas penjara yang terbatas dengan jumlah penghuni yang berlebihan merupakan persoalan serius dalam sistem peradilan pidana di Indonesia.

Beberapa ikhtiar politik hukum yang dapat segera diambil negara dalam mengatasi masalah ini adalah dengan mengubah orientasi politik kebijakan dalam menangani kejahatan yang berkategori ringan, termasuk yang terkait pengguna narkotika.

“Mereka dapat dibebaskan dengan program rehabilitasi. Termasuk mereka yang ditahan karena mengekspresikan pendapatnya secara damai atau atas dasar pasal-pasal karet dalam UU ITE, terlebih lagi dalam situasi di mana ada over kapasitas lapas yang membahayakan kesehatan dan bahkan nyawa tahanan dan warga binaan, terutama di masa pandemi seperti saat ini,” urainya.

Negara juga, lanjut dia, harus bertanggung jawab terkait insiden kebakaran yang terjadi di Lapas Tangerang yang menewaskan 44 WBP. “Negara perlu memastikan semua hak-hak korban dan keluarga korban terpenuhi, dan warga binaan lain yang memerlukan perawatan segera dirawat sebagaimana mestinya,” tegasnya.

Tak lupa, Maneger meminta pemerintah segera mengusut secara tuntas penyebab kebakaran tersebut. “Juga negara harus mengarusutamakan dengan memenuhi hak-hak korban dan keluarga korban dalam kasus kebakaran tersebut. (OL-2)

 


Source link

Kejar Target Vaksinasi, Anies Skrining Keberadaan Warga

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa capaian vaksinasi covid-19 dosis pertama di wilayah Ibu Kota tercatat 10,1 juta orang. 

Namun dari jumlah tersebut, sekitar 40% merupakan warga non-DKI. Di sisi lain, terdapat 2,7 juta warga DKI yang belum mendapatkan vaksinasi covid-19.

Menurut Anies, ada berbagai faktor yang menyebabkan warga DKI belum divaksin. Misalnya, warga tersebut ber-KTP DKI yang tinggal di daerah lain, namun belum mengubah domisil. Serta, belum mendapatkan vaksin di tempat tinggalnya sekarang.

Baca juga: Sertifikat Vaksin jadi Syarat Naik KRL, Jumlah Penumpang Turun

Lalu yang kedua, warga tersebut enggan divaksin covid-19 dan ketiga ialah masih menunggu vaksin jenis tertentu yang diinginkan. “Ada juga warga yang tercatat KTP Jakarta, tapi sudah pindah dari Jakarta dan tidak mau cabut status KTP-nya. Itu semua yang akan kita jangkau,” ujar Anies, Kamis (9/9).

Pihaknya pun menginstruksikan jajaran pengurus RT/RW untuk melakukan penyaringan dan pendataan warga yang belum divaksin. Selain itu, pengurus RT/RW diminta lebih gencar mendorong warga DKI yang belum divaksin.

Baca juga: Pemprov DKI Antisipasi Potensi Cuaca Ekstrem

“Saat ini, skrining di kelurahan RT dan RW untuk mengecek siapa warga yang belum vaksin. Yang belum didorong untuk mendatangi tempat vaksin,” pungkas Anies.

Bagi warga luar DKI yang sudah divaksin dosis pertama di Jakarta, lanjut dia, tetap dipersilakan untuk mendatangi sentra vaksinasi untuk mendapatkan vaksin dosis kedua. Namun, Anies menyarankan agar warga sebelumnya mendaftarkan diri terlebih dulu melalui aplikasi JAKI.

Dia memandang banyak warga yang beranggapan untuk vaksin dosis kedua bisa datang ke fasilitas kesehatan atau sentra vaksin tanpa mendaftar. Padahal, pendaftaran wajib dilakukan guna memastikan ketersediaan stok vaksin covid-19 bagi peserta.(OL-11)


Source link

Berhasil Kendalikan Pandemi, 94% RT di DKI Jakarta Zona Hijau

PENULARAN wabah covid-19 di Jakarta semakin menurun. Pengendalian Covid-19 di DKI Jakarta pun sudah membuahkan hasil dengan sebanyak 94% RT di Jakarta sudah masuk ke zona hijau.

Hal ini diketahui dari paparan Biro Pemerintahan DKI Jakarta dalam diskusi virtual BPSDM DKI Jakarta, Kamis (9/9).

Dari data Pemprov DKI Jakarta, total ada 28.949 RT yang berkategori zona hijau. Rinciannya 7.528 RT di Jakarta Timur, 6.144 RT di Jakarta Barat, 5.709 RT di Jakarta Selatan, 5.027 RT di Jakarta Utara, 4.415 RT di Jakarta Pusat, dan 126 RT di Kepulauan Seribu.

Sementara itu, untuk jumlah RT zona kuning ada 1.523 RT dengan rincian 407 RT di Jakarta Timur, 361 RT di Jakarta Selatan, 354 RT di Jakarta Barat, 262 RT di Jakarta Utara, 138 RT di Jakarta Pusat, dan 1 RT di Kepulauan Seribu.

Untuk RT zona oranye tersisa 10 RT yakni di Jakarta Timur 5 RT, di Jakarta Selatan 3 RT, serta di Jakarta Barat dan Jakarta Utara masing-masing 1 RT.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dwi Oktavia mengatakan, penurunan kasus covid-19 di Jakarta jangan disambut dengan euforia. Warga dan seluruh pihak masih harus waspada karena peningkatan kasus bisa terjadi kapan saja.

“Memang kasus di Jakarta ini sudah menurun ya tapi kita tidak boleh senang. Kita tidak boleh euforia karena potensi penularan masih ada. Virusnya masih bisa menyalip di tikungan bila saya istilahkan kita ini ada di arena balap,” ujar Dwi dalam kesempatan tersebut.

Jumlah RT zona hijau ini meningkat. Sebelumnya pada data per 28 Agustus lalu jumlah RT zona hijau di Jakarta ada 26.232 RT di Jakarta atau 86%. Kategori RT zona hijau adalah RT yang tidak memiliki kasus aktif covid-19 selama tujuh hari berturut-turut.

Sementara itu total RT di Jakarta ada 30.482 RT. Saat itu ada 116 RT zona oranye di Jakarta yang artinya memiliki 6-10 rumah dengan kasus aktif Covid-19.

Kemudian, ada 4.131 RT berada di zona kuning atau memiliki 1-5 rumah dengan kasus aktif covid-19. Sisanya sebanyak 3 RT adalah zona merah atau memiliki lebih dari 10 rumah dengan kasus aktif Covid-19. (Put/OL-09)


Source link

35 Keluarga Korban Kebakaran Lapas Tangerang Datangi Posko Ante Mortem

TIM DVI Mabes Polri menyatakan sekitar 35 keluarga dari total 41 korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang, sudah menyerahkan data ke posko ante mortem di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta.

“35 keluarga telah datang ke pos ante mortem (untuk) berikan data,” ungkap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono dalam konferensi pers, Kamis (9/9).

Lebih lanjut, Rusdi menjelaskan bahwa RS Polri telah menerima 41 kantong jenazah korban kebakaran lapas tersebut. Puluhan jasad korban nantinya diidentifikasi untuk memastikan identitasnya.

Baca juga: Korban Tewas Kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang Bertambah Tiga Orang

Tim DVI Mabes Polri juga telah mengantongi 31 sampel DNA dari pihak keluarga. Nantinya, sampel tersebut digunakan untuk mencocokkan identitas korban. “Sampai saat ini, tim memiliki 31 sampel DNA. Ini sangat berguna untuk proses identifikasi jenazah oleh tim,” imbuhnya.

Sebelumnya, kebakaran hebat melanda Lapas Kelas I Tangerang. Insiden mengerikan itu terjadi pada Rabu (8/9) sekitar pukul 02.00 WIB. Sebanyak 44 orang menjadi korban tewas akibat kebakaran tersebut. Lalu, 81 orang mengalami luka-luka, dengan 8 orang di antaranya luka berat.(OL-11)

 


Source link

Anies Akui Lebih Sulit Laksanakan Vaksinasi Covid-19 Dosis 2

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui lebih sulit menyelenggarakan vaksinasi Covid-19 dosis kedua daripada dosis pertama.

Hal ini disebabkan adanya sentra vaksin Covid-19 yang tidak menyelenggarakan vaksin dosis kedua meski sebelumnya menyelenggarakan vaksin dosis pertama.

Selain itu, kesulitan lainnya adalah karena warga yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua umumnya tidak melakukan pendaftaran lebih dulu untuk mengikuti vaksinasi dosis kedua.

“Jadi warga itu datang saja ke sentra vaksin tanpa mendaftar karena dia merasa sudah mendaftar waktu dosis pertama. Jadi dia datang ke lokasi vaksin dosis pertama sesuai dengan jadwal penyuntikan dosis kedua,” ungkapnya di Jakarta, Kamis (9/9).

Ia pun menyarankan agar warga sebelumnya mendaftarkan diri terlebih dulu melalui aplikasi JAKI atau melalui formulir pendaftaran online yang disediakan oleh penyelenggara vaksinasi agar dipastikan mendapatkan jatah vaksin dosis kedua.

Hal yang sama diungkapkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang menghadapi tantangan baru dalam melakukan vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Salah satunya adalah karena kolaborator atau mitra swasta yang sebelumnya ikut menyelenggarakan sentra vaksin dosis pertama tidak lagi membuka sentra vaksin dosis kedua.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, hal ini kemudian membuat warga yang sebelumnya mengikuti vaksin di sentra vaksinasi tersebut untuk dosis pertama, menyerbu sentra vaksinasi lain tanpa melakukan pendaftaran lebih dahulu.

Akibatnya tentu akan sulit mendapatkan vaksin di lokasi yang baru karena stok vaksin yang tersedia hanya cukup bagi warga yang sudah mendaftar dan yang sudah sejak awal melakukan vaksin di lokasi tersebut.

“Karena itu tadi kan dengan kondisi kolaborator kadang tidak buka dosis kedua. Sehingga dosis keduanya melimpah ke sentra lain. Nah, sentra yang baru kedatangan kan jadi tidak berhitung kalau jumlah vaksinnya kurang. Kami makanya membuka diri bagi semua kolaborasi,” jelasnya di Jakarta, Kamis (9/9).

Widyastuti juga menambahkan, banyak warga yang hendak vaksin Covid-19 dosis 2 tidak mendaftarkan diri dahulu melalui aplikasi JAKI atau melalui form pendaftaran online yang disediakan oleh mitra swasta penyelenggara sentra vaksin. Akibatnya, warga tersebut tidak kebagian vaksin atau ditolak untuk mendapatkan vaksin dosis 2.

Terlebih lagi, sentra vaksin Covid-19 maupun fasilitas kesehatan di puskesmas menerapkan kebijakan kuota harian karena adanya keterbatasan tenaga vaksinator.

Ia pun berkoordinasi dengan seluruh sentra vaksin dan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan vaksin agar berhitung kembali terkait jumlah ketersediaan vaksin yang telah didapatkan.

“Jadi kita koordinasikan agar mereka berhitung soal ketersediaan. Sejauh ini stok vaksin di Jakarta aman. Hanya kan setiap sentra atau faskes ada kapasitas dalam melakukan vaksin masing-masing,” ujarnya. (Put/OL-09)


Source link

Korban Tewas Kebakaran Lapas Klas 1 Tangerang Bertambah Tiga Orang

JUMLAH korban tewas dalam kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Provinsi Banten bertambah tiga orang, sehingga total keseluruhan menjadi 44 orang meninggal dunia.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, tiga orang warga binaan yang dirawat di RSUD Tangerang meninggal dunia,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Rika Aprianti melalui keterangan tertulis yang diterima, Kamis (9/9).

Ketiga korban tersebut, yakni Hadiyanto bin Ramli, warga Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara. 

Baca juga: Proses Identifikasi Korban Kebakaran Lapas Tangerang Masih Lanjut

Korban kedua yakni atas nama Adam Maulana bin Yusuf Hendra, warga Kelurahan Cimerang, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Korban ketiga yakni Timothy Jaya bin Siswanto narapidana tindak pidana narkotika yang diketahui beralamat di Jalan Sabang Nomor 39, Taman Imam Bonjol, Tangerang, Provinsi Banten.

Sebelumnya, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly menjanjikan uang santunan senilai Rp30 juta kepada masing-masing keluarga narapidana yang menjadi korban kebakaran Lapas Kelas I Tangerang.

“Sebagai bagian perwujudan duka, kami akan memberikan santunan senilai Rp30 juta kepada masing-masing keluarga korban,” kata Menkumham Yasonna Laoly.

Selain santunan, Yasonna juga menginstruksikan jajarannya untuk membantu pemulasaraan jenazah sampai selesai.

Kemenkumham juga telah membentuk lima tim untuk menangani kejadian tersebut, salah satunya khusus membantu pemulasaraan, pemakaman, dan pengantaran jenazah. (Ant/OL-1)


Source link

700 Warga Rusun Marunda Ditargetkan dapat Vaksinasi Covid-19

PENGELOLA Rusun Marunda melaksanakan Serbuan Vaksinasi di Lantai Dasar Blok D, Rusun Marunda, Kamis (9/9). Kegiatan ini menargetkan pemberian vaksinasi pada sebanyak 700 orang warga Rusun Marunda dan sekitarnya.

Kepala UPT UPRS Rusun Marunda Ageng Darmintono mengatakan kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pengelola Rusun Marunda dan Puskesmas Rusun Marunda.

Baca juga: Tim DVI Sudah Memproses 20 Jenazah Kebakaran LP Tangerang

“Target penerima vaksinasi sebanyak 700 orang warga Rusun Marunda dan sekitarnya. Kami tidak melakukan tebang pilih, dalam memberikan pelayanan vaksinasi. Semua masyarakat yang datang ber-KTP DKI Jakarta ataupun warga non DKI Jakarta akan dilayani,” kata Ageng.

Ageng menambahkan ada dua jenis vaksinasi Sinovac dan AstraZeneca yang disiapkan dalam kegiatan Serbuan Vaksinasi di Rusun Marunda. Ageng menerangkan antusiasme warga Rusun Marunda terlihat sangat besar dalam kegiatan vaksinasi ini.

“Mereka juga mengikuti protokol kesehatan yang diberikan. Kami berharap dengan terselenggaranya kegiatan ini, semakin banyak masyarakat yang divaksinasi dan kita semua dapat segera terbebas dari pandemi covid-19,” tuturnya. (OL-6)


Source link

Bahan Baku Pabrik Sabu di Tangerang dari Luar Negeri

POLISI memastikan dua tersangka asal Iran pemilik pabrik sabu di Karawaci, Tangerang, Banten mengimpor bahan baku dalam bentuk gel dari luar negeri. Tepatnya berasal dari link bisnis tersangka di Turki.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, sindikat ini menggunakan modus baru untuk mengelabui petugas bandara dalam pengiriman bahan baku sabu.

“Bahan baku dari mana? Dia punya link ada di turki. Jadi bahan baku ini dari Turki,” kata Yusri dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Barat, Kamis (9/9).

Lebih lanjut dijelaskan, bahan baku yang sudah mendekati sempurna sebagai narkotika itu, dimasak ulang di pabrik tersangka. Sampai menghasilkan narkotika jenis sabu kelas 1 yang harganya cukup tinggi.

Kemudian, pelaku mengedarkan barang terlarang itu di sekitaran Jakarta dan Tangerang. Namun, polisi juga masih mendalami kemungkinan peredaran narkotika produksi mereka di kota-kota lainnya. Kedua tersangka berinisial BF dan SN, merupakan warga negara Iran sudah bekerja memproduksi narkotika selama lebih dari satu tahun.

“Setiap bulan produksi 10-15 kg bahkan 20 kg sabu. Dipasarkan daerah sekitar Jakarta ini. Mereka produsen sabu tersebut,” imbuhnya.

Atas tindakannya tersebut, kedua tersangka ini disangkakan Pasal 113, subsider pasal 114, subsider Pasal 112 jo Pasal 132 UU No 35

Sebelumnya, Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat berhasil mengamankan 2 orang pelaku asal Iran BF (31) dan FS (31). Terkait pengungkapan pabrik narkoba di komplek perumahan mewah di Karawaci Tangerang pada Rabu, (1/9).

Diketahui pengungkapan clandestein laboratorium di rumah mewah tersebut merupakan sindikat jaringan narkoba asal Timur Tengah yakni, Iran. Penangkapan keduanya dikembangkan hingga ditemukan sekoper sabu di sebuah apartemen di Cikini, Menteng, Jakarta Pusat. (OL-13)

Baca Juga: Sertifikat Vaksin jadi Syarat Naik KRL, Jumlah Penumpang Turun


Source link

Hyundai Perkenalkan Robot Pintar di Indonesia

PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) secara resmi memperkenalkan Spot, sebuah robot pintar berkaki empat dari Boston Dynamics. Dengan membawa Spot ke Indonesia, HMID ingin menunjukkan visi global Hyundai, ‘Progress for Humanity’, yang menghadirkan era baru robotik.

Transformasi strategis di tingkat global dari Hyundai selaku Smart Mobility Solution Provider akan mengangkat layanan mobilitas saat ini ke tingkatan selanjutnya demi menghadirkan pengalaman terbaik bagi para pelanggan.

Kolaborasi antara Hyundai Motor Group (HMG) dan Boston Dynamics ini, menandai Hyundai telah mengambil langkah besar lainnya dalam mewujudkan mobilitas masa depan. Hyundai melihat bahwa robotik memiliki potensi besar meningkatkan kualitas kehidupan di dunia kerja, di rumah, dan di manapun. Melalui sinergi ini, HMG akan terus mengembangkan konsep mobilitasnya mencakup autonomous car, logistik, dan Urban Air Mobility.

Spot merupakan robot pertama dari Boston Dynamics yang dikomersialisasikan. Keempat kaki Spot bergerak dengan lincah serta mampu menghindari rintangan dan melewati permukaan kasar jauh lebih baik dari pada menggunakan roda. Keempat kakinya juga cukup kokoh untuk menopang beban hingga 13,6 kg barang bawaan atau kargo.

 

Spot juga telah ditampilkan dalam sebuah video dari Hyundai di mana robot cerdas ini mendemonstrasikan sebuah tarian menggunakan lagu single BTS yang berjudul ‘IONIQ: I’m On It,’ yaitu sebuah lagu yang menyemarakkan peluncuran merek kendaraan listrik spesial dari Hyundai, IONIQ Electric. 

Melalui video tersebut, Hyundai secara global turut ingin merayakan masuknya Hyundai ke dalam lini bisnis robotik dengan cara mengkombinasikan beragam elemen robotik ke dalam kegiatan sehari-hari.

“Di Hyundai, kami tidak pernah berhenti, namun terus maju dan berusaha untuk mencapai solusi mobilitas ke tingkat selanjutnya. Kehadiran Spot di Indonesia akan menekankan bahwa kepiawaian Hyundai secara global tidak hanya terbatas pada menghadirkan mobil-mobil berkualitas, tapi juga berfokus dan tanpa henti menghadirkan beragam inovasi,” ujar President Director of HMID SungJong Ha, pekan lalu. 

Menurut SungJong Ha, masa depan dimana manusia dan robot akan hidup berdampingan telah datang lebih cepat dari yang selama ini kita fikirkan. Sementara saat ini Hyundai telah menjadi lifetime partner sehari-hari bagi banyak orang dan tak lama lagi Spot juga akan menjadi asisten dan pendamping cerdas bagi banyak orang juga. 

“Saya mengajak semua pelanggan Hyundai dan penikmat otomotif untuk mengunjungi area pameran kami di Mall Kelapa Gading, dilanjutkan kehadiran di Hyundai City Store yang ada di berbagai lokasi di Jakarta, untuk menyapa Spot,” ujarnya.

Spot akan mempertontonkan aksi-aksi cerdasnya seperti menari dan berjalan mengitari area Hyundai Exhibition untuk menyambut para pengunjung dan pelanggan di The Forum, Mall Kelapa Gading 3, dari tanggal 1-5 September 2021, kemudian diikuti dengan serangkaian penampilan di Hyundai City Stores.

Saat ini Robot pintar Spot hadir di Hyundai City Store Pondok Indah hingga 23 September mendatang. (S-4)


Source link

3 Meninggal dari 17 WBP yang Tengah Dirawat

KEPALA Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan KemenkumHAM Rika Aprianti menjelaskan terdapat tiga orang warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Tangerang meninggal dunia. Ketiganya berasal dari 17 orang WBP korban kebakaran yang sedang dirawat di RSUD Tangerang.

“Pada hari ini telah meninggal dunia tiga narapidana korban kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang di Rumah Sakit Umum Daerah Tangerang,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (9/9).

Ketiganya adalah Hadiyanto bin Ramli asal Koja, Jakarta Utara, Adam Maulana bin Yusuf Hendra asal Purbaya, Sukabumi, Jakarta Barat dan Timothy Jaya Bin Siswanto asal Sabang, Tangerang.

Rika sebelumnya menjelaskan terdapat 41 orang meninggal dunia dan 17 lainnya mengalami luka dan sudah dilakukan perawatan di RSUD Tangerang serta klinik terdekat. Ia juga memaparkan kronologi kebakaran di Lapas yang mengalami kelebihan penghuni 250% tersebut.

“Telah terjadi peristiwa kebakaran di Blok hunian Chandiri 2 (Blok C2) pada Rabu, 8 September 2021 pukul 01.50 WIB. Penyebab kebakaran dugaan awal akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting), kepastian penyebab masih dilakukan penyelidikan,” katanya.

Baca juga: Soal Listrik Lapas Tangerang, Menguatkan KemenkumHam Abai Pemasyarakatan

Menurut dia, jumlah penghuni Blok C2 sebanyak 122 WBP yang berada di 19 kamar hunian berkapasitas 38 orang. Mereka terdiri dari WBP kasus narkotika 119 orang, WBP kasus teroris dua orang, WBP kasus 338 KUHP satu orang, WBP Warga Negara Asing dua orang dari Afrika Selatan dan Portugal.

“Dari jumlah tersebut, korban yang terdampak peristiwa tersebut antara lain 41 orang meninggal dengan rincian 40 orang ditemukan di lokasi dan telah dievakuasi oleh petugas Pemadam Kebakaran, Tim SAR, dan Petugas Lapas Tangerang serta satu orang meninggal dunia dalam perjalanan menuju rumah sakit,” tuturnya.

Ia mengatakan 40 WBP meninggal dunia terdiri dari kasus narkotika dan satu WBP meninggal dunia kasus terorisme. Selain itu terdapat delapan orang dirujuk ke RSUD Kota Tangerang dan sembilan orang mengalami luka ringan yang dirawat di klinik Lapas Tangerang.

“Sebanyak 64 orang ditempatkan sementara di Mesjid Lapas Klas 1 Tangerang. Saat ini api telah dipadamkan sekitar pukul 03.30 WIB,” jelasnya.

Lapas Kelas 1 Tangerang terus bekerja sama dan bersinergi dengan tim Pemadam Kebakaran Kota Tangerang, Paramedis RSUD Kota Tangerang, dan koordinasi langsung dengan TNI/Polri.

“Pihak Kepolisian tengah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP),” tuturnya

Penghuni Lapas Kelas 1 Tangerang saat ini sebanyak 2072 orang, dari kapasitas seharusnya untuk 600 orang. Kelebihan hunian dari kapasitas sebesar 250%. Total petugas keseluruhan 182 orang, dengan kekuatan petugas pengamanan 13 orang per regu.

Terdapat 7 Blok Hunian (blok A-G) dan satu menara. Pihaknya dan keluarga besar Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM berbelasungkawa yang sedalam- sedalamnya kepada warga binaan korban kebakaran dan keluarganya.

“Kami membuka informasi seluas-luasnya kepada keluarga warga binaan yang ingin mengetahui kondisi dari keluarganya yang sedang menjalankan pidana di Lapas Klas 1 Tangerang dengan nomer Crisis Center 081383557758. Kami akan memberikan yang terbaik dalam penanganan warga binaan baik yang meninggal maupun yang masih dirawat,” pungkasnya. (OL-5)


Source link

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai