Siswa Berkebutuhan Khusus Raih 5 Penghargaan di Kompetisi Tata Rias Internasional

LIMA penghargaan berhasil diraih siswa berkebutuhan khusus di ajang kompetisi tata rias internasional Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021. Kelima penghargaan yang mengharumkan nama Indonesia tersebut adalah 2nd Runner Up, Best of Unique Design, Best of The Synopsis, Best of The Country from Indonesia, dan The Most Popular Vote. 

Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021 berlangsung pada Rabu, 8 September 2021, secara daring. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) memfasilitasi para peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) untuk mengikuti ajang internasional tersebut secara semi daring di Bandung, Jawa Barat.

Berikut nama-nama PDBK yang meraih penghargaan dalam Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021.

1. 2nd Runner Up, diraih oleh Rezky Aulia Putri dari SLB Negeri 1 Bantul, DI Yogyakarta.

2. Best of Unique Design, diraih oleh Sri Susilawati dari SLB Negeri Cipatujah, Jawa Barat.

3. Best of The Synopsis, diraih oleh Rachel Ramadhini dari SLB Prof. Dr. Sri Soedewi Masjchun Sofwan,

SH Jambi.

4. Best of The Country from Indonesia, diraih oleh Rezky Aulia Putri dari SLB Negeri 1 Bantul, DI

Yogyakarta.

5. The Most Popular Vote, diraih oleh Angelica Salwa Muharam dari SLB Negeri 1 Jakarta.

General Secretary of CIDESCO Section Indonesia, Wiena Latifah Sari mengatakan, tahun ini merupakan pertama kalinya Cidesco Make Up and Body Art Competition dilaksanakan secara virtual di waktu yang bersamaan dengan negara lain (real time) dengan durasi lomba selama lima jam dan diumumkan langsung setelah penjurian di hari yang sama. 

“Biasanya tahun sebelumnya selalu offline dan berbeda-beda tiap negara,” katanya saat ditemui usai pengumuman Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021 di Bandung, Jawa Barat, (8/9).

Ia menjelaskan, sebelum pandemi Covid-19, siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti Cidesco Make Up and Body Art Competition dikirim ke Chicago, Amerika Serikat, dan mendapatkan penghargaan Best Special Award for Performance.  Kemudian tahun ini lomba dikemas dengan perencanaan yang matang sehingga bisa menarik dan berjalan dengan adil, serta bisa disaksikan di seluruh dunia secara bersamaan. 

Terkait tata rias tubuh atau body art dan body painting, Wiena mengaku teknik ini masih agak asing di Indonesia. Teknik tata rias ini kemudian diperkenalkan ke Indonesia dan ternyata cukup diminati.  “Kita tidak menyangka karena kita hanya membuka satu kategori saja, yaitu profesional dan student. Jadi menurut saya ini patut diapresiasi untuk lomba secara virtual ini,” katanya.

Ia kemudian menjelaskan beberapa kriteria penilaian dalam Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021. “Kriterianya itu menyangkut dengan kebersihan dan higienis, karena di Cidesco ini kebersihan diutamakan, jadi tidak boleh berantakan. Selain itu dinilai juga pewarnaan desain, lalu kesesuaian dengan tema, dan performance dari presentasi,” ujarnya.

Wiena menuturkan, para siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021 melakukan presentasi hasil karya mereka melalui penampilan model di catwalk. “Jadi model Siaran Pers Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sudah di-briefing sama mereka, sesuai dengan yang mereka mau. Jadi misalnya model memperagakan seperti ada pose di laut. Nah, itu terserah mereka. Semua konsep mulai dari sinopsis, desain, dan presentasi itu dari mereka semua. Luar biasa,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi semua karya lomba siswa berkebutuhan khusus dalam Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021. Wiena berpesan untuk semua anak kebutuhan khusus agar tidak menganggap diri sendiri lemah dan harus percaya diri bahwa setiap anak memiliki talenta untuk diapresiasi, bahkan level internasional.

Siswa berkebutuhan khusus yang mengikuti Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021 memiliki keterbatasan dalam indera pendengaran. Sebanyak sembilan peserta dari Indonesia itu merupakan tuna rungu sehingga setiap siswa didampingi oleh seorang guru pendamping. Guru pendamping dari Provinsi Bangka Belitung, Puspitasari, mengungkapkan kisahnya dalam mendampingi Griska Septiana dari SLB Negeri Muntok, Kepulauan Bangka Belitung. 

Griska merupakan peraih Medali Perak pada Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) PDBK tahun 2020. Meskipun Griska belum berhasil meraih penghargaan dalam Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021, perjuangan Griska dan motivasinya patut menjadi inspirasi bagi anak-anak berkebutuhan khusus lainnya.

Puspitasari mengungkapkan tantangan dan kesulitan yang dihadapi selama persiapan dan pelaksanaan lomba. “Kalau tantangan pasti ada karena siswa kita semuanya penyandang tuna rungu. Kami selaku pendamping pasti merasa kesulitan karena selama ini yang kami ajarkan hanya sebatas make up fantasi, sedangkan di Cidesco ini siswa harus mampu di bidang body painting, itu keseluruhan badan,” tuturnya. 

Ia mengatakan, Griska dan peserta lain merasa kesulitan dengan durasi lima jam yang dinilai kurang cukup. “Karena kita dikasih hanya lima jam, mulai dari perlengkapan, memasang aksesoris dari ujung rambut hingga ujung kaki, jadi agak keteteran. Bahkan sampai di hari terakhir latihan, mereka masih belum selesai dalam lima jam. Tapi hari ini pas lomba, mereka bisa selesai dengan baik,” katanya.

Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021 mengangkat tema ‘Beauty of Tropical Paradise’. Dari tema tersebut, Puspitasari dan Griska mengangkat tema ‘Green Iguana’. Tema tersebut menjadi kesepakatan keduanya setelah melalui proses diskusi. 

Puspitasari mengatakan, ia dan Griska selalu bekerja sama dan berdiskusi untuk mencapai kesepakatan dalam melakukan latihan dan persiapan lomba. Menurutnya, Griska termasuk anak yang mudah diajak diskusi meskipun usianya termasuk yang paling muda di antara peserta lain, yaitu 16 tahun.

Puspitasari kemudian menyampaikan pesan kepada anak-anak berkebutuhan khusus lainnya di Indonesia agar tidak takut berkompetisi dan pandai mencari peluang. 

“Kita aja kalau dipikirin logis, anak disabilitas ini saingannya dengan orang profesional, dengan orang normal. Itu kalau dipikirin pakai logika, orang enggak tahu. Emangnya bisa? Tapi hari ini dibuktikan bahwa siswa (berkebutuhan khusus) Indonesia bisa bersaing di tingkat internasional dengan orang-orang normal,” tuturnya sambil meneteskan air mata karena bangga dengan capaian

Griska. 

Pelaksana Tugas Kepala Puspresnas Kemendikbudristek, Asep Sukmayadi, mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih peserta didik berkebutuhan khusus (PDBK) di ajang Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021. “Alhamdulillah, sampai saat ini masih berkesempatan untuk melejitkan prestasi talenta ke ajang internasional, kami bangga terhadap kalian yang tak kenal lelah untuk berkembang,” kata Asep.

Menurutnya, prestasi yang diraih untuk mencapai kompetisi internasional ini tentu tidak mudah karena perlu perjuangan. Selain itu juga didukung oleh peran sekolah serta kemampuan dan kemauan PDBK untuk menggapai mimpi yang besar. Sinergi antara Pemerintah dan lembaga/yayasan terkait perlu dilakukan untuk mengantarkan talenta-talenta berprestasi juara-juara pada level Internasional. 

Semoga capaian-capaian yang sudah diperoleh bisa menambah semangat, motivasi dan kekuatan bagi kita semua untuk pengembangan prestasi. “Dengan prestasi, banyak sekali manfaat yang akan diperoleh. Talenta berprestasi berhak mendapatkan jaminan karier belajar. Selain itu, berprestasi akan mempermudah jalan kalian ke depan untuk menuju karier yang profesional,” ujar Asep.

Puspresnas Kemendikbudristek memfasilitasi keikutsertaan peserta didik berkebutuhan khusus dalam Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021 secara semi daring. Cidesco Make Up and Body Art Competition 2021 diikuti oleh sembilan siswa berkebutuhan khusus dari delapan provinsi. Sebanyak tujuh siswa mengikuti lomba secara luring di Bandung, Jawa Barat, dan dua siswa mengikuti lomba secara daring. 

Cidesco Make Up And Body Art Competition adalah kompetisi tahunan tingkat internasional dalam bidang kecantikan yang ditujukan untuk mengidentifikasi dan mengapresiasi penata rias terbaik di dunia. CIDESCO atau Comité  International d’Esthétique et de Cosmétologie adalah organisasi yang memiliki anggota yang terdiri dari sekolah kecantikan, pusat kecantikan, dan siswa kecantikan bersertifikat Cidesco yang ada di lebih dari 40 negara di 5 benua.

Kompetisi ini terbuka bagi para profesional maupun para pelajar. Tema Cidesco Make Up And Body Art Competition pada tahun ini adalah ‘Beauty of Tropical Paradise’. (RO/OL-10)


Source link

Serangan 11 September: Cerita Imam Indonesia di New York, ketika citra Islam ‘ikut runtuh’, ia dipeluk tetangga Katolik dan dikirim bunga oleh pendeta

  • Endang Nurdin
  • BBC News Indonesia

Shamsi Ali.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Imam Indonesia di New York, Shamsi Ali mengatakan bila Islam diibaratkan gedung, Serangan 11 September juga meruntuhkan Islam.

New York, Selasa pagi, 11 September 2001. Jarum jam belum bergerak jauh dari pukul 09:00 pagi.

Ketika kepanikan mengguncang warga kota karena dua serangan atas Twin Towers World Trade Centre (WTC), komunitas Muslim mulai menjadi sasaran kemarahan warga setempat.

Saat itu telah tersiar kabar kelompok ekstremis al-Qaida yang bertanggung jawab atas serangan paling mengerikan dalam sejarah Amerika Serikat dan dunia.

serangan 11 September di New York.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar,

Serangan di dua gedung WTC menewaskan lebih dari 2.600 orang.

Imam Indonesia, Shamsi Ali, yang pagi itu tengah menuju tempat kerjanya di PTRI, PBB, termasuk di antara yang merasakan dampaknya, bukan secara fisik, namun berupa cacian.

Source link

Hersubeno Ngaku dapat WA dari Dokter soal Kabar Megawati Koma Valid, Begini Penjelasan PDIP

Hersubeno Ngaku dapat WA dari Dokter soal Kabar Megawati Koma Valid, Begini Penjelasan PDIP

Eramuslim.com – Kabar Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang baru-baru ini diisukan jatuh sakit semakin berembus kencang.

Presiden RI ke-5 itu dikabarkan dirawat ruang ICU Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan, sejak Rabu (8/9/2021) malam.

Namun, kebenaran mengenai informasi tersebut masih simpang siur.

Sejumlah pengurus pusat PDI-P membantah kabar tersebut.

Di sisi lain, jurnalis senior sekaligus Konsultan Media dan Politik, Hersubeno Arief mengungkapkan kondisi Megawati Soekarnoputri.

Dirinya mengaku mendapatkan informasi bahwa kabar sakitnya Megawati di RSPP, benar adanya.

Bahkan, kondisi Megawati saat ini sedang koma.

Hal itu disampaikan Hersubeno melalui video yang diunggah di kanal YouTube Hersubeno Point, Kamis (9/9/2021).

“Seorang teman dokter itu bahkan sempat mengirim WhatsApp ke saya bahwa, bunyinya begini ‘Megawati Koma. Di ICU RSPP. Valid 1000 persen’,” ujar Hersubeno dilansir TribunWow.com, Jumat (10/9/2021).

“Nah kalau ada seorang teman dokter yang mengirim berita semacam ini, saya jadi rada-rada yakin, walaupun tetap saja saya harus melakukan verifikasi,” jelasnya.



Hersubeno menyadari adanya sejumlah pengurus pusat PDIP yang membantah kabar tersebut.

Bahkan, sebagian menolak memberikan komentar dan juga bahkan mengaku bingung higga meminta untuk menanyakan langsung ke sekretaris jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.

Menurut Hersu, hal itu lah yang justru membuat kabar sakitnya Megawati semakin ramai diperbincangkan.

“Sikap mendua, ragu-ragu, dan ketidakyakinan para fungsionaris DPP PDIP ini membuat rumor itu semakin kencang,” ucap Hersubeno.

Halaman selanjutnya →

Halaman 1 2

Source link

Re-Launching Teraskita Lounge, It’s All About Tasty, Cozy and Comfy 

TEPAT pada Kamis dengan tanggal cantik 9 September 2021 (09-09-21) jadi momen berharga bagi Teraskita Hotel Jakarta managed by Dafam. Karena tepat pada hari itu, hotel yang didirikan oleh PT Waskita Karya Realty dan di-managed oleh PT Dafam Hotel Management ini meresmikan Re-Launching Teraskita Lounge dengan tagline ‘It’s All About Tasty, Cozy and Comfy’.

Lounge yang berada di mezzanine floor ini didisain dengan sangat epik mengusung konsep modern & elegant style, dilengkapi dengan bar yang berada di corner. Teraskita Lounge ini memiliki smoking dan non-smoking room area dengan seating capacity 20-30 orang. Dan sangat tepat sebagai pilihan tempat untuk mengadakan Private Meeting bersama klien dan kolega, serta menjadi tempat favorit bagi tamu yang membutuhkan tempat WFH (work from hotel) yang sangat nyaman dengan fasilitas yang lengkap dengan kecepatan Wi-Fi tinggi upto 20 Mbps dedicated. 

Untuk makanan dan minuman tidak perlu diragukan lagi, lounge ini menyuguhkan International Cuisine dengan pilihan produk premium berkualitas hotel bintang lima. Manjakan lidah Anda dengan kekayaan rasa dan cipta dari Chef Heru Sudrajat yang sudah expert di dunia kuliner dengan Western Food Specialist. 

Sesuai tagline, Teraskita Lounge hadir dan berkomitmen untuk menghadirkan kelezatan makanan dan minuman dengan ambience dan atmosphere tempat yang sangat nyaman dan membuat tamu betah berlama-lama di tempat ini.

Re-Launching Teraskita Lounge yang rencana dihadiri oleh Direksi PT Waskita Karya (Persero), Direksi PT Waskita Karya Realty, Direksi Dafam Hotel Management, kolega, foodist, influencer dan media cetak dan elektronik. Acara diawali dengan sambutan oleh tuan rumah Ferry Febriari selaku GM Teraskita Hotel Jakarta managed by Dafam, dilanjutkan oleh Eri Prananto selaku Direktur Utama PT. Waskita Karya Realty, dan Handono S.Putro selaku Chief Business Development & Operations Officer PT Dafam Hotel Management. 

Di kesempatan yang baik ini pula diadakan Press Conference yang diwakili oleh Nancy Fenyapwain selaku Director of Sales & Marketing, Budi Catur selaku F&B Manager, dan Chef Heru Sudrajat selaku Sous Chef Teraskita Hotel Jakarta managed by Dafam, dan dilanjutkan dengan simbolis Re-Launching Teraskita Lounge melalui Pemotongan Pita dan diramaiakan dengan confetti party.

 

Acara tersebut dimeriahkan oleh Live Saxophone & Violin Performance, Set Menu Dinner dan Grand Prize GOLD 1gr.

“Teraskita Lounge hadir sebagai jawaban atas kebutuhan para tamu saat ini dengan multifunction bisa sebagai tempat WFH, private meeting, tempat nge-date, juga tempat nongkrong yang asik dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat, dimana kami menerapkan check in dan check out melalui aplikasi PeduliLindungi serta kami sudah bersertifikat CHSE dengan perfect score 100,” ungkap Ferry Febriari selaku General Manager Teraskita Hotel managed by Dafam. (RO/OL-10)


Source link

ProtonMail Mengubah Kebijakannya Setelah Menyerahkan Data Aktivis

Akhir pekan ini, berita memecahkan bahwa layanan email anonim ProtonMail diserahkan alamat IP aktivis iklim Prancis dan sidik jari browser kepada otoritas Swiss. Langkah itu tampaknya bertentangan dengan kebijakan perusahaan yang berfokus pada privasi, yang baru-baru ini minggu lalu menyatakan, “Secara default, kami tidak menyimpan log IP apa pun yang dapat ditautkan ke akun email anonim Anda.”

Setelah memberikan metadata aktivis kepada otoritas Swiss, ProtonMail menghapus bagian yang tidak menjanjikan log IP, menggantinya dengan yang mengatakan, “ProtonMail adalah email yang menghormati privasi dan mengutamakan orang (bukan pengiklan).”

Tidak Ada Pencatatan ‘Secara Default’

Seperti biasa, iblis ada dalam perinciannya—kebijakan asli ProtonMail hanya mengatakan bahwa layanan tidak menyimpan log IP “secara default”. Namun, sebagai perusahaan Swiss, ProtonMail berkewajiban untuk memenuhi tuntutan pengadilan Swiss bahwa itu mulai mencatat alamat IP dan informasi sidik jari browser untuk akun ProtonMail tertentu.

Akun itu dioperasikan oleh cabang Paris Pemuda untuk Iklim, yang Wikipedia gambarkan sebagai Terinspirasi Greta Thunberg gerakan yang berfokus pada siswa sekolah yang bolos kelas Jumat untuk menghadiri protes.

Menurut beberapa pernyataan ProtonMail diterbitkan pada hari Senin, ia tidak dapat mengajukan banding atas permintaan Swiss untuk pencatatan IP pada akun tersebut. Layanan tersebut tidak dapat mengajukan banding karena undang-undang Swiss sebenarnya telah dilanggar dan karena “alat hukum untuk kejahatan berat” digunakan—alat yang menurut ProtonMail tidak sesuai dengan kasus yang dihadapi, tetapi secara hukum harus dipatuhi.

Hancurkan Peramban Tor Anda

Selain menghapus referensi yang menyesatkan jika secara teknis benar untuk kebijakan logging “default”, ProtonMail berjanji untuk mendorong para aktivis untuk menggunakan Jaringan Tor. Bagian “Data Anda, Aturan Anda” yang baru di halaman depan ProtonMail secara langsung menautkan ke halaman arahan yang mengumpulkan informasi tentang penggunaan Tor untuk mengakses ProtonMail.

Menggunakan Tor untuk mengakses ProtonMail dapat mencapai apa yang secara hukum tidak dapat dilakukan oleh ProtonMail: pengaburan alamat IP penggunanya. Karena jaringan Tor menyembunyikan asal jaringan pengguna sebelum paket mencapai ProtonMail, bahkan panggilan pengadilan yang sah tidak dapat mengeluarkan informasi tersebut dari ProtonMail—karena tidak pernah menerimanya sejak awal.

Perlu dicatat bahwa anonimitas yang ditawarkan oleh Tor bergantung pada sarana teknis, bukan kebijakan—yang bisa menjadi pedang bermata dua. Jika lembaga pemerintah bisa kompromi node Tor yang dilalui lalu lintas untuk melacak asal-usulnya, tidak ada kebijakan yang mencegah pemerintah melakukannya—atau menggunakan data tersebut untuk tujuan penegakan hukum.

ProtonMail juga beroperasi sebagai layanan VPN disebut ProtonVPN, dan itu menunjukkan bahwa hukum Swiss melarang pengadilan negara itu memaksa layanan VPN untuk mencatat alamat IP. Secara teori, jika Youth for Climate telah menggunakan ProtonVPN untuk mengakses ProtonMail, pengadilan Swiss tidak dapat memaksa layanan tersebut untuk mengekspos alamat IP “aslinya”. Namun, perusahaan tampaknya lebih condong ke arah merekomendasikan Tor untuk tujuan khusus ini.

Hanya Ada Begitu Banyak Layanan Email yang Dapat Dienkripsi

ProtonMail juga berhati-hati untuk menunjukkan bahwa, meskipun alamat IP penggunanya dan sidik jari browser dikumpulkan oleh otoritas Swiss yang bertindak atas nama Interpol, jaminan email perusahaan isi privasi tidak dilanggar.

Layanan ini menggunakan ujung ke ujung enkripsi dan dengan sengaja tidak memiliki kunci yang diperlukan untuk mendekripsi badan email atau lampiran pengguna. Tidak seperti alamat IP sumber dan sidik jari browser, pengumpulan data tidak mungkin hanya dengan mengubah konfigurasi pada server perusahaan sendiri seperti yang diminta oleh perintah pengadilan.

Meskipun ProtonMail dapat dan memang mengenkripsi badan email itu sendiri dengan kunci yang tidak tersedia untuk server yang memprosesnya, protokol SMTP mengharuskan pengirim email, penerima email, dan stempel waktu pesan dapat diakses oleh server. Mengakses layanan melalui Tor atau VPN dapat membantu mengaburkan alamat IP dan sidik jari browser, tetapi layanan tersebut masih dapat dipaksa secara hukum untuk memberikan bidang tersebut kepada penegak hukum Swiss.

Selain itu, baris subjek email bisa juga dienkripsi tanpa melanggar protokol SMTP—tetapi dalam praktiknya, layanan ProtonMail tidak, yang berarti pengadilan terkait dapat memaksa layanan untuk menyediakan data tersebut juga.

Cerita ini awalnya muncul di Ars Technica.


Lebih Banyak Cerita WIRED yang Hebat

//platform.twitter.com/widgets.js

Source link

FireMon mengakuisisi DisruptOps untuk memperluas kemampuan otomatisasi keamanan cloud

FireMon mengumumkan telah mengakuisisi DisruptOps, pelopor dalam operasi keamanan cloud. Menambahkan platform DisruptOps segera memperluas solusi FireMon untuk menyertakan pemantauan dan menanggapi risiko keamanan di seluruh infrastruktur cloud publik pelanggan.

Bersamaan dengan akuisisi tersebut, Jody Brazil, salah satu pendiri asli dan visioner produk di belakang FireMon, akan kembali memimpin sebagai CEO dari entitas gabungan tersebut. Setelah meninggalkan FireMon, Brasil mendirikan dan membangun DisruptOps untuk memungkinkan tim keamanan dan pengembangan menemukan, memahami, dan memperbaiki masalah keamanan cloud yang kritis – menyederhanakan cara organisasi dapat menerapkan dan mencapai DevSecOps.

“Saya mendirikan FireMon untuk meningkatkan hasil keamanan dengan meningkatkan operasi keamanan. Selama bertahun-tahun, teknologi telah berubah dan keamanan telah berkembang, tetapi misi ini tidak begitu penting,” kata Jody Brazil, CEO FireMon yang kembali. “Operasi keamanan tetap menjadi tantangan terbesar dalam industri keamanan saat ini – sumber daya yang terbatas, kompleksitas yang meningkat, dan ancaman yang meningkat memberikan tekanan luar biasa pada tim keamanan untuk mempertahankan postur yang aman dan merespons ancaman aktif. Menyatukan DisruptOps dan FireMon menambahkan kemampuan otomatisasi keamanan cloud transformasional ke platform manajemen keamanan terkemuka FireMon – bersama-sama kami akan menghadirkan platform operasi keamanan masa depan.”

DisruptOps adalah Platform Operasi Keamanan Cloud untuk memantau, memperingatkan, dan merespons risiko secara real-time di seluruh penyedia cloud publik termasuk AWS, Biru langit, dan segera hadir di Google Cloud. Dengan meruntuhkan penghalang antara tim pengembangan, keamanan, dan operasi, DisruptOps memungkinkan semua orang di organisasi menjadi pembela aktif infrastruktur cloud mereka.

“DisruptOps telah membantu tim DevOps kami memecahkan masalah keamanan sebelum masuk ke produksi, pada dasarnya menambahkan Security Engineer ke masing-masing tim kami dengan biaya yang lebih murah,” kata Aaron Turner, Chief Security Officer Highside.io. “Kombinasi pengalaman Firemon yang dikombinasikan dengan inovasi DisruptOps akan membantu kami lebih jauh lagi.”

FireMon memiliki sejarah yang dapat dibuktikan dalam memberikan solusi manajemen kebijakan keamanan jaringan terkemuka di industri, dan dengan platform keamanan cloud yang dibuat khusus oleh DisruptOps, pelanggan mendapatkan akses ke solusi keamanan dan kepatuhan yang komprehensif baik lingkungan mereka di tempat atau di cloud publik.

Source link

Maksud Pak Anies Holywings Ditutup Sampai PPKM Selesai

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meluruskan pernyataan Gubernur Anies Baswedan, terkait penutupan Holywings Kemang, Jakarta Selatan. Anies menyebut sanksi hingga pandemi covid-19 selesai, maksudnya sampai PPKM selesai.

Riza mengatakan, Holywings Kemang dilarang beroperasi selama kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlangsung, bukan selama pandemi covid-19 melanda ibu kota.

“Holywings ditutup sampai pandemi selesai, sementara begitu keputusannya. Maaf, bukan pandemi, (tapi) sampai PPKM selesai,” kata Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (9/9) malam.

Baca Juga: Anies: Holywings Khianati Pengorbanan Rakyat Selama Pandemi

Riza mengatakan sanksi penutupan sampai PPKM selesai tertera di surat penyegelan. Ia mengatakan jika menunggu pandemi covid-19 selesai, waktunya tidak jelas dan bisa berlangsung bertahun-tahun.

“Kalau pandemi bisa ber tahun-tahun (ditutup). Selama PPKM masih berlangsung, sementara itu keputusannya. Kemarin kan tulisan di situ udah jelas selama PPKM,” tegasnya.

Sebelumnya, Holywings Kemang disegel setelah kedapatan melanggar PPKM Level 3. Saat digerebek terdapat puluhan orang dan mengabaikan protokol kesehatan.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut kasus pelanggaran aturan yang dilakukan Holywings Tavern Kemang adalah bentuk pengkhianatan. Ia mengatakan di saat masyarakat berupaya setengah mati menahan diri untuk tetap di rumah, tetapi kelompok masyarakat dan pelaku usaha tertentu justru menyepelekan upaya tersebut.

Anies menegaskan pihaknya tak akan tinggal diam terhadap pelaku usaha yang meremehkan upaya penanggulangan pandemi, dari pemerintah maupun masyarakat lainnya.

“Karena itu kita tidak akan membiarkan yang seperti ini untuk melenggang tanpa kena yang berat. Sanksinya apa? Tidak boleh operasi, titik, sampai pandemi ini selesai,” kata Anies.

“Di Holywings, kita menemukan pengelola yang tidak mencerminkan sikap bangsa kita,” sesalnya. (OL-13)

Baca Juga:  Anies: Tidak Ada Toleransi Bagi Pelanggaran PPKM


Source link

Kampanye propaganda pemerintah pro-China memicu protes COVID-19 di AS

Para peneliti melacak kampanye yang mempromosikan pemerintah China dan mendorong protes dunia nyata di sekitarnya pandemi COVID-19 di Amerika Serikat.

Pada hari Rabu, Mandiant Threat Intelligence mengatakan jaringan pro-Republik Rakyat China (RRC) pertama kali ditemukan pada Juni 2019. Pada saat itu, jaringan terdiri dari web akun tidak autentik di platform media sosial — termasuk Facebook, Twitter, dan YouTube — digunakan untuk mengecam protes pro-demokrasi di Hong Kong.

Jaringan propaganda palsu bukanlah hal baru. Perusahaan termasuk Facebook terus-menerus mendeteksi dan memusnahkan mereka, tetapi yang lain menggantikannya segera setelah seseorang menghilang.

Kampanye ini, bagaimanapun, telah menarik minat para peneliti keamanan siber karena peningkatan ukuran yang cepat dan “beberapa perubahan taktik,” seperti yang diamati oleh Mandiant.

Laporan sebelumnya tentang kelompok informasi yang salah ini telah mencatat bahwa mereka yang bertanggung jawab membuat foto untuk profil palsu, menyebarkan berbagai cerita tentang COVID-19 dan peristiwa politik AS, dan secara luas mengkritik Guo Wengui, seorang pengusaha dan aktivis terkenal yang kritis terhadap China. pemerintah.

Sekarang, tampaknya kampanye itu jauh lebih luas daripada yang diyakini sebelumnya.

Salah satu aspek yang lebih mengganggu dari jaringan pro-RRT adalah bukti bahwa kelompok tersebut secara aktif menyebarkan konten yang dirancang untuk memicu protes di Amerika Serikat dalam menanggapi pandemi COVID-19.

Para peneliti menekankan bahwa “tidak ada bukti” kegiatan ini berhasil.

“Seruan langsung untuk mobilisasi fisik ini merupakan perkembangan yang signifikan dibandingkan dengan aktivitas sebelumnya, yang berpotensi menunjukkan niat yang muncul untuk memotivasi aktivitas dunia nyata di luar wilayah China,” kata Mandiant. “Kami percaya penting untuk memperhatikan upaya semacam itu dan bagi pengamat untuk terus memantau upaya semacam itu di masa depan.”

Menurut Mandiant, jaringan informasi pro-RRT tidak lagi terbatas pada konten berbahasa Inggris dan China yang diposting ke beberapa platform. Sebaliknya, kampanye sekarang dilakukan dalam tujuh bahasa dan mencakup konten yang diposting dalam bahasa Rusia, Jerman, Spanyol, Korea, dan Jepang.

Selain itu, Facebook, Twitter, dan YouTube bukan satu-satunya platform target yang dimainkan. Operator hadir di 30 layanan media sosial, termasuk Vimeo dan TikTok, dan setidaknya 40 situs web dan forum tambahan.

“Sementara beberapa platform telah meng-host ratusan atau ribuan akun di jaringan, platform lain telah meng-host jumlah yang lebih kecil,” kata para peneliti. “Secara kolektif, pengamatan ini menunjukkan bahwa aktor di balik kampanye ini telah secara signifikan memperluas jejak online mereka dan tampaknya berusaha untuk membangun kehadiran di sebanyak mungkin platform untuk menjangkau berbagai audiens global.”

Liputan sebelumnya dan terkait


Punya tip? Hubungi dengan aman melalui WhatsApp | Sinyal di +447713 025 499, atau lebih di Keybase: charlie0


Source link

AS Gandakan Denda Bagi Pelancong yang Tidak Pakai Masker

ADMINISTRASI Keamanan Transportasi (TSA) AS menggandakan denda untuk pelanggar pertama kali yang tidak memakai masker. Efektif berlaku pada hari ini, Jumat (10/9). Bagi pelanggar yang kedua kalinya, akan denda hingga sebesar US$ 3.000.

Gedung Putih mengatakan Presiden AS Joe Biden mengarahkan, denda yang lebih tinggi. Ini untuk memastikan persyaratan pemakaian masker tetap berlaku pada moda transportasi lain. Saat ini pihaknya terus memerangi covid-19.

TSA mengatakan denda yang baru akan menjadi US$500 hingga US$1.000 untuk pelanggar pertama. Sedangkan bagi pelanggaran kedua kalinya sebesar US$1.000 hingga US$3.000.

“TSA akan menggandakan denda pada pelancong yang menolak untuk menggunakan masker. Jika Anda melanggar aturan bersiaplah untuk membayar. Dan omong-omong, tunjukkan rasa hormat,” kata Biden kepada wartawan di Gedung Putih.

Dia mengkritik kemarahan yang ditunjukkan oleh beberapa penumpang terhadap pramugari dan lainnya karena memberlakukan persyaratan masker. “Itu salah,” kata Biden.

Bulan lalu, TSA memperpanjang persyaratan bagi para pelancong untuk mengenakan masker di pesawat terbang, kereta dan bus dan di bandara dan stasiun kereta hingga 18 Januari untuk mengatasi risiko covid-19 yang sedang berlangsung. Peraturan tersebut telah ditetapkan akan berakhir pada 13 September.

Administrator TSA David Pekoske mengatakan bahwa penggandaan denda tersebut adalah upaya pihaknya untuk memperkuat pentingnya kepatuhan secara sukarela.

TSA mengatakan bahwa operator di seluruh jaringan transportasi telah melaporkan lebih dari 4.000 insiden terkait masker. Sampai saat ini, hampir 4.000 pemberitahuan peringatan telah dikirim dan 126 telah dirujuk untuk hukuman perdata.

Pada Januari, TSA mengatakan bahwa denda bagi orang yang baru pertama kali melanggar akan dimulai dari US$250 jika tidak memakai masker.

Sementara itu, Administrasi Penerbangan Federal (FAA) telah mengeluarkan denda yang jauh lebih tinggi karena tidak mengenakan masker di pesawat terbang dan untuk perilaku mengganggu lainnya.

FAA telah mengusulkan hukuman total lebih dari US$ 1 juta, termasuk denda sebesar US$ 9.000 karena tidak mengenakan masker di pesawat. (CNA/OL-13)

Baca Juga: Cegah Kehancuran Ekonomi, PBB Desak Negara Lain Bantu Afghanistan


Source link

Penyelidikan diluncurkan tentang bagaimana keberadaan asbes di gedung-gedung dikelola

Komite Kerja dan Pensiun akan memeriksa risiko terkini yang ditimbulkan oleh asbes di tempat kerja, tindakan yang diambil oleh Health and Safety Executive (HSE) untuk menguranginya dan bagaimana pendekatannya dibandingkan dengan yang diambil di negara lain.

Penyelidikan mencari pandangan dari mereka yang mungkin terpengaruh oleh perubahan undang-undang atau pedoman yang dikeluarkan sehubungan dengan pengelolaan asbes. Panggilan untuk bukti ditutup pada hari Jumat 17 September 2021.

Konteks

Meskipun impor, suplai, dan penggunaan bahan tersebut dilarang di Inggris sejak 1999, asbes tetap menjadi penyebab tunggal terbesar kematian terkait pekerjaan, dengan lebih dari 5.000 kematian setiap tahun akibat penyakit termasuk mesothelioma, kanker paru-paru, dan asbestosis.

Komite mengangkat keprihatinan tahun lalu dengan pemerintah tentang kebijakan Inggris dalam mengelola asbes di gedung-gedung, menyusul publikasi laporan oleh think tank Respublica. Menanggapi hal tersebut, Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa HSE akan melakukan kajian internal terhadap efektivitas peraturan pengelolaan asbes. Hasil penyelidikan akan dimasukkan ke dalam tinjauan HSE sendiri.

Laporan oleh Respublica menyoroti sejumlah masalah untuk penyelidikan untuk dipertimbangkan dan merekomendasikan amandemen pedoman dan undang-undang untuk melakukan hal berikut sebagai bagian dari “teknik praktis terbaik”:

  • Uji secara rutin untuk serat asbes udara berbahaya di gedung-gedung dan mengadopsi teknik mikroskop modern untuk tujuan ini.
  • Ikuti Prancis, Jerman, dan Belanda dalam mengadopsi batas aman untuk pengujian udara.
  • Membuat database nasional yang mencatat jumlah, kondisi dan jenis asbes di gedung-gedung, seperti yang telah dilakukan Polandia.
  • Gunakan teknologi modern – kode QR untuk signage dan aplikasi ponsel pintar – untuk menyimpan survei asbes secara terpusat dan membuatnya tersedia secara online untuk pengguna bangunan umum.
  • Memulai proses penilaian risiko dan penghapusan bertahap asbes paling berbahaya sejalan dengan negara lain seperti Belgia, Belanda, Italia, dan Polandia.

Apa selanjutnya?

Penyelidikan mencari pandangan tentang pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apa risiko saat ini yang ditimbulkan oleh asbes di tempat kerja? Kelompok pekerja mana yang paling berisiko?
  2. Seberapa efektif kerangka legislatif dan peraturan saat ini untuk pengelolaan asbes?
  3. Bagaimana pendekatan HSE dalam mengelola asbes dibandingkan dengan pendekatan yang dilakukan di negara lain? Apakah ada pelajaran yang dapat dipelajari Inggris dari praktik terbaik di tempat lain?
  4. Bagaimana HSE mengukur dan melaporkan kemajuannya dalam mengurangi risiko asbes?
  5. Apakah HSE menyimpan catatan asbes yang memadai di gedung-gedung publik?
  6. Apakah HSE memanfaatkan teknologi dan sistem yang tersedia untuk memantau keamanan asbes yang tersisa di gedung?
  7. Apakah HSE memberikan sumber daya yang memadai untuk pengelolaan asbes sesuai dengan tingkat risikonya?
  8. Seberapa kuat data yang tersedia tentang risiko dan dampak asbes di tempat kerja? Kesenjangan apa dalam bukti yang perlu diisi?
  9. Apakah gambar HSE pada badan hukum internasional dan nasional dan keahlian industri yang luas untuk menginformasikan pendekatannya terhadap pengelolaan keselamatan asbes di gedung-gedung?
  10. Seberapa efektif HSE terlibat dengan pemangku kepentingan dan pakar eksternal tentang pendekatannya terhadap regulasi asbes?

Tanggapan diundang hingga 17 September 2021, setelah itu penyelidikan akan membuat temuannya dan menerbitkan laporannya. Hal ini kemungkinan akan menginformasikan penelitian HSE dan tinjauan pasca-pelaksanaan dari Peraturan Pengendalian Asbes 2012.

Reaksi sejauh ini

Setiap perubahan pedoman dan undang-undang asbes cenderung memiliki konsekuensi yang signifikan bagi pemegang tugas ketika mengelola asbes di tempat mereka. Dalam hal masalah kesehatan dan keselamatan, peraturan yang lebih besar akan menempatkan lebih banyak tanggung jawab pada organisasi untuk menunjukkan bahwa mereka telah melakukan semua yang ‘cukup praktis’ untuk menghindari risiko paparan asbes. Penting untuk dicatat bahwa organisasi tidak harus menyebabkan kerugian yang sebenarnya untuk melanggar undang-undang kesehatan dan keselamatan; penciptaan risiko bahaya saja sudah cukup untuk tindakan penegakan yang harus diambil oleh HSE, termasuk penuntutan.

Setiap perubahan yang diusulkan memerlukan pertimbangan yang cermat sehingga keseimbangan tercapai antara melindungi orang dari paparan asbes, sementara pada saat yang sama memastikan pedoman dan undang-undang tetap dapat dicapai oleh pemegang tugas.

Kehadiran asbes di gedung-gedung publik merupakan penyebab keprihatinan yang diakui karena potensi risiko paparan terhadap proporsi populasi yang signifikan. Oleh karena itu, otoritas lokal kemungkinan besar akan menyambut reformasi peraturan untuk mengatasi kekhawatiran yang timbul dari warisan asbes di gedung-gedung publik; namun tak terhindarkan, kemungkinan besar pertanyaan akan diajukan tentang pendanaan dan sumber daya yang diperlukan untuk memungkinkan otoritas lokal memenuhi standar baru. Tidak diketahui apakah Komite akan mengatasi tantangan yang akan dihadapi otoritas lokal dan/atau apakah Komite akan membuat rekomendasi untuk memastikan bahwa peraturan dapat dicapai dalam rentang waktu yang ditetapkan.

Dalam hal dampak pada industri konstruksi, keberadaan sekitar enam juta ton asbes di sekitar 1,5 juta bangunan Inggris merupakan masalah yang signifikan dan menimbulkan risiko tertentu dalam proyek pembongkaran dan renovasi di mana asbes terganggu. Peraturan Konstruksi (Desain dan Manajemen) 2015 (CDM 2015) menempatkan tanggung jawab pada individu atau organisasi yang melaksanakan proyek konstruksi sebagai bagian dari bisnis, untuk memastikan pengaturan yang tepat tersedia untuk mengelola asbes selama fase pra-konstruksi dan konstruksi dari proyek.

Namun, di bawah Kontrol Peraturan Asbes 2012, tidak ada kewajiban untuk menghapus asbes dari tempat non-domestik. Mungkin lebih baik untuk tidak mengganggunya jika tidak menimbulkan ancaman langsung.

Dimana asbes akan terganggu, survei perbaikan dan pembongkaran diperlukan yang memastikan bahwa (1) tidak ada yang akan dirugikan oleh pekerjaan pada bahan yang mengandung asbes dan (2) bahwa pekerjaan akan dilakukan oleh kontraktor yang tepat dengan cara yang benar.

Sementara keberadaan dan pembuangan asbes mahal dalam proyek pembangunan dan renovasi, pengelolaannya dengan tepat, baik pada tahap pra-konstruksi dan konstruksi, tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga meminimalkan potensi penundaan proyek yang tidak terduga, kerusakan reputasi, litigasi yang mahal, dan kerugian yang signifikan. denda dan tuntutan pidana atas pelanggaran peraturan CDM 2015. Manajemen asbes yang efektif akan menjadi lebih penting karena peraturan yang lebih ketat kemungkinan akan dikenakan pada pemain kunci dalam proyek konstruksi.

Source link

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai